Kumparan Logo

Tragedi Kanjuruhan Sempat Buat Asisten Pelatih Arema Ingin Tinggalkan Sepak Bola

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain dan official Arema FC mendatangi Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022).  Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pemain dan official Arema FC mendatangi Stadion Kanjuruhan pascakerusuhan di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO

Tragedi Kanjuruhan amat memukul skuad Arema. Asisten pelatih tim 'Singo Edan', FX Yanuar Wahyu, bahkan sempat mengaku ingin meninggalkan sepak bola.

Ratusan orang meninggal akibat kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1, Sabtu (2/10). Data terakhir yang dirilis Posko Postmortem Crisis Center, Selasa (4/10) pagi WIB, total ada 131 korban jiwa dan lebih dari 300 orang luka-luka dalam tragedi tersebut.

Tentu bukan hal mudah bagi pemain dan ofisial Arema untuk menerima hal ini. Apalagi, sejumlah korban dilaporkan meninggal di ruang ganti tim. FX Yanuar mengaku sempat ingin meninggalkan sepak bola, tetapi ia lalu menemukan alasan untuk tetap berjuang.

embed from external kumparan

"Sempat berpikir untuk meninggalkan sepak bola karena tragedi ini. Tidak selayaknya sepak bola sampai mengorbankan nyawa Manusia," tulis Yanuar dalam unggahan di Instagram, Senin (3/10).

"Tetapi saat seorang ayah yang kehilangan anak gadisnya 15 tahun di tragedi ini dengan tegar berkata, 'Tetap semangat jangan pernah menyerah dan jangan pernah mundur', saat itulah semangat bangkit kembali untuk membangun sepak bola Indonesia dan tidak akan pernah hilang. Mari berbenah, mari berubah untuk kejayaan sepak bola Indonesia," tambahnya.

Sejumlah pemain dan official Arema FC menaburkan bunga di depan patung Singa Tegar kawasan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO
Sejumlah pemain dan official Arema FC memanjatkan doa di depan patung Singa Tegar kawasan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO

Belum ada pihak yang sudi mengaku bertanggung jawab atas kejadian ini. Pelatih Arema FC, Javier Roca, sempat mengutarakan pendapatnya soal tragedi di Kanjuruhan.

Roca mengatakan kejadian tersebut adalah puncak dari kesalahan semua pihak. Pelatih asal Chile itu berharap tak akan lagi ada kejadian tersebut di sepak bola.

"Saya rasa ini adalah puncak kesalahan dari semua pihak termasuk kita juga. Semua harus mulai dari titik nol setelah kejadian seperti ini, semoga tidak ada kejadian atau nyawa yang hilang lagi di dalam stadion," tutur Roca kepada wartawan, Senin (3/10).

"Kita harus mulai hargai kerjaan orang, hargai usaha orang, kita dalam sepak bola sudah tahu aturannya apa pun hasil skor kita harus mulai menerima," tambahnya.