Kumparan Logo

Cruzeiro Juara Copa Libertadores Femenina, Trofi Pertama Klub Sepanjang Sejarah

kumparanBOLANITA

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cruzeiro merayakan gelar juara Copa Libertadores Femenina, Senin (2/11) di Estadio Rodrigo Paz Delgado, Ekuador.  Foto: AFP/RODRIGO BUENDIA
zoom-in-whitePerbesar
Cruzeiro merayakan gelar juara Copa Libertadores Femenina, Senin (2/11) di Estadio Rodrigo Paz Delgado, Ekuador. Foto: AFP/RODRIGO BUENDIA

Cruzeiro EC mengamankan gelar juara Copa Libertadores Femenina setelah menaklukkan Corinthians lewat drama adu penalti.

Dikutip dari laporan FIFA, kemenangan fantastis ini sekaligus memastikan langkah Cruzeiro menuju FIFA Women's Champions Cup 2027 dan FIFA Women's Club World Cup 2028.

Perjuangan Cruzeiro terasa sangat fenomenal mengingat mereka sempat tertinggal tiga gol lebih dulu dari sang juara bertahan. Keyakinan kuat dan semangat pantang menyerah menjadi kunci utama keberhasilan skuad berjuluk Cabulosas dalam mengukir sejarah baru tersebut.

Kebangkitan Luar Biasa di Laga Final

Corinthians langsung mendominasi jalannya pertandingan hingga memimpin 3-0 pada awal babak kedua melalui aksi gemilang Gabi Zanotti dan Vic Albuquerque. Cruzeiro kemudian merespons lewat gol Byanca Brasil dan Vitoria Calhau, sebelum Corinthians kembali memperlebar keunggulan menjadi 4-2.

Daya juang para pemain Cruzeiro tidak lantas surut meski waktu pertandingan makin menipis. Ketlin memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74, disusul gol penyeimbang dramatis dari Leticia Ferreira pada menit ke-90 yang memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti.

Sesi adu penalti berlangsung menegangkan hingga memasuki fase sudden death. Milena Ferreira akhirnya memastikan kemenangan Cruzeiro usai kiper Camila Rodrigues menepis eksekusi terakhir dari pemain Corinthians, Gi Fernandes.

Cruzeiro merayakan gelar juara Copa Libertadores Femenina, Senin (2/11) di Estadio Rodrigo Paz Delgado, Ekuador. Foto: AFP/RODRIGO BUENDIA

Keyakinan dan Perjuangan Emosional Byanca Brasil

Penyerang bintang Cruzeiro, Byanca Brasil, mengungkapkan bahwa kata percaya menjadi mantra utama yang terus ia tanamkan kepada rekan-rekan setimnya sebelum pertandingan dimulai.

Penggawa yang meraih gelar Libertadores ketiganya tersebut tak sanggup membendung air mata kebahagiaan saat merayakan trofi perdana klub di kompetisi benua ini.

Ia mengakui sempat mempertimbangkan untuk tidak berpartisipasi dalam turnamen tersebut akibat tekanan mental dan berbagai kritik tajam.

“Saya telah melewati segalanya di Cruzeiro, baik momen terbaik maupun momen terburuk. Hanya saya yang tahu bagaimana rasanya menghadapi semua kritik tersebut,” ujar Byanca Brasil usai pertandingan.

Keberhasilan ini membuktikan kekuatan iman dan dukungan keluarga yang terus menguatkan langkahnya sepanjang turnamen.

“Saya hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan, keluarga saya, ayah saya yang mengajari saya bertanding di lapangan, serta istri saya,” tambah striker legendaris tersebut.

instagram embed

Pengakuan Atas Peran Besar Rival

Selain merayakan pencapaian timnya, Byanca Brasil tetap memberikan penghormatan tinggi kepada Corinthians sebagai kekuatan utama sepak bola wanita di Amerika Selatan. Kemenangan atas tim bertabur bintang tersebut dinilai makin mempertegas besarnya skala pencapaian Cruzeiro.

Bek Cruzeiro, Vitoria Calhau, mengamini bahwa kekompakan tim menjadi modal utama dalam melewati masa-masa sulit sepanjang turnamen. Ia menegaskan bahwa seluruh skuad terus berjuang dengan resiliensi murni sejak awal menginjakkan kaki di kompetisi tersebut.

Byanca Brasil juga menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Corinthians dalam menyuarakan kesetaraan dan kemajuan sepak bola wanita secara keseluruhan.

“Corinthians adalah tim yang fantastis dan saya sangat menghormati perjuangan mereka untuk hal-hal penting dalam sepak bola wanita,” pungkasnya.

instagram embed