10 Pemain yang Wajib Kamu Perhatikan di Piala Dunia Wanita 2023, Siapa Aja?
·waktu baca 5 menit

Hanya 16 hari lagi, Piala Dunia Wanita 2023 akan mulai bergulir. Turnamen yang mempertemukan timnas wanita elite dunia itu jelas ditunggu-tunggu oleh para pecinta sepak bola, yang merindukan aksi deretan bintang seperti dari Alexia Putellas, Sam Kerr, hingga Alex Morgan.
Piala Dunia Wanita tahun ini juga diprediksi lebih ketat ketimbang edisi-edisi sebelumnya. Ada hasrat yang kuat dari negara-negara peserta untuk bisa memutus dominasi The Stars and Stripes—julukan Timnas Wanita AS—di turnamen sepak bola wanita empat tahunan itu.
Sebagian timnas telah resmi mengeluarkan skuad final mereka untuk Piala Dunia Wanita 2023 nanti. Dari ratusan pemain yang akan berlaga nanti, 10 di antaranya pantas kamu antisipasi aksinya. Mengutip Al Jazeera, inilah 10 pemain tersebut:
Sam Kerr - Australia
Nama Sam Kerr pasti sudah tak asing lagi di telinga para penggemar sepak bola wanita. Striker asal Negeri Kangguru ini bermain untuk klub terbaik Inggris, Chelsea, dan bahkan menjadi top scorer di Liga Inggris Wanita (WSL).
Hingga kini, pemain berusia 29 tahun itu menjadi salah satu striker terproduktif di Eropa. Dalam 67 pertandingan yang ia jalani bersama Chelsea dari pertengahan 2020, Kerr telah mencetak 54 gol. Apalagi, bersama Australia, ia akan tampil di depan publik sendiri. Tak heran jika dirinya menjadi salah satu pemain yang performanya wajib ditunggu-tunggu pada gelaran Piala Dunia Wanita.
Marta - Brasil
Pemain legendaris Brasil, Marta, akan turun di Piala Dunia Wanita edisi keenamnya. Peraih enam gelar Pemain Terbaik FIFA itu tercatat telah menyumbang 17 gol di Piala Dunia Wanita yang ia ikuti. Ini adalah catatan gol terbanyak di turnamen Piala Dunia, baik di sektor pria ataupun wanita.
Sebelum memastikan diri tampil di Piala Dunia, Marta sempat mengalami cedera ACL pada akhir musim lalu yang membuat namanya diragukan masuk dalam line up Timnas Brasil di Piala Dunia. Beruntungnya, gelandang berusia 37 tahun tersebut sudah pulih dan siap untuk unjuk gigi di Piala Dunia Wanita 2023.
Alex Morgan - Amerika Serikat
Siapa yang tak kenal Alex Morgan? Superstar Timnas Amerika Serikat telah mencetak 121 gol dari 200 pertandingan bersama Timnas AS. Di usianya yang menginjak 34 tahun, performanya kian matang. Tak pelak, Morgan akan jadi andalan dalam memimpin lini depan The Star and Stripes merebut gelar Piala Dunia Wanita untuk tiga kali berturut-turut.
Khadija Shaw - Jamaika
Shaw adalah striker Manchester City asal Jamaika. Performanya di klub ciamik, ia berhasil mencetak 31 gol dalam 30 penampilannya bersama The Citizens.
Tak berhenti sampai di situ, pemain yang akrab disapa “Bunny” ini juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Jamaika. Total, Shaw telah menyumbang sebanyak 56 golnya di laga internasional. Sebuah torehan yang fantastis mengingat usianya baru menginjak 26 tahun.
Alexia Putellas - Spanyol
Jika ada pesepak bola perempuan yang pantas menyandang gelar terbaik di dunia saat ini, mungkin Putellas adalah orangnya. Tercatat, gelandang berusia 29 tahun itu telah menyandang dua titel Ballon d’Or, yakni pada 2021 dan 2022.
