Kumparan Logo

Virus Corona: Dries Mertens Apresiasi Kinerja Tenaga Medis di Italia

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pengunjung berjalan di lapangan Santo Markur yang sepi di Venesia, Italia, Selasa (10/3). Foto:  REUTERS / Manuel Silvestri
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengunjung berjalan di lapangan Santo Markur yang sepi di Venesia, Italia, Selasa (10/3). Foto: REUTERS / Manuel Silvestri

Italia menjadi salah satu negara dengan kasus virus corona tertinggi. Menurut data worldometers per Selasa (17/2020), sudah ada 27.980 kasus dengan jumlah kematian mencapai 2.158.

Dries Mertens turut angkat suara soal pandemi virus corona di Italia. Dalam hal ini, penyerang Napoli itu mengapresiasi kontribusi para tenaga medis di 'Negeri Piza'. Meski jumlah pasien virus corona di sana jadi salah satu yang tertinggi di Eropa, bahkan dunia, tercatat sudah 2.749 pasien telah sembuh.

Petugas polisi memeriksa seorang peserta di Karnaval Venesia, Italia, Minggu (24/2). Foto: REUTERS/Ohad Zwigenberg ISRAEL OUT

"Saya telah melihat semua video yang mereka buat tentang Anda saat kalian membantu semua orang," kata Mertens pada video Instagram-nya.

"Saya tahu ini saat yang sulit bagi Anda, tetapi Anda semua melakukan pekerjaan dengan baik. Terima kasih untuk apa yang Anda lakukan.

"Anda bahkan tidak bisa tinggal dekat dengan keluargamu. Saya ingin mengucapkan terima kasih dan semoga tetap kuat dalam bertugas."

Tingginya kasus virus corona itu memaksa Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte untuk melakukan lockdown di seluruh wilayah --sekaligus jadi negara pertama yang melakukan isolasi secara masif. Itulah mengapa jalanan di beberapa kota di Italia menjadi sepi karenanya.

Penggawa Napoli, Dries Mertens. Foto: Reuters/Ciro De Luca

Alejandro 'Papu' Gomez mengungkapkan betapa sunyinya jalanan Bergamo akibat virus corona. Gelandang serang Atalanta tersebut bahkan menyebut situasi itu tak ubahnya seperti di film-film horor.

Setali tiga uang dengan penggambaran situasi Asmir Begovic. Kiper kedua AC Milan itu menyebut bahwa para penduduk memilih mengurung diri di rumahnya masing-masing. Jalanan kosong melompong, terhitung hanya swalayan satu-satunya titik aktivitas di sana.