Kumparan Logo

Tentang Istilah 'Spursy' yang Bikin Pemain Tottenham Kesal

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemain Spurs merayakan gol. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain Spurs merayakan gol. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)

Istilah ‘Spursy’, jika mengacu pada Urban Dictionary, memiliki arti: “Secara konsisten dan pasti gagal memenuhi harapan yang tengah membumbung”. Istilah ini, sesuai dengan namanya, identik dengan Tottenham Hotspur.

Per Bleacher Report, istilah ‘Spursy’ lekat dengan Tottenham karena kontinuitas dan konsistensi tim dari London Utara ini dalam menghancurkan harapan pendukungnya yang mulai tinggi setelah hasil-hasil memuaskan. Perlahan, istilah yang dipakai untuk meledek ini mulai digunakan dalam hal lain, bahkan yang di luar sepak bola dan Spurs.

X post embed

Meskipun begitu, tetap saja label ‘Spursy’ tertempel lekat dengan Spurs, terlebih setelah Harry Kane dkk kalah dari Wolverhampton Wanderers, Sabtu (29/12/2018) lalu. Spurs, yang unggul lebih dulu, takluk 1-3 pada laga tersebut.

Sebabnya, jelas: Sebelum pertandingan melawan Wolves dimulai, The Lilywhites digadang-gadang sebagai salah satu kandidat juara Liga Primer Inggris musim ini. Anak asuh Mauricio Pochettino menjamu Wolves dengan duduk di peringkat dua klasemen, dengan jarak hanya enam poin dari puncak, dan mencetak 11 gol di dua laga sebelumnya. Apa daya, gol dari Willy Boly, Raul Jimenez, dan Helder Costa membuat label ‘Spursy’ yang ada di dalam diri Spurs kembali disebut-sebut, terutama di media sosial.

X post embed

X post embed

Kembali ramainya ‘Spursy’ di media sosial sampai ke telinga gelandang Spurs, Harry Winks. Pemain berusia 22 tahun ini menyatakan bahwa label tersebut hanya digunakan di dunia maya, dan ia menampik bahwa klubnya menanggung label itu.

“Dengar, ketika orang menggunakan kata ‘Spursy’ di media sosial, itu hanyalah opini mereka saja. Mereka boleh beropini seperti itu. Namun, di dalam klub, kami tahu kualitas kami, kami tahu seberapa jauh kami mampu melangkah, kami memiliki kepercayaan terlepas hasil yang kami raih,” ujar Winks, dikutip dari Bleacher Report.

“Kami mendapatkan hasil yang fantastis di Liga Champions dan Liga Primer Inggris. Penting juga untuk diingat bahwa kami tampil baik sejauh ini, dan tak menyerah hanya karena satu kekalahan.”

Tak hanya menolak label ‘Spursy’, Winks juga menyatakan bahwa rekan-rekannya juga kecewa atas kekalahan dari Wolves. Namun, ia juga menegaskan bahwa timnya masih berada dalam perburuan trofi liga musim ini.

Harry Winks dalam sebuah sesi latihan bersama Tottenham Hotspur. (Foto: AFP/Olly Greenwood)
zoom-in-whitePerbesar
Harry Winks dalam sebuah sesi latihan bersama Tottenham Hotspur. (Foto: AFP/Olly Greenwood)

“Kami juga memasang ekspektasi yang tinggi, dan ketika kami tak menang atas Wolves, kami turut frustrasi. Ini menunjukkan bahwa standar yang kami patok tinggi dan kami begitu ambisius,” ujar Winks seperti dilansir Football365.

“Yang kami harus lakukan saat ini adalah menang atas Cardiff City. Kami masih berada di dalam perburuan juara. Kami tak boleh tersungkur karena kekalahan melawan Wolves, dan kami harus kembali menang di laga berikutnya.”

Ambisi Winks tentu saja menjadi modal yang menguntungkan bagi Spurs. Namun, mampukah Winks dan rekan-rekannya benar-benar membuang label ‘Spursy’ yang tertanam di tim yang mereka bela?