Tak hanya itu, gelandang Barcelona itu pernah dinobatkan menjadi Women’s Best Player FIFA dan Pemain Wanita Terbaik Eropa 2022/2023. Catatan-catatan ini membuatnya sebagai salah satu pemain yang harus diperhatikan sepanjang turnamen Piala Dunia Wanita 2023.
Ada Hegerberg - Norwegia
Striker Olympique Lyonnais, Hegerberg, juga akan tampil di Piala Dunia Wanita 2023. Penampilannya di Piala Dunia nanti sekaligus menandai kembalinya ia ke panggung sepak bola internasional usai absen selama lima tahun membela Norwegia.
Hegerberg mulai menolak bermain untuk timnas usai EURO 2017. Saat itu, Norwegia terlempar di fase grup dengan tiga kali kekalahan. Hegerberg kemudian memprotes bagaimana Federasi Sepak Bola Norwegia memperlakukan sepak bola perempuan di negaranya dengan cara boikot bermain untuk timnas.
Per 2022 kemarin, Hegerberg kembali ke timnas Norwegia. Meski absen lama di level timnas, penampilannya tetap pantas untuk ditunggu. Hal ini mengingat pemain berusia 27 tahun yang kini bermain untuk Olympique Lyonnais itu merupakan peraih satu gelar Ballon d’Or Féminin. Catatan golnya pun impresif, yaitu 158 gol dari 139 pertandingan bersama Lyon.
Lena Oberdorf - Jerman
Gelandang muda Lena Oberdorf masuk dalam skuad Timnas Jerman di Piala Dunia Wanita 2023. Namanya patut diperhitungkan, mengingat pemain berusia 21 tahun itu pernah dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di Euro 2022.
Selain berposisi sebagai gelandang, Oberdorf juga mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek sayap. Kemampuan ini akan banyak membantu Jerman bila mereka melangkah jauh ke paruh akhir turnamen.
Yui Hasegawa - Jepang
Bintang Manchester City, Yui Hasegawa, merupakan aset penting di Timnas Jepang. Pemain kelahiran 1997 itu memiliki CV yang mengesankan.
Di usianya yang baru menginjak 26 tahun, Hasegawa telah mencetak sebanyak 14 gol dalam 65 penampilannya bersama Nadeshiko, julukan Timnas Wanita Jepang. Ia juga pernah merasakan kesuksesan bersama Jepang kala memenangkan Piala Asia Wanita dan Asian Games 2018 silam.
Lucy Bronze - Inggris
Lucy Bronze adalah sosok penting di balik juaranya Timnas Inggris di EURO 2022. Bek kanan Barcelona berusia 31 tahun itu juga punya pengalaman yang sangat bernilai untuk Inggris.
Ia pernah menjuarai empat kali Liga Champions Wanita dengan dua tim berbeda. Selain itu, Bronze juga pernah menjadi juara liga di tiga negara: Inggris bersama Liverpool dan Manchester City, Prancis dengan Lyon, dan Spanyol dengan Barcelona.
Asisat Oshoala - Nigeria
Terakhir ada Asisat Oshoala. Penyerang Barcelona ini menjadi pemain Afrika pertama yang memenangkan Liga Champions Wanita, yaitu pada 2021. Ia kembali juara pada 2023 dengan tim yang sama, meski Oshoala sendiri tak tampil di laga final karena cedera.
Oshoala juga telah meraih gelar pesepak bola wanita Afrika terbaik untuk lima kali, sekaligus menjadi pemain Afrika pertama yang masuk nominasi Ballon d’Or Féminin.
Oshoala, yang mencetak gol pada penampilan Piala Dunianya di 2015 dan 2019, kini berharap untuk bisa lolos dari fase grup. Mereka akan berebut tiket 16 besar dengan tuan rumah Australia, Irlandia, dan Kanada.
