Kumparan Logo

Bonus Piala Dunia Wanita Tak Dikirim, Timnas Jamaika Boikot Federasi

kumparanBOLANITA

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Timnas Wanita Jamaika. Foto: Instagram/@allysonswaby10
zoom-in-whitePerbesar
Timnas Wanita Jamaika. Foto: Instagram/@allysonswaby10

Skuad Piala Dunia Wanita Jamaika menolak bermain untuk negaranya sementara waktu. Itu dilakukan karena pemain geram terhadap pihak federasi.

Diwartakan ESPN, pemain Jamaika kabarnya belum menerima bayaran penuh atas penampilan mereka di Piala Dunia Wanita 2023. Bahkan, bonus lolos kualifikasi pada 2022 pun tak kunjung ada titik terang.

Selain itu, The Reggae Girlz juga kesal karena baru mengetahui bahwa mereka memiliki pelatih baru lewat informasi di media sosial, bukan dari pihak federasi.

Imbas dari beberapa hal tersebut, sederet pemain senior pun menyatakan bahwa mereka akan berhenti untuk membela negaranya. Langkah itu dilakukan karena pihak federasi terkesan tak memperhatikan hak-hak pemain.

"Meskipun ini adalah salah satu keputusan tersulit yang harus kami ambil, kami merasa perlu mengambil sikap untuk mengakhiri penganiayaan terus-menerus yang kami terima dari Federasi Sepak Bola Jamaika," tulis pernyataan tersebut dikutip dari ESPN.

Pemain Jamaika menuduh JFF melakukan komunikasi yang tidak profesional soal penunjukan staf baru, termasuk manajer baru Xavier Gilbert pada Kamis (19/10) lalu.

"Karena situasi ini, kami tidak dapat melakukan tugas kami (membela timnas). Kami mengambil sikap solidaritas dengan harapan mengakhiri siklus penganiayaan ini," sambung pernyataan itu.

Pemain Timnas Wanita Jamaika Khadija Shaw. Foto: ALFREDO ETRELLA / AFP

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal JFF, Dennis Chung, mengeklaim bahwa pihak federasi tengah memproses bonus untuk pemain yang berlaga di Piala Dunia Wanita 2023. Sementara itu, perihal penunjukan staf baru, ia berkilah bahwa beberapa staf sebelumnya mengundurkan diri dan harus segera diganti.

"Chung menyebut JFF akan segera menangani isu-isu spesifik seputar perencanaan dan pengorganisasian," tulis laporan BBC, Sabtu (21/10) kemarin.

Timnas Jamaika sebenarnya tampil cukup apik di Australia & Selandia Baru lalu. Dalam Piala Dunia edisi keduanya, mereka bisa lolos dari fase grup.

Sayangnya, di babak 16 besar mereka tersingkir oleh Kolombia dengan skor tipis 1-0.

kumparan post embed

Masalah finansial yang dihadapi Timnas Wanita Jamaika ini sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, jelang Piala Dunia Wanita 2023, mereka bahkan kekurangan dana jelang berlaga di pentas tertinggi sepak bola wanita tersebut.

The Reggae Girlz bahkan harus melakukan penggalangan dana secara online untuk membiayai sejumlah hal seperti akomodasi hingga biaya untuk melakoni pelatihan.

Masalah itu tentu berakar dari pihak federasi. Sebab, JFF tak kunjung mencairkan bonus atas lolosnya Jamaika ke Piala Dunia Wanita 2023 lalu.

instagram embed