Kumparan Logo

3 Kiper Timnas Wanita Indonesia Terbaik Versi Yolanda Krismonica, Siapa Aja?

kumparanBOLANITA

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yolanda Krismonica, pesepak bola wanita Indonesia, yang kini aktif menjadi pelatih dan Exco APPI. Foto: Instagram @yolandakrismonica
zoom-in-whitePerbesar
Yolanda Krismonica, pesepak bola wanita Indonesia, yang kini aktif menjadi pelatih dan Exco APPI. Foto: Instagram @yolandakrismonica

Dari semua mantan pesepak bola wanita Indonesia, mungkin cuma Yolanda Krismonica yang punya karier sebegitu lengkap, baik di dalam maupun luar lapangan.

Bermain di level SSB pernah, mewakili provinsi pernah, main buat timnas juga pernah. Setelah itu, kini ia juga menjadi pelatih di Akademi Raga Negeri, aktif sebagai komentator sepak bola di stasiun TV swasta, juga menjadi exco-APPI.

Makanya, Yolanda tahu soal sepak bola wanita Indonesia luar dalam. Ia jadi salah satu orang yang punya kredibilitas untuk bisa berkomentar soal, salah satunya, Timnas Wanita Indonesia. Apalagi, kalau yang ditanya seputar penjaga gawang—posisinya sendiri.

Menurut Yolanda, Indonesia kini punya banyak kiper yang punya kualitas bagus. Dari Atin Rizky, Fani, sampai Edelweiz Auradiva, kiper Indonesia semakin banyak dan semakin berkualitas.

Dengan sepak bola wanita yang terus mengalami peningkatan popularitas, ketersediaan SSB perempuan yang, meski pelan tapi terus bertambah, serta keterpaparan masyarakat pada latihan sepak bola yang serius juga makin meningkatkan kualitas pesepak bola wanita Indonesia.

Sedikit demi sedikit.

Saat ditanya siapa tiga kiper wanita terbaik saat ini, ternyata yang jadi jawaban Yolanda bukanlah nama-nama yang jadi top of mind sebagian besar orang.

“Tiga di antaranya ya, ini aku bukan meng-grade ya, tiga di antaranya, satu Kak Boma, karena menurut aku dia salah satu kiper senior, yang memang punya kualitas bagus,” ujar Yolanda kepada kumparanBOLANITA, akhir April 2025 lalu.

instagram embed

Norffince Boma merupakan kiper senior dari Papua. Ia beberapa kali mewakili tim dari Papua di PON dan Piala Pertiwi. Kiper berusia 30 tahun itu juga bermain buat Timnas Wanita Indonesia di turnamen macam AFF dan kualifikasi Piala Asia.

“Kemudian kedua ada Laita. Laita punya potensi karena kurang lebih umur yang tidak berbeda jauh dengan aku, kita berselisih satu tahun, tapi semangatnya luar biasa, dan jiwa kepemimpinannya bagus, sebagai keeper di dalam lapangan,” kata Yolanda.

Laita Roati kini menjadi palang pintu pertama di bawah mistar Timnas Wanita Indonesia. Posisinya menggeser Fani maupun Atin yang sudah lama tak dipanggil. Laita punya refleks yang bagus dan berani dalam duel bola atas maupun one on one.

“Memang orang Arema, orangnya seru, happy, dan enak banget ajak diskusi, pembawaannya baik, happy, dan bukan tipikal kiper yang talkative atau banyak berbicara, tapi memang dia berbicara sesuai dengan instruksi yang ada,” kata Yolanda soal sisi personal Laita.

Kiper Timnas Wanita Indonesia, Laita Roati, saat mendapat penghargaan Best Goalkeeper di ASEAN Women's Cup 2024. Foto: PSSI

Tak cuma kiper-kiper senior, Yolanda juga memperhatikan bakat muda yang ada. Dari amatannya, satu nama mencuat dari yang lain. Ia adalah kiper asal Persib Bandung, Gadhiza Asnanza.

“Yang terakhir aku melihat potensi Gadhiza sebenarnya, karena pemain muda, dan dia punya klub yang kompeten, latihan rutin reguler, dan aku yakin dia potensi banget untuk kiper tim masa-masa depan,” ujar Yolanda.

Pelatih kiper Timnas Wanita Indonesia U-19 Kurnia Sandy (kiri) berupaya menenangkan penjaga gawang Gadhiza Asnanza setelah kalah dari Timnas Myanmar pada pertandingan perebutan juara ketiga AFF U-19 Women Championship 2023. Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto

“Gadhiza ini masih butuh diasah lagi, tapi karena dia masih muda, dan dia sering ikut TC di timnas senior, potensi dia akan semakin terasa terus nantinya,” tambahnya.

instagram embed