Kumparan Logo

Kosovare Asllani Ngamuk Pertandingan Swedia vs. Italia Digelar di Antah Berantah

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Swedia Kosovare Asllani merayakan gol kedua mereka saat hadapi Australia pada pertandingan Piala Dunia Wanita 2023 di Stadion Brisbane, Brisbane, Australia, Sabtu (19/8/2023). Foto: Amanda Perobelli/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Swedia Kosovare Asllani merayakan gol kedua mereka saat hadapi Australia pada pertandingan Piala Dunia Wanita 2023 di Stadion Brisbane, Brisbane, Australia, Sabtu (19/8/2023). Foto: Amanda Perobelli/REUTERS

Swedia berhasil mengalahkan tuan rumah Italia dalam lanjutan UEFA Women’s Nations League 2023 dengan skor 0-1. Namun, perhatian publik juga pemain terpusat pada pemilihan stadion yang digunakan dalam pertandingan tersebut.

Swedia menang lewat gol Johanna Kaneryd di awal-awal laga. Namun kemenangan peringkat satu FIFA tersebut tak banyak disaksikan penonton secara langsung, sebab ia digelar di stadion kecil bernama Stadio Teofilo Patini.

Tak pernah dengar stadion tersebut? Sama. Kami pun tak yakin orang Italia tahu keberadaan stadion kabupaten tersebut.

Stadio Teofilo Patini terletak di Castel di Sangro, sebuah kota kecil di tengah Italia, 90 menit dari Pescara yang berada di utara. Tempat duduknya cuma 7.200. Lucunya, populasi kota Castel di Sangro malah lebih kecil lagi—cuma 6.000 orang.

Maka tak heran, penyerang AC Milan sekaligus pemain Swedia, Kosovare Asllani, mencak-mencak pada FIGC, federasi sepak bola Italia, yang memilih stadion tersebut untuk pertandingan sekaliber Swedia vs. Italia

“Aku lihat lebih banyak binatang ketimbang orang di sini,” ujar Asllani ke STV, dikutip dari Mirror, Kamis (28/9). Menurutnya, penunjukan stadion ini adalah bentuk kurangnya penghormatan ke sepak bola wanita.

video youtube embed

“Kalian harus menghormati timnas sepak bola wanita dan memainkan partai sepenting ini di stadion yang lebih besar. Baru kalian bisa tahu seberapa banyak penonton yang tertarik nonton pertandingan seperti ini,” tambahnya.

“Kalian nggak bisalah memainkan pertandingan di hutan seperti ini. Semua orang mengkritiknya,” ujar Asllani.

Asllani bukan satu-satunya pemain yang mengkritik kecilnya stadion yang dipilih untuk pertandingan tersebut. Magdalena Eriksson, pemain timnas Swedia lain, mengatakan bahwa perilaku FIGC begitu aneh di tengah meningkatnya perhatian ke sepak bola wanita, terutama yang sudah ditunjukkan pada Piala Dunia Wanita di Australia dan Selandia Baru.

instagram embed