Ultras Thailand Ancam Boikot SEA Games, Ungkap 3 Pernyataan Tegas

3 Desember 2025 19:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ultras Thailand Ancam Boikot SEA Games, Ungkap 3 Pernyataan Tegas
Timnas Thailand terancam tidak akan mendapat dukungan maksimal dari suporter mereka. Kelompok Ultras Thailand ingin memboikot SEA Games.
kumparanBOLA
Suporter Thailand saat lawan Malaysia dalam laga lanjutan Grup A Piala AFF 2024 di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Sabtu (14/12). Foto: Facebook Changsuek
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Thailand saat lawan Malaysia dalam laga lanjutan Grup A Piala AFF 2024 di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Sabtu (14/12). Foto: Facebook Changsuek
ADVERTISEMENT
Timnas Thailand terancam tidak akan mendapat dukungan maksimal dari suporter mereka. Kelompok Ultras Thailand ingin memboikot SEA Games dan melayangkan 3 tuntutan.
ADVERTISEMENT
Mengutip dari Thairath, mereka mengancam tidak akan mendukung Timnas Thailand di cabor sepak bola dan futsal. Pada dasarnya, mereka tidak setuju dengan pelanggaran hak dari peraturan pendaftaran untuk menonton pertandingan SEA Games.
Jadi, dalam panitia SEA Games 2025 memperbolehkan penggemar menonton semua cabor secara gratis, tetapi harus mendaftar untuk mengonfirmasi identitas mereka terlebih dahulu. Namun, kelompok Ultras Thailand tidak setuju.
Maka dari itu, Ultras Thailand melayangkan tiga tuntutan. Yang pertama, mereka menolak sistem yang melanggar hak-hak suporter Timnas Thailand. Bagi mereka, memaksa orang untuk mendaftarkan informasi pribadi sebelum memasuki stadion merupakan pelanggaran terhadap kebebasan dasar penonton olahraga.
Sejumlah suporter Timnas Thailand di pertandingan babak kualifikasi Piala Asia U-23 Indonesia vs Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi, Jumat (22/3). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
"Di era di mana data pribadi mudah diretas dan bocor, praktik ini secara langsung membuat warga rentan terhadap penipuan, dan yang lebih tidak dapat diterima adalah bahwa tindakan ini tidak pernah diterapkan secara setara kepada VIP atau orang-orang istimewa," ujar Ultras Thailand.
ADVERTISEMENT
"Ini bukan keamanan, tetapi ketidakadilan yang dipaksakan kepada kami. Terlebih lagi, Kamboja telah menarik diri dari sepak bola. Oleh karena itu, memaksa warga untuk memberikan informasi pribadi tidak dapat diterima. Penggemar sepak bola Thailand berhak menolak memberikan informasi pribadi kepada manajemen," tambah mereka.
Kedua, Ultras Thailand menolak kebijakan pengelolaan zona suporter. Mereka menilai, penataan zona suporter tim tamu di belakang gawang bertujuan memberikan keuntungan bagi tim tamu di seluruh zona dan mengurangi tekanan dari suporter Ultras Thailand yang berada di belakang gawang di Zona S.
"Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang penataan zona sorak sesuai prinsip-prinsip sepak bola internasional," tegas mereka.
Suporter Timnas Thailand memenuhi Rajamangala National Stadium, Bangkok, pada final putaran kedua AFF Suzuki Cup 2016, Sabtu (17/12). Foto: Aditia Noviansyah
Ketiga, Ultras Thailand menegaskan tetap setia mendukung tim nasional. Akan tetapi, mereka ogah tunduk kepada manajemen Otoritas Olahraga Thailand dalam cabang olahraga sepak bola ini.
ADVERTISEMENT
"Namun, kami akan mengunjungi setiap stadion dan setiap pertandingan untuk mendampingi atlet Thailand. Namun, kami tidak akan menginjakkan kaki di lapangan selama langkah-langkah manajemen belum diselesaikan," jelas Ultras Thailand.
"Kali ini, tidak memasuki stadion bukanlah sebuah kemunduran, melainkan sebuah kebangkitan untuk melindungi martabat para penggemar Thailand di seluruh negeri terkait pelanggaran hak data pribadi dan pengelolaan zona suporter. Ini adalah pendirian kami, teguh, jelas, dan teguh pada martabat dan ideologi para pendukung tim nasional Thailand," tandas mereka.
Thailand berada di Grup A bersama Timor Leste dan Singapura. Harusnya, ada Kamboja juga, tetapi mereka mundur karena imbas konflik militer beberapa waktu lalu yang masih memanas hingga sekarang. Thailand akan melawan Timor Leste di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Rabu (3/12) pukul 19:00 WIB.
ADVERTISEMENT