Wejangan Iwan Bule ke Calon Ketum Baru PSSI: Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule, memberi wejangan untuk calon Ketum baru PSSI. Ia berharap Ketum PSSI penggantinya dapat mengambil pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan.
Tak hanya itu, Iwan juga berharap calon Ketum PSSI yang baru tidak pernah lelah untuk memajukan sepak bola Indonesia. Sebab, ia menilai sepak bola merupakan alat pemersatu bangsa.
"Siapa pun ketua umum yang baru, saya berharap yang terbaik. Jangan pernah lelah untuk memajukan sepak bola karena ini alat pemersatu bangsa. Saya minta Tragedi Kanjuruhan jadi pelajaran berharga agar sepak bola maju," ujarnya selepas Kongres Biasa PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (15/1).
Tragedi Kanjuruhan merupakan peristiwa kelam sepak bola Indonesia. Insiden tersebut terjadi selepas laga Arema FC kontra Persebaya pada 1 Oktober 2022. Tragedi tersebut setidaknya merenggut 135 korban jiwa.
Adapun periode kepemimpinan Iwan Bule di PSSI akan berakhir pada 16 Februari 2023. Pria berusia 60 tahun tersebut memutuskan tidak akan maju lagi sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.
"Dalam kongres ini saya sampaikan, setelah saya melakukan [salat] istikarah, saya merasa pengabdian saya untuk PSSI telah cukup, sudah maksimal raga, waktu, dan pikiran," kata Iwan.
"Akhirnya, saya memutuskan bahwa saya tidak akan maju lagi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI," lanjutnya.
Per 15 Januari 2023, tercatat sudah ada dua sosok yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. Dua sosok tersebut adalah La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir.
Batas terakhir pendaftaran menjadi calon Ketum PSSI periode 2023-2027 pada Senin (16/1) besok.
