Bagaimana Main Sepak Bola saat Menstruasi? Striker Man City Bagikan Pengalaman
·waktu baca 4 menit

Berbicara soal pesepak bola perempuan, mungkin banyak yang penasaran perihal bagaimana cara mereka mengatasi menstruasi. Sebab, menstruasi dapat membuat tubuh menjadi lemas akibat terlalu banyak darah yang keluar, sehingga menghalangi aktivitas sehari-hari, termasuk pesepak bola.
Menstruasi bisa menyebabkan seorang perempuan kerap mengalami kram atau nyeri perut, sehingga susah untuk menggerakkan tubuh. Menstruasi yang datang setiap satu bulan sekali itu bisa mempengaruhi performa para pemain sepak bola, terlebih saat tengah bertanding di lapangan hijau.
Lantas, apa hal pertama yang harus dilakukan oleh para pemain yang tengah menstruasi? Apakah mereka bisa berbicara dengan terbuka soal kondisi tersebut kepada sang pelatih?
Masalah Kurangnya Komunikasi Pemain dengan Pelatih soal Menstruasi
Mengutip Breakthrough by Neliti, stigma menstruasi dapat mempengaruhi komunikasi antara pemain dan pelatih. Para pelatih yang notabenenya adalah laki-laki tidak mempunyai pengetahuan cukup soal menstruasi yang dialami kaum hawa.
Para pemain yang tengah datang bulan juga jarang membicarakan kondisi tersebut kepada pelatih mereka. Salah satu pelatih tim Eropa saat survei penelitian bahkan mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa mengenai menstruasi yang dialami oleh anak asuhnya.
“Kami para pelatih benar-benar tersesat. Dalam karier saya, mereka tidak membicarakan hal ini kepada saya,” kata pelatih anonim dari tim sepak bola wanita Eropa.
Bisakah Melacak Siklus Menstruasi?
Melacak siklus menstruasi merupakan cara yang sering digunakan oleh beberapa klub sepak bola. Pelacakan tersebut dapat digunakan dengan menggunakan aplikasi.
Proses pelacakan siklus menstruasi juga memiliki banyak nilai plus. Salah satunya yakni dapat membantu komunikasi antar pemain dan pelatih, sehingga mengurangi stigma yang timbul kala menstruasi melanda.
Kendati begitu, pada penelitian tersebut, melacak siklus menstruasi dianggap kurang ampuh. Sebab, masih ada orang yang menganggap bahwa pelacakan tersebut bertentangan dengan privasi data.
Menunjuk Pelatih Perempuan untuk Tangani Pemain Menstruasi
Menurut sumber yang sama, satu-satunya cara efektif dalam mengetahui seputar menstruasi yang dialami oleh para pemainnya adalah dengan menunjuk pelatih perempuan. Hal itu sangat berguna karena pelatih perempuan dianggap mampu memberikan pengajaran seputar hormon seks yang mempengaruhi performa para pesepak bola perempuan.
Dengan ditunjuknya juru taktik perempuan, para pemain yang mengalami menstruasi juga diharapkan mampu berbicara secara terbuka kepada pelatih mereka. Karena dengan berbicara luwes, para pelatih akan tahu seperti apa yang harus dilakukan kepada para pemain yang mengalami menstruasi.
Pengalaman Striker Man City kala Menstruasi Melanda
Striker Manchester City, Mary Fowler, berbagi pandangannya soal menstruasi. Pemain kelahiran 2003 itu berbicara dengan terbuka mengenai pengalamannya dan apa saja cara yang ia hadapi saat dalam kondisi ‘datang bulan’.
Mengutip The Guardian, Fowler melakukan beberapa cara saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Ia menggunakan celana berlapis-lapis, yakni sebanyak empat pasang celana dalam, celana pendek kompresi, lalu terakhir celana pendek sepak bola.
Hal itu dilakukannya agar darah yang keluar tidak merembes ke celana jersey-nya. Apalagi, celana klub tempatnya bermain saat ini, Man City, berwarna putih. Sungguh merupakan warna yang sangat dihindari oleh perempuan yang sedang menstruasi, tak terkecuali Mary Fowler.
“Dulu saya tidak suka memakai celana putih karena saya khawatir akan ada darah di sana. Tetapi tanggapannya jika itu terjadi sekarang, ‘Oh, memang begitu’,” kata Fowler.
Tak hanya menghadapinya sendirian, pihak klub juga melakukan banyak cara agar para pemain yang tengah menstruasi dapat kembali ke situasi normal. Mulai dari melacak siklus menstruasi hingga membuat berbagai jenis hidangan pereda nyeri perut.
“Mereka melacak semua orang dan coba membantu Anda saat Anda melakukannya,” ujar Fowler.
“Jika saya merasa buruk karena menstruasi, saya bisa mengatakannya kepada mereka, dan kemudian mereka akan coba membantu merawat saya. Mereka akan membuatkan smoothie untuk saya dan memasukkan kunyit dan jahe ke dalamnya, hanya mencoba hal-hal kecil untuk membantu dan menenangkan kram, meredakan sakit punggung,” imbuhnya kemudian.
Lain halnya dengan beberapa perempuan atau bahkan para pesepak bola yang merasa canggung saat membicarakan perihal menstruasi. Striker Timnas Wanita Australia itu secara terang-terangan memberikan informasi atau pengalamannya saat ‘datang tamu’.
Hal itu dilakukannya sebagai bentuk pembuktian bahwa menstruasi adalah sesuatu yang normal. Selain itu, cara penanganan kala menstruasi melanda juga merupakan topik terpenting bagi pesepak bola perempuan.
“Saya ingin dapat berbicara tentang hal-hal yang tidak hanya berhubungan dengan sepak bola,” ungkap Fowler.
“Dan menurut saya, sesuatu yang sederhana seperti menstruasi, ketika saya masih muda jika saya dapat mendengarkan panutan saya yang berbicara tentang hal-hal itu dan bagaimana mereka menanganinya, itu akan sangat membantu saya dan adil. Menunjukkan kepada saya itu (menstruasi) adalah sesuatu yang normal,” lanjutnya.
