Kumparan Logo

Ayu Lidya saat Awal Merantau: Gagal Masuk Timnas lalu Dikontrak Persis

kumparanBOLANITA

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayu Lidya Agustin Meok, pesepak bola wanita asal Bali. Foto: Antika Fahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ayu Lidya Agustin Meok, pesepak bola wanita asal Bali. Foto: Antika Fahira/kumparan

Bagi Ayu Lidya Agustin Meok, sepak bola mungkin sudah seperti cinta pertamanya. Dara asal Bali itu rela melakukan segala upaya agar tetap bisa bermain sepak bola.

Ditentang orang tua hingga minimnya fasilitas sepak bola wanita di Bali tak sedikit pun mengendurkan semangatnya bermain Si Kulit Bundar. Semua ia lakoni dengan satu tujuan: bermain sepak bola.

Ayu Lidya mengawali karier sepak bolanya di Bali, tanah kelahirannya. Pada 2017, ia bergabung dengan Paradise Football Angels, lalu dua tahun setelahnya ia membela Bali United di ajang Liga 1 Putri 2019.

Namun, setelah gelaran Liga 1 Putri 2019, tak ada lagi kompetisi yang diikuti Bali United wanita. Perempuan yang karib disapa Lidya itu tampaknya sadar betul jika terus-terusan di Bali, kariernya tak ke mana-mana.

Namanya juga sudah cinta, Ayu Lidya rela meninggalkan tempat kelahirannya demi bisa melanjutkan karier sepak bola. Berat memang, tapi harus ia lakukan.

instagram embed

Pelabuhan pertamanya adalah Kota Surakarta. Pesepak bola kelahiran 19 Oktober 2002 itu bergabung dengan Putri Surakarta, klub sepak bola wanita yang berbasis di Solo.

Di samping itu, Ayu Lidya sebenarnya sempat mendapat panggilan seleksi untuk membela Timnas Wanita Indonesia jelang Piala Asia Wanita 2022. Lidya sudah mencoba semaksimal mungkin, tapi namanya tak masuk dalam daftar pasukan yang dibawa Rudy Eka Priyambada (pelatih Garuda Pertiwi 2020-2023).

"Aku pernah seleksi, sih. Yang pas Piala Asia yang ke India sama ke Tajikistan (Pra-Olimpiade)," kata Lidya kepada kumparanBOLANITA di The Forum Sports Hub, Bintaro, Jakarta Selatan (13/12/2023).

Memakai jersi dengan lambang garuda di dada tentu menjadi dambaan semua pesepak bola Indonesia. Sayang, hal itu belum terwujud bagi Ayu Lidya.

Akan tetapi, takdir tuhan menuntunnya ke arah lain yang tak kalah baiknya. Bak awan cerah yang datang selepas hujan deras, Ayu Lidya diminati Persis Women usai gagal membela timnas.

instagram embed

Di tahun 2022, saat Persis meminati Lidya, Persis Women merupakan satu-satunya tim sepak bola wanita senior profesional di Indonesia. Semua pesepak bola wanita tentu ingin bergabung dengan klub itu.

Ayu Lidya tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia pun meneken kontrak selama dua tahun dengan Persis Women.

"Seneng banget, sih. Karena Persis kan satu-satunya tim yang ngebentuk tim profesional (wanita) di tahun 2022-2023," perasaan Ayu Lidya saat bergabung dengan tim wanita Persis tersebut.

Di periode 2022-2023, Persis Women menjelma jadi Dream Team bagi pesepak bola wanita Tanah Air. Ya, kurang lebih seperti Real Madrid. Belasan pemain berlabel timnas ada di tim tersebut. Mulai dari kiper seperti Fani Supriyanto, kapten Shafira Ika, hingga dua penyerang tajam Octavianti dan Baiq Amiatun. Lengkap.

Hingga saat ini, jika Ayu Lidya berbicara tentang Persis Women, hal-hal manislah yang selalu ada di benaknya. Segala aspek terasa begitu indah di Surakarta.

"(Momen paling membekas) kebersamaan teman-teman, ya. Ketika kita turnamen, walaupun sekarang belum ada liga, tapi turnamen-turnamen yang kita ikuti ketika meraih kemenangan, itu momen-momen paling berkesan, sih," kata dara asal Bali tersebut.

Ayu Lidya Agustin Meok, pesepak bola wanita asal Bali. Foto: Antika Fahira/kumparan

Bahkan, di Persis Women, ia bisa satu tim dengan pemain idolanya: Shafira Ika. Tak tanggung-tanggung, Ayu Lidya dan Shafira Ika bahkan menjadi teman kamar bersama atau roommate.

"Aku awalnya kayak, ‘Wah, ini Shafira Ika, nih. Aku bisa satu tim’. Dan kebetulan aku waktu itu dapet sekamar juga. Awalnya kita ya canggung lah, tapi ketika aku kenal dia kayak ‘Wah, humble orangnya’. Jadi aku bener-bener kayak, ‘Wah seneng banget nih. Nggak salah ngidolain orang’," cerita Lidya soal sosok Shafira Ika.

Ayu Lidya benar-benar menikmati momen bersama Persis Women. Nahas, saat ia akan mengakhiri tahun keduanya, Persis justru membubarkan tim wanitanya. Ketidakjelasan soal kapan Liga 1 Putri digelar kembali menjadi penyebab utama.

"Kita semua pasti ngerasain sedih banget. Karena kita memang lagi di puncaknya. Kita bener-bener nyatu, kita bener-bener kompak. Cuma di satu sisi juga kita nggak bisa salahin tim karena liga aja kita nggak jalan. Jadi, walaupun kita dikumpulkan, target kita juga nggak tau mau ke mana," tutur Ayu Lidya soal bubarnya Persis Women.

instagram embed