Kejutkan Barcelona, Arsenal Juara Liga Champions Wanita untuk Kali Kedua
·waktu baca 2 menit

Arsenal berhasil menjadi juara Liga Champions Wanita (UWCL) 2024/25 usai mengalahkan juara bertahan Barcelona. Dalam laga yang digelar di Estádio José Alvalade, Lisbon, Portugal itu Leah Williamson dkk mengalahkan Blaugrana dengan skor tipis 1-0.
Menjungkirbalikkan segala prediksi yang ada, Arsenal Women yang musim ini tampil biasa-biasa saja justru mampu meladeni dominasi Barcelona. Arsenal kalah dalam segala lini statistik, kecuali satu: jumlah gol yang berhasil dicetak.
Adalah tendangan menyusur Stina Blackstenius pada menit ke-74 yang membuyarkan kepongahan Barcelona. 68 persen penguasaan bola serta 20 tembakan ke gawang dari Alexia Putellas dkk jadi tidak berarti. Satu gol dari Stina sukses membawakan trofi UWCL yang terakhir kali didapat Arsenal pada 2007.
Spesial, Spesial
Kapten tim, Kim Little, mengatakan capaian ini sungguh spesial. Ia menyebutnya sebagai “trofi pamungkas”.
“Ini jelas menjadi momen terbaik dalam karierku. Aku sudah berada di klub ini sejak lama—aku bahkan teken kontrak setahun setelah mereka juara di 2007. Jadi masih berada di klub ini dan melihat perkembangan sepak bola wanita, ini begitu spesial,” ujarnya dikutip dari BBC.
Selain kebahagiaan, ada sedikit rasa tidak-percaya-semua-ini-terjadi dalam komentar-komentar pemain Arsenal menanggapi hasil juara UWCL mereka.
Bahkan, Ian Wright, legenda Arsenal sekaligus pundit sepak bola wanita, sulit untuk 100 persen optimistis bahwa Arsenal akan mengalahkan Barcelona dan menjadi juara. Ia menyebut trofi ini menyelamatkan muka Arsenal secara keseluruhan—merujuk pada kegagalan tim pria yang tak menjuarai apa pun di musim 2024/25.
“Jelas mereka butuh dibuatkan parade (perayaan)! Nggak ada yang percaya mereka biasa juara. Bahkan aku pun bilang, ini bakal sulit,” kata Wright kepada BBC.
“Mereka (Barcelona) rata-rata bikin empat gol dalam satu gim!”
Pengin Memulai Lagi
Sementara, dari sisi seberang, cuma penyesalan yang keluar sebagai pernyataan. Aitana Bonmati, pemain terbaik dunia saat ini, mengaku hancur dengan hasil yang ada.
“Aku tidak percaya. Aku hanya ingin memulai pertandingan ini kembali dan melakukan segalanya dengan berbeda,” katanya kepada TV3.
“Tapi begitulah sepak bola. Secara personal, ini benar-benar melukaiku. Sulit untuk melihat ke tribune dan melihat para suporter. Ini mengingatkanku pada Turin (saat Barca kalah dalam final UWCL terakhir mereka melawan Lyon),” katanya.
Barca sendiri menjuarai tiga dari empat edisi UWCL terakhir. Sebelum pertandingan semalam, mereka mengincar jadi tim kedua di sepanjang sejarah yang menjuarai UWCL tiga kali berturut-turut. Tentu, kini harapan itu tak lebih dari sekadar harapan.
