Terungkap! Cristiano Ronaldo Alami Cedera Pada Lututnya Sejak 2014
ยทwaktu baca 2 menit

Cristiano Ronaldo telah menjalani karier yang luar biasa hingga saat ini. Namun siapa sangka, sang megabintang masih memiliki cedera pada lututnya sejak tahun 2014.
Sepanjang kariernya, Ronaldo memiliki catatan 894 penampilan dengan kontribusi berupa 674 gol dan 229 assist bagi seluruh klub yang dibelanya.
Ronaldo pun masih memperlihatkan kualitas terbaik meski sudah memasuki usia 36 tahun. Ia yang kini mentas bersama Juventus menjadi top skor Liga Italia musim 2020/21 dengan 29 gol dari 33 penampilan.
Di Euro 2020, Ronaldo bisa memimpin daftar top skorer sementara dengan 5 gol, sama dengan Patrik Schick (Republik Ceko), kendati Portugal tersingkir di babak 16 besar.
Kontribusi yang diberikan oleh Ronaldo itu pun membuat anggapan bahwa performanya tidak mengalami penurunan seperti yang sering diprediksi beberapa pihak.
Walau demikian, layaknya berbagai atlet lainnya, tentu terdapat perubahan signifikan dalam penampilan yang ditunjukkan Ronaldo seiring meningkatnya usia dari sang pemain.
Menurut laporan Sportbible, Ronaldo menjadi salah satu pemain penting Real Madrid kala meraih trofi Liga Champions di musim 2013/14. Namun, keberhasilan tersebut juga memberikan dampak signifikan terhadap badannya.
Ronaldo menderita permasalahan tendinosis pada lututnya, setelah merasakan beban yang signifikan sepanjang musim tersebut.
Sebuah utas di Twitter dari akun @laligafrauds mengungkap mengenai parahnya cedera CR7 ini. Di sana ditulis bahwa cedera tendinosis adalah cedera yang sejauh ini tidak bisa disembuhkan dan malah membuat lutut semakin lama semakin parah.
Seorang atlet yang mengalami permasalahan tendonitis harus menjalani periode rehat yang cukup lama. Atlet tenis, Rafael Nadal, mengalami permasalahan serupa yang membuatnya tidak menjalani pertandingan kompetitif selama delapan bulan.
Kondisi berbeda dirasakan oleh Ronaldo. Sejak mendapatkan permasalahan tersebut pada 2014, ia tetap bermain di level tertinggi dengan jumlah menit yang banyak.
Meski demikian, cara bermain Ronaldo jadi berubah. Ia lebih jarang berlari dengan kecepatan tinggi, dan mengutamakan penempatan diri di posisi yang ideal dalam daerah pertahanan lawan.
Namun, bagi Ronaldo (dan pemain lain yang menderita kondisi serupa), tindakan itu memang harus dilakukan. Apabila tidak dapat, ia mungkin tidak bisa menjalani kariernya hingga usia 36 tahun (atau lebih, mengingat ia belum mengumumkan rencana untuk pensiun dalam waktu dekat).
Ronaldo juga tetap mampu menorehkan prestasi dengan tim yang dibelanya walaupun mengalami masalah pada lututnya. Sejak 2014, ia telah memenangi empat trofi Liga Champions dan dua La Liga bersama Real Madrid serta satu gelar Serie A bersama Juventus.
Ronaldo juga meraih gelar Euro 2016 serta UEFA Nations League tahun 2019 bersama Portugal. Ia juga memenangi penghargaan individu seperti Ballon d'Or pada tahun 2014, 2016 dan 2017.
****
