Kumparan Logo

Ada Raja Mohammed VI di Balik Keberhasilan Maroko di Piala Dunia Wanita 2023

kumparanBOLANITA

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertandingan Jerman vs Maroko di Piala Dunia Wanita 2023.  Foto: Hannah McKay/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan Jerman vs Maroko di Piala Dunia Wanita 2023. Foto: Hannah McKay/REUTERS

Maroko tampil mengesankan di Piala Dunia Wanita perdananya. Berstatus sebagai tim debutan, Atlas Lionesses mampu lolos dari fase grup dan berlaga hingga babak 16 besar. Maroko juga sukses ciptakan sejarah menjadi negara jazirah Arab pertama yang berhasil mentas di turnamen wanita internasional terbesar sejagat.

Kiprah Atlas Lionesses di Piala Dunia Wanita pertamanya begitu dinantikan publik usai secara mengejutkan menjadi finalis WAFCON (Piala Wanita Afrika) 2022. Capaian itu juga yang membuat mereka lolos otomatis ke Australia & Selandia Baru.

Di laga perdana, Nouhaila Benzina dkk memang harus menelan pil pahit usai kalah telak dari Jerman dengan skor 6-0. Namun, Maroko bangkit di dua laga sisa. Mereka berhasil meraih enam poin usai menumbangkan Korea Selatan (0-1) dan Kolombia (1-0).

Hasil di laga ketiga sekaligus melontarkan mereka ke posisi dua, menggeser Jerman yang sebelumnya menjadi runner-up grup. Maroko akhirnya lolos ke fase gugur wakili Grup H, meski sayangnya dihantam 4-0 oleh Prancis di babak 16 besar.

“Berada di babak 16 besar Piala Dunia untuk Maroko adalah hal yang luar biasa. Saya sangat percaya bahwa mencapai babak 16 besar dengan tim ini, untuk pertama kalinya, setara dengan orang-orang yang mencapai semifinal. Kami baru mulai membangun tim ini tiga tahun lalu. Ada begitu banyak hal yang membuat kami bangga meskipun tim kami telah tersingkir,” ucap pelatih Maroko, Reynald Pedros, dikutip dari The Hindu Sportstar.

Kendati demikian, capaian Maroko patut diapresiasi. Sebab, ini adalah turnamen terbesar perdana mereka. Capaian mereka pun paling mencolok di antara tim debutan lain. Lantas, apa kunci sukses Maroko hingga berhasil melangkah ke babak gugur?

Selebrasi pemain Timnas Wanita Maroko usai mencetak gol ke gawang Timnas Wanita Kolombia pada pertandingan Grup H Piala Dunia Wanita 2023 di HBF Park, Perth, Australia, Kamis (3/8/2023). Foto: Luisa Gonzalez/REUTERS

Investasi Besar Kerajaan Maroko

Mengutip The Hindu Sportstar, geliat sepak bola wanita di Maroko memang baru terlihat pada tiga tahun lalu, tepatnya di 2020. Itu berawal dari pihak Kerajaan Maroko yang kucurkan investasi ke Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF).

Pada 2020 juga dibuat liga wanita profesional Maroko untuk dua divisi yang berisi 42 klub. Masing-masing klub juga membuat tim di kelompok umur U-15 dan U-17.

Selain itu, pihak federasi juga sekarang menanggung 70 persen dari pengeluaran masing-masing klub. Menurut laporan yang sama tiap pemain mendapatkan gaji minimal 3.500 (Rp14,5 juta) dirham per bulan untuk pemain divisi pertama dan 2.500 (Rp 10,3 juta) dirham di divisi kedua.

Selain kucurkan dana investasi guna menggulirkan liga sepak bola wanita, FRMF juga menunjuk Reynald Pedros untuk menjadi juru taktik Atlas Lionesses. Kiprah Pedros di kancah sepak bola wanita juga sangat mentereng, ia berhasil membawa Olympique Lyonnais dua kali menjuarai Liga Champions Wanita dan memenangkan Piala Afrika Wanita saat membesut Zambia.

Pada 2022, Maroko juga untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Piala Afrika Wanita. Hasil dari investasi kerajaan berbuah manis, di turnamen tersebut pasukan Pedros sukses keluar sebagai runner-up.

Keberhasilan itu juga membuat Maroko mendapat undangan dari pihak kerajaan. Raja Maroko Mohammed VI memanggil Timnas Wanita Maroko untuk mengucapkan selamat atas capaian mereka.

“Dia (Raja Mohammed VI) mengatakan dia sangat bangga dengan tim, jangan menangis, kami senang atas keberhasilan Anda (timnas Maroko),” Khadija Illa, Presiden Liga Sepak Bola Wanita Maroko.

“Raja kami tidak mengundang sembarang orang (ke kerajaan). Ini memberi kami dorongan besar bahwa raja juga menonton sepak bola wanita,” sambungnya.

instagram embed