Dari Pelatih sampai Presenter, 5 Profesi Ini Cocok buat Eks Pesepak Bola Wanita

7 Januari 2026 14:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dari Pelatih sampai Presenter, 5 Profesi Ini Cocok buat Eks Pesepak Bola Wanita
Beberapa jenis pekerjaan ini juga ditekuni oleh legenda sepak bola wanita top dunia, mulai dari Alex Morgan, hingga pelatih Sarina Wiegman.
kumparanBOLANITA
Pesepak bola Timnas Wanita Indonesia menyapa suporter usai pertandingan melawan Timnas Putri Taiwan saat pertandingan kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 Grup D di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (5/7/2025). Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Pesepak bola Timnas Wanita Indonesia menyapa suporter usai pertandingan melawan Timnas Putri Taiwan saat pertandingan kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 Grup D di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (5/7/2025). Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
ADVERTISEMENT
Karier pesepak bola wanita tak selalu berhenti di lapangan pertandingan. Di balik lapangan, banyak pemain justru sudah menyiapkan langkah berikutnya untuk kehidupan setelah pensiun, baik masih di dunia sepak bola maupun di ranah lain.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari The Rise of Womens Football, banyak eks pesepak bola wanita yang memilih tetap aktif berkontribusi lewat berbagai profesi, mulai dari pelatih, manajemen klub, media, hingga advokasi.
Berikut beberapa profesi yang kerap dipilih pesepak bola wanita setelah memutuskan gantung sepatu.
Pelatih sepak bola wanita Inggris, Sarina Wiegman. Foto: Bernadett Szabo/REUTERS

Pelatih dan Staf Kepelatihan

Dengan pengalaman bertahun-tahun di lapangan, banyak pemain menilai dunia kepelatihan sebagai langkah lanjutan yang ideal. Pengetahuan teknis, pemahaman permainan, hingga kepemimpinan yang terbentuk selama karier membuat transisi ini terasa lebih natural.
Sarina Wiegman dan Sonia Bompastor menjadi dua contoh nyata. Wiegman, eks pemain Timnas Wanita Jerman, sukses mengantarkan Lionesses meraih prestasi di level internasional, sementara Bompastor, eks pemain Timnas Wanita Prancis, kini menangani Chelsea Women setelah mencatatkan karier cemerlang bersama OL Lyonnes.
Bianca Rech, Direktur Olahraga Bayern Muenchen. Foto: Dok. fcbayern.com

Manajemen Klub

Tak sedikit eks pemain yang memilih terlibat dalam pengambilan keputusan dan strategi klub dari balik layar. Peran di manajemen memungkinkan mereka tetap berada di ekosistem sepak bola, namun dengan tanggung jawab yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Salah satu nama yang menonjol adalah Bianca Rech. Mantan pemain Timnas Wanita Jerman itu kini menjabat sebagai Direktur Olahraga tim wanita FC Bayern Muenchen. Ia berperan dalam pengembangan tim dan kebijakan jangka panjang klub.
Nadine Kessler, Kepala Sepak Bola Wanita UEFA. Foto: UEFA.com

Organisasi Sepak Bola

Selain di level klub, beberapa eks pesepak bola wanita juga berkiprah di organisasi atau federasi sepak bola. Posisi ini biasanya berkaitan dengan pengembangan kompetisi, kebijakan, hingga arah sepak bola secara global.
Nadine Kessler menjadi contoh paling dikenal. Eks pemain Timnas Wanita Jerman tersebut kini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Wanita di UEFA, dengan peran strategis dalam pengembangan sepak bola wanita di Eropa.
Alex Scott, eks pemain Timnas Wanita Inggris dan Arsenal, yang kini jadi presenter olahraga di BBC dan Sky Sports. Foto: Arsenal.com

Media dan Penyiaran

Dunia media juga menjadi pilihan populer. Berbekal pengalaman bermain di level tertinggi, eks pemain dinilai mampu memberi analisis yang tajam dan perspektif yang berbeda bagi penonton.
ADVERTISEMENT
Alex Scott adalah salah satu figur yang sukses di jalur ini. Mantan pemain Lionesses dan Arsenal itu kini dikenal sebagai presenter dan analis sepak bola di BBC serta Sky Sports.
Alex Morgan AS merayakan setelah mencetak gol melawan Haiti selama pertandingan sepak bola Kejuaraan Wanita Concacaf 2022 di stadion Universitario di Monterrey, Negara Bagian Nuevo Leon, Meksiko pada 4 Juli 2022. Foto: Alfredo Etrella / AFP

LSM dan Advokasi

Sebagian eks pesepak bola wanita memilih menggunakan pengaruh dan platform yang mereka miliki untuk isu sosial dan pemberdayaan. Fokusnya beragam, mulai dari kesetaraan gender hingga akses olahraga bagi anak perempuan.
Alex Morgan menjadi contoh lewat Alex Morgan Foundation, yang aktif mendukung pendidikan dan kesempatan berolahraga bagi anak perempuan, sekaligus mendorong kemajuan olahraga perempuan secara lebih luas.
Yolanda Krismonica, pesepak bola wanita Indonesia, yang kini aktif menjadi pelatih dan Exco APPI. Foto: Instagram @yolandakrismonica

Bagaimana di Indonesia?

ADVERTISEMENT
Di Indonesia, peluang karier usai pensiun juga mulai terlihat. Maulina Novryliani, eks pemain Timnas Wanita Indonesia era 2004, kini berkiprah sebagai asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Yolanda Krismonica, mantan penjaga gawang Timnas Wanita Indonesia, melanjutkan kiprahnya di dunia media sebagai komentator dan turut terlibat di Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).