Kumparan Logo

Kunci Sukses Jadi Pesepak Bola Wanita Profesional ala Timo Scheunemann

kumparanBOLANITA

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Coach Timo. Foto: Antika Fahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Coach Timo. Foto: Antika Fahira/kumparan

Eks-pelatih Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia, Timo Scheunemann, memaparkan sejumlah persyaratan yang menurutnya menjadi kunci untuk menjadi pemain bola wanita profesional. Menurutnya, keluarga adalah salah satu hal terpenting untuk mewujudkan hal tersebut.

Kepada kumparan, Timo mengungkap jika keluarga merupakan satu faktor krusial dibalik keberhasilan anak dalam berkarier. Oleh karena itu, orang tua haruslah memberi atensi lebih agar sang anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Di situlah peran orang tua benar-benar penting. Karena pelatih pertama itu sebenarnya orang tua atau kakak, keluarga, om, dan tante. Yang penting orang tua itu memberikan atensi, kalau anak disuruh aja dia nggak akan tertarik. Tapi kalau diperhatikan dia pasti tertarik, makanya anak saat dribble bola dia selalu lihat, orang tuanya nonton nggak? Kan kita tahu kalau anak kecil pas main selalu melirik orang tua, itu yang harus di-support oleh orang tua," tutur Timo saat diwawancarai kumparan di Supersoccer Arena, Kudus, Kamis (15/6).

Selain itu, Timo menyebut jika anak-anak yang tertarik bermain sepak bola harus merasa senang dulu dengan permainannya. Sementara kemampuan anak bisa diasah seiring waktu jika sudah merasa senang dengan sepak bola.

"MilkLife Challenge di sini membuat bagaimana caranya agar putri ini having fun dulu dengan main bola gitu, tertarik main bola, sehingga dari situ ada yang cukup berbakat, minatnya luar biasa dia akhirnya masuk ke SSB," sambung Timo.

Nantinya, anak-anak yang sudah tertarik dengan sepak bola bisa diarahkan untuk masuk ke akademi sepak bola. Tujuannya yakni guna mengembangkan ketangkasan anak saat bermain sepak bola.

Pesepak bola wanita junior di Supersoccer Arena, Kudus. Foto: Antika Fahira/kumparan

Lebih lanjut, Timo juga melihat jika sepak bola wanita di Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan dari sisi prestasi. Lalu, kebanyakan pemain bola putri usia dini juga sangat mudah untuk dilatih.

"Jadi, SSB ini memberikan space atau sarana untuk anak-anak cewek ini berkembang. Kalau ini terjadi akan bagus unstoppable di Indonesia karena jumlahnya kan luar biasanya banyak," kata Timo.

"Karena sebenarnya cewek itu, kalau saya perhatikan, potensinya ada karena coachable banget gitu dan tidak macam-macam. Dikasih pendidikan udah seneng, jadi nggak seperti yang cowoklah. Jadi sebenarnya nggak begitu mahal juga mengembangkan di level elite. Di sini dimulai dari Kudus sebuah movement yang memang dimulai dari bawah. Concern kita di level bawah bagaimana caranya cewek main bola dulu," lanjut eks pelatih timnas putri pada tahun 2008 tersebut.

Kendati mudah untuk dilatih, Timo juga mengingatkan bahwa biasanya pemain bola putri tak terlalu banyak jumlahnya, sehingga mereka cenderung sendirian di lapangan. Maka, lingkungan di sekitarnya seperti pelatih dan orang tua harus memberi support lebih kepada pemain putri tersebut.

"Mereka memang harus overcome, jadi mereka di situ hanya sendirian yang main bola, jadi dia harus berani sama cowok. Mungkin ada pandangan dari masyarakat yang masih belum terbiasa liat cewek main bola," pungkasnya.

Adapun Timo Scheunemann sempat memberikan "Coaching Clinic" kepada 32 pelatih SD di Kudus sebelum gelaran MilkLife Soccer Challenge 2023. Pria berkebangsaan Jerman tersebut memberikan program pelatihan sepak bola yang meliputi teori dan praktik di lapangan.