Kumparan Logo

Van Dijk: Musim Ini Hanya Permulaan bagi Kami

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juergen Klopp merayakan kemenangan Liverpool bersama Mo Salah dan Virgil van Dijk. Foto: Reuters/Phil Noble
zoom-in-whitePerbesar
Juergen Klopp merayakan kemenangan Liverpool bersama Mo Salah dan Virgil van Dijk. Foto: Reuters/Phil Noble

Jelang musim 2018/2019 berakhir, Liverpool masih berada dalam pengejaran dua trofi mayor, Premier League dan Liga Champions. Tentu saja, pencapaian ini terbilang impresif. Menariknya, bagi pemain andalan Liverpool, Virgil van Dijk, kesuksesan di musim ini hanyalah permulaan untuk kejayaan di musim-musim selanjutnya

Liverpool saat ini masih bersaing ketat dengan Manchester City untuk menjuarai Premier League. Hingga pekan ke-37, Liverpool mampu berada di peringkat dua klasemen bermodalkan 94 poin, selisih hanya satu poin dengan City yang berada di atasnya.

Pada akhirnya, nasib Liverpool di liga domestik akan ditentukan di partai pemungkas Premier League hari Minggu (12/5/2019) malam WIB. Untuk menjadi juara, Liverpool harus mengalahkan Wolverhampton Wanderers sembari berharap City gagal meraih poin penuh kala melawan Brighton & Hove Albion.

Di Liga Champions, Liverpool berhasil masuk ke final untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Keberhasilan The Reds di musim ini terasa lebih spesial berdasarkan apa yang mereka lakukan di babak semifinal melawan Barcelona. Ya, setelah kalah di leg pertama dengan skor 0-3, Liverpool mampu membalikkan keunggulan raksasa Spanyol itu di leg kedua, dan lolos dengan skor agregat 4-3.

Di laga final, Liverpool akan berhadapan dengan tim asal Inggris lainnya, Tottenham Hotspur. Berbeda dengan di Premier League, nasib Liverpool di Liga Champions ada di tangan mereka sendiri

Kendati tetap ada kemungkinan Liverpool gagal memenangi keduanya, meraih 94 poin—97 poin jika menang melawan Wolves—di Premier League sembari terus melaju ke final Liga Champions adalah suatu pencapaian yang mengilap.

Kegembiraan pemain Liverpool usai menang dari Barcelona. Foto: REUTERS/Phil Noble

Namun, Van Dijk percaya bahwa musim ini hanyalah awal bagi Liverpool. Bek tengah asal Belanda itu percaya bahwa timnya mampu melewati prestasi di musim ini di musim-musim selanjutnya. Alasan Van Dijk adalah usia skuat Liverpool saat ini terbilang masih muda.

“Kami memiliki skuat dengan kelompok usia yang menguntungkan, di antara 20 hingga 27, 28 tahun. Maka, saya berharap kami tetap bertahan bersama selama beberapa tahun, berkembang sebagai satu tim, dan mendapatkan banyak kesuksesan. Musim ini hanyalah awal bagi kami, dan kami berharap dapat melakukan hal seperti saat ini di tiap musim,” ujar Van Dijk dikutip dari situs resmi Liverpool.

Van Dijk memang benar. Pemain-pemain kunci Liverpool di tiap posisi seperti Alisson Becker, Fabinho, Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Van Dijk pribadi sedang berada di usia matangnya (25-27). Liverpool juga masih memiliki pemain belia yang luar biasa seperti Trent-Alexander Arnold, yang baru berumur 20 tahun.

Dengan pemain-pemain berkualitas yang masih berada di usia emas, wajar apabila Liverpool diprediksi akan terus bersaing di musim-musim mendatang. Namun, untuk Premier League, Van Dijk ogah menatap jauh-jauh.

Virgil van Dijk, benteng pertahanan Liverpool. Foto: Action Images via Reuters/Lee Smith

Menurut mantan pemain Southampton itu, Liverpool masih mampu untuk menjuarai Premier League di musim ini. Memang, nasib mereka bergantung pada hasil yang didapatkan oleh tim lain, tetapi asa Van Dijk rupanya tidak padam sama sekali.

Kendati begitu, Van Dijk juga menambahkan bahwa, seandainya Liverpool gagal meraih trofi Premier League, kegagalan tersebut tak akan merusak musim mereka yang indah.

“Saya harap kami tetap menjadi penantang juara Premier League. City adalah salah satu tim terbaik di dunia, dan mereka telah menunjukkan di musim ini bagaimana caranya menyulitkan tim lain. Namun, kami juga masih memiliki peluang dan semuanya masih mungkin terjadi," kata Van Dijk.

“Masih ada laga yang akan kami dan mereka mainkan di hari Minggu dan kami akan menunggu apa yang terjadi. Yang dapat kami lakukan adalah memenangi dua laga sisa yang kami miliki: melawan Wolves dan final Liga Champions. Kami telah mencapai sesuatu yang luar biasa di musim ini, dan apa pun yang terjadi, kami patut bangga,” tutupnya.