Kumparan Logo

Mengapa Begitu Banyak Pemain Sepak Bola Wanita yang Cedera ACL?

kumparanBOLANITA

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyerang Chelsea asal Australia, Sam Kerr (tengah) berlari diantara pemain Arsenal's Rafaelle Souza (kiri) dan Leah Williamson (kanan) pada laga English Women's League Cup. Foto: ADRIAN DENNIS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Penyerang Chelsea asal Australia, Sam Kerr (tengah) berlari diantara pemain Arsenal's Rafaelle Souza (kiri) dan Leah Williamson (kanan) pada laga English Women's League Cup. Foto: ADRIAN DENNIS / AFP

Piala Dunia Wanita 2023 sudah di depan mata. Namun, kabar yang ramai di permukaan bukanlah tentang gelaran sepak bolanya, melainkan banyaknya pemain yang terkena badai cedera.

Menurut laporan Stuff, setidaknya ada 36 pemain dari 32 tim kontestan Piala Dunia yang harus menepi karena mengalami cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament). Sebagian pemain ada yang baru saja terkena cedera, sedangkan ada juga yang harus istirahat karena masih dalam masa pemulihan.

Banyaknya pemain wanita yang mengalami cedera ACL tentu menjadi pertanyaan serius. Mengapa para pesepak bola perempuan itu mudah terkena cedera akhir-akhir ini.

Ahli bedah ortopedi yang berbasis di Auckland, Selandia Baru, Mark Clatworthy, menyebut bahwa terjadi peningkatan kasus cedera pada pemain wanita dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Namun, Stuff tidak merinci seberapa besar peningkatan tersebut.

Sementara itu, eks pemain tim nasional wanita Selandia Baru, Megan Lee mengungkap alasan lain mengapa banyak wanita yang rentan mengalami cedera. Lee menyebut karakteristik hormon wanitalah yang menjadi sebabnya.

Pemain Belanda, Vivianne Miedema, yang mesti absen di Piala Dunia 2023 nanti karena cedera ACL. Foto: Kohei CHIBAHARA/AFP

"Sudah secara biologis, hormonal merupakan faktor yang membuat kita lebih berisiko," tutur Lee kepada Stuff.

Namun, Claworthy membeberkan jika para pemain wanita itu bisa menekan persentase kemungkinan cedera hingga 20 persen dengan meminum pil khusus. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan jika hal tersebut ampuh mengurangi risiko cedera pada pemain wanita.

Alasan lain di balik tingginya tingkat cedera, kata Clatworthy, termasuk peningkatan fleksibilitas dan pinggul atlet wanita yang lebih lebar.

"Saat pemain mendarat, kakinya cenderung rentan, yang memberi tekanan pada ACL," lanjut Lee.

Selain karena faktor biologis, Lee menyebut tingginya angka cedera pada pesepakbola wanita karena secara histori olahraga “Si Kulit Bundar” adalah permainan untuk pria. Di sisi lain, Lee juga menekankan jika para wanita harus tercukupi secara nutrisi agar mampu meningkatkan kebugaran mereka dan menekan potensi cedera.

Adapun waktu yang dibutuhkan untuk mengobati cedera ACL rata-rata berlangsung hingga sembilan bulan menurut Claworthy. Nantinya, pada bulan keenam pemain yang menderita cedera itu akan ditinjau ulang untuk melihat sejauh mana progres penyembuhannya.

Pesepak bola wanita Barbra Banda. Foto: Ayaka Naito/AFP

Atlet Wanita Enam Kali Lipat Berpotensi Alami Cedera ACL

Dokter spesialis kesehatan wanita, Emma Ross, memaparkan jika para atlet wanita memiliki tingkat risiko enam kali lebih tinggi terkena cedera ACL dibanding atlet pria. Alasannya beragam, salah satunya yakni siklus menstruasi pada perempuan yang berdampak pada fisiologi dan biomekanik tubuh.

“Kami tahu atlet wanita enam kali lebih mungkin mengalami cedera ACL non-kontak daripada pemain pria,” tutur Ross kepada Sky Sports.

“Apa yang kami ketahui tentang siklus menstruasi dan cedera adalah perubahan hormon sepanjang siklus dapat berdampak pada fisiologi dan biomekanik tubuh. Misalnya, ketika estrogen meningkat dalam siklus menstruasi, dan itu terjadi sekitar minggu kedua, itu dapat memengaruhi stabilitas sendi. Ini dapat mengganggu kolagen di persendian dan dapat membuat persendian lebih longgar dan kendur. Sendi yang longgar membuat lebih rentan cedera,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Emma Roos menyebut jika penelitian tentang sebab para pemain wanita memiliki potensi cedera ACL lebih tinggi harus terus dilakukan. Meski nantinya akan menelan biaya yang cukup besar, hal tersebut sangat penting guna mengetahui cara mencegah cedera ACL pada para pemain.

Ana Maria Markovic, Pesepak Bola Wanita asal Kroasia. Foto: Instagram/@anamxrkovic

“Kami perlu mulai mengukur hormon karena mereka berubah selama sebulan dan kami pikir itu berdampak pada hal-hal seperti stabilitas sendi dan risiko cedera. (Penelitian) itu membutuhkan biaya dan akan berjalan rumit karena harus melacak hormon, melacak gejala-nya, melacak siklus-nya,” kata Ross.

Sementara itu, bintang tim wanita Arsenal, Beth Mead, mengungkap jika perlu lebih banyak penelitian soal banyaknya pemain wanita yang menderita cedera ACL akhir-akhir ini. Menurutnya, itu sangat penting agar para pemain bisa menghindari hal-hal yang mengakibatkan cedera.

“Sangat penting untuk melihat dan meneliti lebih banyak mengenai (penyebab) ACL. Jelas, rehabilitasi saya sejauh ini berjalan sangat baik. Tapi, ya, kami duduk berefleksi dan memikirkan hal itu,” tutur Mead kepada FIFPRO dikutip dari Sky Sports.

“Saya pikir itu penting untuk diri saya sendiri, dan Vivi Miedema juga, siapa pun yang mengalami hal yang sama persis denganku sekarang,” sambung bintang timnas Inggris tersebut.