Coach Akira Ikut Latih Timnas Senior, Mochi: Semua Lini Punya Visi yang Sama

Dalam gelar latihan terbuka Timnas Wanita Indonesia akhir pekan kemarin, ada satu sosok baru yang ikut bergabung di antara staf kepelatihan. Ia adalah Akira Higashiyama, pelatih Timnas Wanita Indonesia U-19 yang beberapa waktu lalu membawa Indonesia meraih peringkat tiga di ASEAN U-19 Women’s Championship 2025.
Kehadirannya tidak biasa di latihan timnas wanita senior. Selama ini Coach Satoru Mochizuki biasanya hanya ditemani oleh asistennya Takumi Taniguchi dan Maulina Novryliani, pelatih kiper Mukti Ali Raja, lalu sederet fisioterapis dan dokter timnas seperti dr. Risky Dwi Rahayu.
Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah ke depannya Coach Akira menjadi bagian dari staf kepelatihan timnas wanita senior, atau tetap menjadi pelatih untuk tim muda U-19?
Menurut Coach Mochi, peran pelatih seperti Coach Akira akan luwes dalam mengembangkan kemampuan Timnas Wanita Indonesia. Tak hanya kelompok umur yang ke senior, pelatih senior pun bisa membantu perkembangan pemain timnas usia muda.
“Jadi, dari saya sendiri timnas senior, U-20, maupun U-16 punya visi yang sama. Sebisa mungkin bersama dan saling sharing mengenai visi yang ada. Entah itu Akira, U-16, dan lain-lain,” kata Mochi kepada kumparanBOLANITA di Lapangan Latihan Jakarta International Stadium, Tanjung Priok, Jakarta, akhir pekan kemarin.
Hal itu agaknya selaras dengan praktik pola pengembangan sepak bola Jepang, yang menginginkan adanya kesinambungan dalam apa yang diajarkan pada pesepak bola usia dini, hingga nanti masuk ke tim senior.
Visi yang sama dalam kurikulum pelatihan beberapa kelompok usia tim ini sebenarnya telah lumrah diaplikasikan, sebagaimana terjadi di FC Barcelona dan pelatihannya di La Masia.
“Menyatukan visi bukan berarti melakukan sepakbola yang persis antara senior dan kategori umur. Tapi, bagaimana kita menyiapkan pemain untuk bisa bersaing di level internasional,” kata Mochi.
Pelatih berusia 51 tahun itu telah beberapa kali mengutarakan betapa pentingnya pengembangan pemain usia muda untuk masa depan sepak bola di sebuah negara, terutama untuk tim nasionalnya. Ia juga selalu mengikutsertakan pemain-pemain dari U-17, U-19, ke pemusatan latihan timnas senior.
Kali ini pun, setelah timnas U-19 berlaga di Vietnam untuk gelaran ASEAN U-19 Women’s Championship 2025, beberapa pemain yang menonjol langsung diintegrasikan ke tim senior. Misalnya saja Gadhiza Asnanza, Alleana Ayu Arrumy, Nabila Divany, Nasywa Rambe, Ayunda Dwi, Nasywa Salsabila, hingga Ajeng Sri Handayani.
“Jadi memang ada beberapa pemain yang main di Piala AFF U-19 kemarin [...] yang ikut TC dan main di timnas senior juga. Karena mereka ada Piala AFF U-19, makanya mereka pergi ke sana dulu. Jadi, ada kemungkinan beberapa pemain masuk ke dalam tim,” ujarnya.
