Tujuan Sarri ke Chelsea: Bersenang-senang dengan Filosofinya

Tidak diragukan lagi bahwa musim lalu adalah musim yang menyebalkan untuk suporter Chelsea. Jika dibandingkan tim enam besar lainnya, Chelsea merupakan tim dengan jumlah gol paling sedikit di Premier League musim lalu. Tercatat, Eden Hazard dan kolega cuma berhasil mencetak 1,6 gol per laga. Sehingga, 'Si Biru' pun gagal untuk sekadar mengamankan tiket ke Liga Champions.
Nah, kesuraman inilah yang mengiringi kedatangan Maurizio Sarri ke Chelsea. Dalam wawancara perdananya sebagai manajer Chelsea, mantan bankir ini berujar bahwa dia ingin membuat pemain-pemain dan suporter tim yang bermarkas di Stamford Bridge itu bersenang-senang dengan filosofi sepak bola menyerangnya. Sesuatu yang sudah menjadi ciri khas Sarri sejak menjadi allenatore Napoli.
Sepak bola menyerang Sarri di Napoli, yang menitikberatkan pada pergerakan cepat dalam penguasaan bola, berujung dengan gol yang banyak. Musim lalu, Partenopei menjadi tim tersubur di Serie A setelah Juventus setelah sukses mencetak 2 gol per laga. Musim sebelumnya lagi lebih tinggi nilainya: Dries Mertens dan kolega menjadi tim tersubur di Italia dengan catatan 2,4 gol per laga.
Dari gol yang banyak itulah Napoli bisa sesekali menyenggol Juventus untuk perebutan gelar Scudetto dalam beberapa musim terakhir.
"Saya ingin membawa filosofi saya ke tim ini dan saya ingin memelihara sebagian pemain di klub ini. Sebab, saya yakin mereka sanggup mengantarkan tim ini untuk menjadi yang terbaik. Saya ingin menunjukkan sepak bola yang menyenangkan untuk ditonton. Andai tim ini bisa bersenang-senang, saya yakin suporter juga akan bersenang-senang," ujar Sarri.

Jelas, Sarri sadar bahwa menginjeksikan filosofinya ke Chelsea takkan semudah kedengarannya. Terutama, karena Premier League dan Serie A punya gaya yang berbeda. Sarri merasa Serie A lebih taktis, sementara Premier League lebih megnandalkan kontak fisik.
Namun, dia juga ingat bagaimana Pep Guardiola dan Manchester City-nya sukses besar di musim lalu. Setelah musim perdana yang berat, Guardiola berhasil memadukan kekuatan second ball khas sepak bola Inggris dalam taktik juego de posicion-nya. Kondisi ini didukung dengan hadirnya pemain-pemain-pemain yang berkualitas di bursa transfer.
Sehingga, andai manajemen mendukungnya untuk mendapatkan pemain sesuai harapan, Sarri yakin proses pembelajaran ia dan pemainnya akan berlangsung lebih cepat.
"Waktu masih di Napoli, saya butuh tiga bulan untuk menerapkan gaya permainan saya. Saya harap, kualitas pemain kami bisa membuat prosesnya bisa lebih cepat dari itu. Jelas ini akan sulit, tapi ini juga akan menyenangkan. Saya tahu saya akan sesekali gagal, tapi saya yakin juga sanggup belajar dari kesalahan," pungkasnya.
