Kumparan Logo

Federasi Australia Desak “Wabah” ACL di Sepak Bola Wanita Diteliti Lebih Jauh

kumparanBOLANITA

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pemain Sepak Bola Wanita Cedera. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemain Sepak Bola Wanita Cedera. Foto: Shutterstock

Kepala urusan sepak bola wanita Football Australia (Federasi Sepak Bola Australia), Sarah Walsh, menyerukan penelitian lebih lanjut mengenai cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament). Desakan itu menyusul banyaknya pesepak bola wanita yang mengalami cedera ACL dalam beberapa bulan terakhir.

Diwartakan BBC, sejumlah bintang harus absen dalam Piala Dunia Wanita 2023 karena cedera ACL seperti andalan Belanda Vivianne Miedema dan dua penggawa Inggris, Leah Williamson dan Beth Mead. Menanggapi hal tersebut, Sarah Walsh menyebut kejadian itu merupakan imbas dari kurangnya perhatian terhadap sepak bola wanita.

Sarah Walsh yang merupakan eks-pemain Timnas Wanita Australia juga sempat menderita cedera lutut serius saat aktif bermain bola. Ia mengaku ingin tahu pasti apa penyebab dari cederanya kala itu.

“Untuk waktu yang lama, perempuan diperlakukan seperti laki-laki kecil. Ada kekurangan penelitian yang nyata. Saya ingin sekali mengetahui apakah siklus menstruasi saya berkontribusi pada salah satu dari rekonstruksi lutut saya,” ucap Walsh kepada BBC.

“Itu adalah kurangnya investasi selama seratus tahun dalam sepak bola wanita yang telah membawa kami ke titik ini, ketika kami telah kehilangan sejumlah pemain berbeda untuk Piala Dunia ini, dan yang paling memalukan, kami tak bisa melihat mereka (sejumlah bintang sepak bola wanita),” sambungnya.

Menurut laporan BBC, banyaknya pesepak bola wanita yang mengalami cedera ACL disebabkan oleh dua faktor. Yang pertama karena hormon & siklus menstruasi wanita. Lalu, yang kedua karena penggunaan sepatu olahraga yang salah.

Akan tetapi, Walsh tak begitu setuju dengan alasan kedua, perempuan 40 tahun itu lebih yakin dengan alasan pertama, yakni soal hormonal dan siklus menstruasi wanita. Oleh karena itu, ia menuntut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai banyaknya pemain wanita yang menderita cedera ACL.

“Saya pikir inti masalahnya bukanlah produsen (kit sepatu sepak bola), tapi (kurangnya) penelitian,” lanjut pemegang 70 caps Timnas Wanita Australia tersebut.

Cedera? Tak masalah. Ada kawan yang menggendongmu untuk merayakan kemenangan. Cecilia Salvai, sang bek Tim Wanita Juventus, membuktikannya. Foto: Marco BERTORELLO / AFP

Atlet Wanita Enam Kali Lipat Berpotensi Alami Cedera ACL

Dokter spesialis kesehatan wanita, Emma Ross, memaparkan jika para atlet wanita memiliki tingkat risiko terkena cedera ACL enam kali lipat dibanding atlet pria. Alasannya beragam, salah satunya yakni siklus menstruasi pada perempuan yang berdampak pada fisiologi dan biomekanik tubuh.

“Kami tahu atlet wanita enam kali lebih mungkin mengalami cedera ACL non-kontak daripada pemain pria,” tutur Ross kepada Sky Sports.

“Apa yang kami ketahui tentang siklus menstruasi dan cedera adalah perubahan hormon sepanjang siklus dapat berdampak pada fisiologi dan biomekanik tubuh. Misalnya, ketika estrogen meningkat dalam siklus menstruasi, dan itu terjadi sekitar minggu kedua, itu dapat mempengaruhi stabilitas sendi. Ini dapat mengganggu kolagen di persendian dan dapat membuat persendian lebih longgar dan kendur. Sendi yang longgar membuat lebih rentan cedera,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Emma Ross menyebut jika penelitian tentang sebab para pemain wanita memiliki potensi cedera ACL lebih tinggi harus terus dilakukan. Meski nantinya akan menelan biaya yang cukup besar, hal tersebut sangat penting guna mengetahui cara mencegah cedera ACL pada para pemain.

“Kami perlu mulai mengukur hormon karena mereka berubah selama sebulan dan kami pikir itu berdampak pada hal-hal seperti stabilitas sendi dan risiko cedera. (Penelitian) itu membutuhkan biaya dan akan berjalan rumit karena harus melacak hormon, melacak gejalanya, melacak siklusnya,” kata Ross.

Senada dengan pendapat Ross, bintang tim wanita Arsenal, Beth Mead, mengungkap jika perlu lebih banyak penelitian soal banyaknya pemain wanita yang menderita cedera ACL akhir-akhir ini. Menurutnya, itu sangat penting agar para pemain bisa menghindari hal-hal yang mengakibatkan cedera.

“Sangat penting untuk melihat dan meneliti lebih banyak mengenai (penyebab) ACL. Jelas, rehabilitasi saya sejauh ini berjalan sangat baik. Tapi, ya, kami duduk berefleksi dan memikirkan hal itu,” tutur Mead kepada FIFPRO dikutip dari Sky Sports.

“Saya pikir itu penting untuk diri saya sendiri, dan Vivi Miedema juga, siapa pun yang mengalami hal yang sama persis denganku sekarang,” sambung bintang timnas Inggris tersebut.

instagram embed