HYDROPLUS Soccer League Hadir di 4 Kota, Diikuti 90 Tim Sepak Bola Wanita
·waktu baca 2 menit

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS resmi meluncurkan HYDROPLUS Soccer League, liga khusus sepak bola wanita untuk kategori usia U-15 dan U-18. Kompetisi ini akan digelar di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kudus, mulai awal Oktober 2025.
Sebanyak 90 tim yang berasal dari sekolah sepak bola, klub, hingga akademi dipastikan ikut serta. Mereka akan saling unjuk kemampuan demi meraih gelar juara sekaligus pengalaman berharga di level kompetisi usia muda.
Kompetisi yang Dinanti
Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, menyebut liga ini jawaban atas kerinduan pecinta sepak bola wanita terhadap wadah kompetisi yang lebih intens.
“Kami berharap HYDROPLUS Soccer League bisa menjadi lokomotif lahirnya pesepak bola putri tangguh yang suatu hari nanti akan mengukir prestasi bagi Indonesia,” kata Yose.
Sementara itu, Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa ajang ini adalah bagian dari roadmap pembinaan berjenjang. Liga ini melengkapi kompetisi sebelumnya seperti MilkLife Soccer Challenge (U-8, U-10, U-12) dan HYDROPLUS Piala Pertiwi (U-14 dan U-16).
“Dengan liga ini, para pemain muda bisa menapaki jenjang karier menuju level profesional,” ujarnya.
Format Kompetisi
HYDROPLUS Soccer League akan menerapkan format home-away dengan pertandingan dua pekan sekali.
Kategori U-15: 9 pemain, durasi 2x25 menit, setengah lapangan.
Kategori U-18: 11 pemain, durasi 2x35 menit, lapangan penuh.
Jakarta akan menjadi kota pertama yang menggelar pertandingan pada 4 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026. Bandung menyusul pada 11–28 Oktober, lalu Surabaya 8–18 Januari 2026, dan Kudus pada 3 Januari–23 Mei 2026. Juara dan runner-up akan tampil di HYDROPLUS Soccer League All-Stars pada Juli 2026.
Harapan dan Semangat Pesepak Bola Muda
Salah satu pemain muda yang akan tampil adalah Albianca Raula, jebolan MilkLife Soccer Challenge yang kini membela Cipta Cendikia.
“Akhirnya ada liga sepak bola khusus putri. Aku ingin tampil bagus di liga ini dan semoga bisa masuk timnas,” ungkap Bianca.
Pelatih Raga Negeri Football Academy, Yopi Riwoe, juga menilai liga ini sangat penting untuk ekosistem sepak bola putri.
“Para atlet muda bisa mengasah kemampuan, sedangkan pelatih dan wasit mendapat kesempatan untuk berkembang. Liga ini akan jadi pondasi penting bagi sepak bola putri Indonesia,” ujarnya.
Dengan bergulirnya HYDROPLUS Soccer League, harapan besar pun muncul agar lahir generasi pesepak bola wanita Indonesia yang mampu bersaing di panggung dunia.
