Viral Bhayangkara FC Diduga Nongkrong Tanpa Prokes Ketat, PT LIB Beri Tanggapan
ยทwaktu baca 2 menit

Sedang viral foto sejumlah pemain Bhayangkara FC diduga sedang nongkrong di luar atau area hotel tempat menginap mereka di Bali. Seolah, protokol kesehatan (prokes) tak ketat diterapkan karena ada pemain yang tetap mengenakan masker dan ada juga yang tidak. Posisi duduk mereka juga tampak berdekatan.
Tidak diketahui pasti kapan dan di mana foto tersebut diambil. Namun, mengingat banyaknya kasus pemain klub Liga 1 2021/22 terpapar COVID-19 sepanjang pelaksanaan putaran kedua di Bali, foto itu akhirnya mendapat reaksi beragam dari netizen.
PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga pun menanggapi hal ini. Kepala Hubungan Media PT LIB menegaskan bahwa pihaknya telah memberi imbauan ke semua klub peserta Liga 1 terkait ancaman COVID-19.
"Pada prinsipnya, dari PT LIB sudah mengimbau untuk diadakan pengetatan protokol kesehatan kepada setiap klub. Mereka harus disiplin dan benar-benar patuh pada peraturan yang sudah diinformasikan. Sejauh ini klub juga menyadari setiap risikonya," katanya kepada kumparan, Minggu (13/2).
Sejauh ini, Bhayangkara FC belum pernah melaporkan adanya kasus positif COVID-19 di skuad mereka. Belum ada kondisi yang membuat mereka harus tampil dengan skuad seadanya di Liga 1 2021/22.
Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, pernah menjelaskan bahwa selama ini sistem yang diterapkan di Liga 1 adalah semi-bubble to bubble. Dalam artian, klub masih diperbolehkan kembali ke home base ketika jeda kompetisi.
Namun, usai laga PSM vs Persib yang mestinya digelar pada 2 Februari mesti ditunda karena badai COVID-19, Sudjarno berharap klub-klub Liga 1 dapat segera menerapkan full bubble. Dengan begitu, angka penyebaran wabah diharapkan dapat ditekan.
"Sekarang, kami fokus ke pemutusan mata rantai COVID-19. Kami perketat lagi semi-bubble, kami bahkan harapkan klub mau menerapkan full-bubble," kata Sudjarno dalam konferensi pers.
"Jadi, kami mengharapkan full-bubble. PT LIB akan bekerja sama dengan kearifan lokal untuk akomodasinya. Kami belum ada denda, tetapi yang rugi klub sendiri."
"Kami sudah bersurat ke klub, PT LIB akan membikin langkah pengawasan. Contoh, klub tak akan diakomodasi jalan-jalan keluar. Sebetulnya, yang kami terapkan di Bali sama seperti di Jawa, cuma mungkin ada kelalaian, kami akui itu dan akan kami perbaiki."
"Full bubble kembali ke klub dan PT LIB, mendisiplinkan pemain tak boleh jalan-jalan dan dilarang menghadiri pertemuan tidak penting. Hanya boleh latihan resmi dan acara dengan klub lainnya. Kearifan lokal akan kami berdayakan," tandasnya.
