Wahai Persija, Mengapa Masih Sulit Menang?

29 September 2021 14:34 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pertandingan Persija Jakarta vs Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (28/9). Foto: Media Persija
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan Persija Jakarta vs Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (28/9). Foto: Media Persija
ADVERTISEMENT
Liga 1 2021/22 sudah bergulir lima pekan. Namun, tim sebesar Persija Jakarta masih saja sulit menang. Tercatat, 'Macan Kemayoran' baru sekali meraup 3 poin, sementara 4 laga lainnya berakhir imbang.
ADVERTISEMENT
Persija bahkan baru meraih kemenangan di pekan keempat. Dalam 3 laga awal, mereka bermain imbang dengan PS Sleman, PSIS Semarang dan Persipura Jayapura.
Di pekan ke-4, 'Macan Kemayoran' menang tipis 2-1 atas Persela Lamongan. Namun, tren positif itu tak berlanjut di pekan kelima dengan ditahan imbang 1-1 Persita Tangerang.
Dengan hasil itu, Persija kini nangkring di posisi keenam berbekal tujuh angka. Mereka tertinggal empat poin dari Bali United yang bercokol di puncak klasemen sementara.
Tentu, catatan dalam 5 pekan terakhir cukup mengecewakan, mengingat Persija datang dengan status jawara turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Apalagi, mereka dikomandoi pelatih kelas dunia, Angelo Alessio.
Masalah dalam skuad Persija sebenarnya sudah digaungkan The Jakmania sebelum kompetisi bergulir. Kala itu, tak ada terobosan berarti dari manajemen Persija di bursa transfer, yang membuat suporter geram.
ADVERTISEMENT
Tak ada nama pemain top yang didatangkan ke skuad 'Macan Kemayoran'. Yang ada, malah mereka ditinggalkan gelandang yang menggondol penghargaan pemain terbaik Piala Menpora 2021: Marc Anthony Klok.
Kepergian Klok tak dibarengi dengan kedatangan pemain dengan kelas serupa. Alhasil, Angelo 'terpaksa' memberdayakan Rohit Chand dan Tony Sucipto sebagai gelandang. Sayangnya, atribusi lengkap Klok yang apik dalam bertahan dan membangun serangan tak dimiliki Rohit dan Tony.
Gelandang Persija Jakarta, Marc Klok, saat melawan Borneo FC. Foto: dok. Persija
Tak ada pengganti sepadan dari Klok hanyalah satu dari sederet problematika Persija musim ini. Sejatinya, ada faktor yang lebih krusial yakni kedalaman skuad.
Alessio praktis tak punya banyak pilihan pemain yang bisa diturunkan. Permainan Persija cenderung monoton dengan mengandalkan sayap dan Marko Simic di ujung tombak.
ADVERTISEMENT
Saat dihadapkan dengan situasi deadlock, Angelo hanya disediakan dengan pilihan amat terbatas. Mau tak mau, Alessio hanya bisa menurunkan pemain muda minim pengalaman sembari berharap sentuhan Dewi Fortuna untuk mengubah situasi.
Hingga pekan kelima, Persija sudah banyak menurunkan pemain muda. Sebut saja Taufik Hidayat, Alfriyanto Nico, Radzky Ginting, Ilham Rio Fahmi, Salman Alfarid, Raka Cahyana, Muhammad Ferarri, Adrianus Purnomo hingga Donny Tri Pamungkas. Beberapa dari mereka bahkan tak punya pengalaman berkompetisi di Liga 1.
Memberi menit bermain kepada para pemain muda tentu bisa menjadi hal baik. Namun, menaruh beban kepada mereka untuk mampu mengubah situasi jelas merupakan hal lain.
Para wonderkid ini tak sepatutnya diharapkan menjadi pemain pembeda. Kecil kemungkinan kehadiran mereka bisa langsung membawa dampak besar pada permainan, apalagi mengejar skor di sisa waktu.
ADVERTISEMENT
Hal ini sudah terbukti dalam hasil-hasil seri yang diraih Persija. Persija selalu unggul lebih dulu--kecuali versus Persipura yang berakhir 0-0--sebelum lawan menyamakan kedudukan.
Dan, 'Macan Kemayoran' selalu gagal mencetak gol untuk mengunci kemenangan. Bahkan, di laga kedua kontra PSIS, mereka tak mampu mempertahankan keunggulan 2-0, sehingga laga berakhir sama kuat 2-2.
Laga PS Sleman vs Persija Jakarta. Foto: Dok. Persija
Saat kontra PSIS, Persija bobolan di menit 71 dan 88. Angelo bereaksi dengan memasukkan Ilham Rio Fahmi menggantikan Alfriyanto Nico--yang juga pemain muda.
Alih-alih mencetak gol, Persija malah kebobolan 2 menit jelang bubar beberapa saat usai Adrianus Pramono masuk. Angelo kembali 'putar otak' dengan memasukkan Taufik Hidayat. Hasilnya, nihil.
Di laga pembuka Liga 1, Persija disamakan PS Sleman 1-1 di menit 67. Angelo memasukkan Alfriyanto Nico dan Radzky Ginting di sisa waktu. Namun, lagi-lagi nihil.
ADVERTISEMENT
Lalu, di pekan ketiga kontra Persipura Jayapura. Persija tak mampu menembus benteng pertahanan Persipura di babak pertama. Di interval kedua, Alessio merombak komposisi pemain dengan memasukkan 4 darah muda, yakni Alfriyanto Nico, Taufik Hidayat, Salman Alfarid dan Raka Cahyana. Mereka semua tak bisa jadi 'kartu AS' Persija.
Pertandingan Persija Jakarta vs Persela Lamongan pada pertandingan lanjutan Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (24/9). Foto: Media Persija
Terkini, Persija baru saja ditahan imbang 1-1 Persita di pekan kelima. Di babak kedua pertandingan, Angelo menurunkan Taufik Hidayat, Ilham Rio Fahmi dan Donny Tri Pamungkas. Tak banyak yang bisa dilakukan Angelo, sebab di bangku cadangan hanya ada Ramdani Lestaluhu dan Yann Motta yang notabenenya pemain berpengalaman.
Kondisi Persija kian buruk saat Riko Simanjuntak cedera. Dalam 2 pertandingan, Marko Simic terlihat 'mati kutu'. Ia tak mendapat suplai bola yang biasa diberikan Riko.
ADVERTISEMENT
Simic beberapa kali sampai turun menjemput bola ke lini tengah. Padahal, ia adalah striker bertipikal target man. Ruwet, memang.
Lantas, mampukah Persija bangkit dengan meraih tiga poin saat menghadapi Persiraja Banda Aceh pada 2 Oktober mendatang? Patut dinantikan.
***