Kumparan Logo

FIFA Beri Bonus ke Seluruh Atlet Piala Dunia Wanita untuk Pertama Kali

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemain Swedia merayakan kemenangan atas Jerman di perempat final Piala Dunia Wanita 2019. Foto: Benoit Tessier/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain Swedia merayakan kemenangan atas Jerman di perempat final Piala Dunia Wanita 2019. Foto: Benoit Tessier/Reuters

Untuk pertama kalinya, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memberikan bonus langsung kepada para peserta Piala Dunia Wanita 2023 Australia-Selandia Baru. Tak hanya untuk pemenang saja, seluruh pemain yang berkompetisi pada laga fase grup juga akan diberikan bonus.

Para pemain yang timnya tidak lolos dari fase grup akan mendapatkan bonus sebesar USD30 ribu (Rp445 juta). Bonus ini jumlahnya akan terus meningkat seiring laju tim mereka di putaran akhir Piala Dunia Wanita 2023. Puncaknya tentu saja adalah pemain dari tim juara, yang masing-masing akan mendapat bonus sebesar USD270 ribu, atau sekitar Rp4 miliar.

Angka tersebut sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan rata-rata penghasilan di tempat mereka bermain. Menurut laporan FIFA pada 2022, gaji yang didapat oleh setiap pemain di klub adalah USD14 ribu atau sekitar Rp208 juta per tahun.

Mengutip The Guardian, Federasi Asosiasi Pesepak Bola Profesional Internasional (FIFPro) memuji langkah FIFA ini. Menurut mereka, ini merupakan “hasil aksi kolektif global dari 150 pemain timnas”. November 2022 lalu, FIFPro bersurat ke FIFA yang ditandatangani 150 pemain sepak bola wanita internasional, meminta kesetaraan baik finansial maupun dalam kondisi bekerja. Utamanya adalah kesetaraan dalam hadiah yang diterima pemain perseorangan.

Ini tidak terlepas dari banyaknya tantangan yang harus dihadapi oleh pesepak bola wanita yang bertanding di Piala Dunia. Kebanyakan dari mereka berstatus amatir atau semi-profesional. Tentu saja, status tersebut mempengaruhi persiapan mereka serta penampilan mereka di Piala Dunia Wanita nanti. Selain itu, banyak pemain yang tak punya kesepatakan tertulis dengan asosiasi negara mereka soal bonus dan hadiah yang diterima.

“Oleh karena itu, berapa pun jumlah hadiah uang yang tersedia (diberikan ke asosiasi negara), pemain tidak diberikan bagian dari apa yang mereka usahakan di lapangan untuk mendukung karier dan mata pencaharian mereka. Ini terutama betul-betul terjadi ke banyak rekan kami yang tampil di Piala Dunia ini, yang masih belum sepenuhnya profesional,” bunyi dari sebagian isi surat tersebut.

Sebagai informasi, pada 2023 ini, FIFA akan menyediakan hadiah total sebesar USD152 juta atau setara Rp2.258 triliun. Jumlah tersebut mencapai tiga kali lipat dari Piala Dunia Wanita edisi 2019, yang hanya memberikan USD50 juta (Rp742 miliar) saja.