15 Pemain Tolak Bermain untuk Timnas Wanita Spanyol, Ada Apa?
·waktu baca 4 menit

Sepak bola wanita Spanyol tengah diguncang oleh serangkaian masalah dalam beberapa bulan terakhir. Puncaknya, 15 pemain La Furia Roja menolak untuk bermain bagi timnas lagi karena masalah tersebut.
Diwartakan Goal International, perpecahan di tubuh Timnas Wanita Spanyol itu terjadi sejak September 2022 lalu. Sejumlah pemain berontak meminta sang pelatih, Jorge Vilda, untuk dipecat.
Laporan yang sama menyebut jika ke-15 pemain tersebut telah mengirimkan email pengunduran diri ke Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Beragam alasan mereka tulis dalam surel tersebut, salah satu yang paling disorot adalah ihwal kesehatan mental para pemain.
Ke-15 penggawa itu, termasuk Alexia Putellas, mengirim email dengan isi pernyataan yang sama persis. Intinya, mereka mengkonfirmasi bahwa tidak ingin dipanggil untuk memperkuat tim nasional.
"Kami meminta dalam komunikasi (surat) yang dikirim ke RFEF untuk tidak dipanggil sampai situasi yang mempengaruhi keadaan emosi dan pribadi kami, kinerja kami, dan akibatnya," tulis email para pemain tersebut dikutip dari Goal International.
Salah satu dari ke-15 pemain tersebut, Patri Guijarro, hingga saat ini kukuh pada pendiriannya bahwa ia tak akan bermain sampai tuntutannya dipenuhi. Penggawa Barcelona yang menjadi pemain terbaik pada final Liga Champions Wanita 2022/23 itu berkeyakinan jika Vilda dan jajarannya punya pengaruh buruk terhadap para pemain.
"Seperti yang terjadi hari ini, saya tidak akan bermain di Piala Dunia. Emosi kami memang tengah meluap hari ini, kami baru saja memenangkan Liga Champions. Mari lihat saja nanti. Saya pikir setiap pemain ingin bermain untuk negara mereka, saya tidak tahu harus mengatakan apa," ucap Guijarro usai mengantar Blaugrana menjuarai Liga Champions Wanita, Sabtu (3/6) lalu.
Federasi Spanyol Kukuh Pertahankan Vilda
Alih-alih merespons pengunduran diri para pemain dengan baik, RFEF justru seolah membentengi Vilda. RFEF menuding pengunduran diri yang diajukan para pemain itu jauh dari nilai teladan serta diluar nilai sepak bola dan olahraga.
Pihak federasi menyebut bahwa mereka hanya akan memanggil para pemain yang mau berkomitmen dengan timnas. Bahkan, jika perlu mereka akan menggunakan tim junior bagi timnas senior. RFEF pun menegaskan bahwa mereka baru akan memanggil ke-15 pemain itu jika mereka meminta maaf kepada pihak federasi.
"RFEF telah menerima 15 email dari 15 pemain tim sepak bola senior wanita, kebetulan semuanya dengan kata-kata yang sama, yang mana mereka menyatakan bahwa situasi saat ini yang dihasilkan mempengaruhi secara signifikan keadaan emosional dan kesehatan mereka, dan bahwa selama tuntutan tidak dipenuhi, mereka mengundurkan diri dari tim nasional Spanyol," tulis pernyataan RFEF menanggapi kecaman pemain.
“RFEF tidak mengizinkan para pemain untuk mempertanyakan kesinambungan pelatih nasional dan staf pelatihnya, karena membuat keputusan itu tidak berada dalam kekuasaan mereka. Federasi tidak akan mengakui tekanan apa pun dari para pemain mana pun saat mengadopsi langkah-langkah olahraga dengan manuver seperti ini, jauh dari teladan dan di luar nilai-nilai sepak bola dan olahraga,” sambung RFEF.
RFEF pun menyebut pihaknya bakal memberikan sanksi jika para pemain menolak panggilan tim nasional. Menurut mereka, pelanggaran tersebut tergolong serius dan dapat dikenakan sanksi diskualifikasi selama dua hingga lima tahun. RFEF juga tak akan lagi memanggil para pemain yang enggan mengenakan jersi Tim Nasional Spanyol.
Sementara itu, sang pelatih yang tengah mendapat badai kecaman merasa dirinya tak dihargai oleh para pemain. Ia menilai perlakuan tersebut tak pantas diterima oleh siapa pun, termasuk dirinya sendiri.
“Saya pikir ini adalah ejekan dalam skala global. Kekacauan ini melukai sepak bola Spanyol. Ini memalukan seluruh dunia. Saya hanya akan memanggil para pemain yang ingin berada di sini 100%,” ucap Vilda dikutip dari Goal International.
Kebijakan RFEF yang terkesan melindungi Vilda tentu patut dipertanyakan. Pasalnya, Vilda, yang telah membesut La Furia Roja sejak 2015 terbilang minim prestasi.
Selama di tangan Vilda, Timnas Wanita Spanyol belum mendapatkan gelar bergengsi satu pun. Mereka terhenti di perempat final Euro Wanita 2017 lalu. Pada Piala Dunia Wanita 2019, Spanyol dihentikan oleh Amerika Serikat di babak 16 besar.
Anehnya, RFEF pada tahun lalu justru memberikan perpanjangan kontrak selama 2 tahun kepada Vilda. Pria berkebangsaan Spanyol itu nantinya bakal membesut La Furia Roja hingga 2024 mendatang.
Hingga kini, perselisihan antara 15 pemain dengan jajaran staf pelatih belum juga mereda. Padahal, Piala Dunia Wanita 2023 sudah didepan mata. Bahkan, Guijarro mengatakan bahwa ia dan sejumlah rekannya tak akan hadir bila mendapat panggilan Vilda pada 12 Juni mendatang guna melakukan persiapan Piala Dunia.
Apabila situasi tersebut tak kunjung usai, maka bisa dipastikan Spanyol bakal tak diperkuat sejumlah pemain bintangnya. Dan, kemungkinan besar Vilda juga akan lebih memilih tim junior yang dimilikinya ketimbang memanggil ke-15 pemain tersebut.
