Mengenal Paris FC Wanita, Tim yang Pupus Asa Arsenal di Liga Champions

10 September 2023 14:16
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Louise Fleury dari Paris FC merayakan gol ketiga mereka bersama rekan setimnyadi Stadion Sepak Bola Linkoping Arena, Linkoping, Swedia. Foto: TT News Agency via REUTERS
ADVERTISEMENT
Paris FC sukses mengamankan tiket ke ronde kedua kualifikasi Liga Champions Wanita musim 2023-24 usai mengalahkan Arsenal dalam babak adu penalti. Laga yang berakhir dengan skor 3 (2)-(4) 3 itu dihelat di Linkoping Arena, Swedia, pada Sabtu (9/9) malam.
ADVERTISEMENT
Kemenangan Paris FC sekaligus memupus harapan Arsenal untuk bisa melangkah lebih jauh di turnamen elite Eropa itu. Padahal, Arsenal merupakan tim besar Inggris yang pernah menjuarai beberapa turnamen besar nan bergensi.
Total, tim berjuluk The Gunners itu mengumpulkan sebanyak 15 gelar liga domestik, 14 Piala FA, enam Piala FA Wanita, 10 Piala Liga Nasional Wanita, lima Piala FA Community Shield Wanita, dan satu-satunya klub asal Inggris yang meraih trofi Liga Champions Wanita (2006-07).
Bagi Paris FC, bisa mengalahkan tim besar dengan sederet prestasi membanggakan seperti Arsenal adalah suatu pengalaman berharga yang tak terlupakan.
Lantas, seperti apa sejarah terbentuknya Paris FC? Bagaimana persaingan antara mereka dengan tim Prancis lainnya seperti Paris Saint-Germain dan Olympique Lyonnais? Dikutip dari berbagai sumber, simak ulasannya berikut ini.
Klub sepak bola wanita Paris FC. Foto: Instagram/@parisfc_feminines

Diperkenalkan Sebagai FCF Juvisy

Paris FC merupakan salah satu klub sepak bola wanita asal Prancis yang berbasis di Viry-Chatillon, daerah pinggiran ibu kota, Paris. Pada saat didirikan pada 1971 silam, klub ini diperkenalkan sebagai Etoile Sportive de Juvisy-sur-Orge, bagian sepak bola wanita dari klub lokal ES Juvisy yang berbasis di Juvisy-sur-Orge.
ADVERTISEMENT
Berselang 14 tahun kemudian, tepatnya pada 1985, Juvisy-sur-Orge memisahkan diri dari ES Juvisy. Mereka lalu membentuk klub sendiri dengan nama FCF Juvisy Essonne dan pindah ke komune Viry-Chatillon.
Meski resmi pindah dari Juvisy-sur-Orge, namun klub tersebut tetap menggunakan nama FCF Juvisy berkat dukungan finansial dari komune dan Dewan Umum Essonne.
Klub sepak bola wanita Paris FC. Foto: Instagram/@parisfc_feminines

7 Tahun Jadi Klub Teratas Prancis

Pada musim 1991/1992, FCF Juvisy berhasil merengkuh gelar juara Divisi 1 Feminine untuk kali pertama sejak keikutsertaannya pada 1987 silam. Total, FCF Juvisy telah mengoleksi sebanyak enam trofi Divisi 1 Feminine sejak 1991-2006.
Pada 2004 lalu, Juvisy juga sukses menyabet menyabet trofi Coupe de France Feminine atau Piala Prancis Wanita usai mengalahkan tim raksasa Olympique Lyonnais dalam duel penalti dengan skor akhir 1 (5)-(4) 1.
ADVERTISEMENT
Sederet prestasi itu membuat Juvisy dianugerahi sebagai salah satu klub tersukses di sepak bola wanita Prancis pada masanya.
Pada 6 Juli 2017, FCF Juvisy kemudian dijual ke Paris FC sebagai tim sepak bola wanita dan beralih dari struktur amatir menjadi tim profesional penuh waktu. Klub tersebut kemudian dikelola oleh Emannuel Beauchet dan dikapteni oleh Gaetane Thiney.
Klub sepak bola wanita Paris FC. Foto: Instagram/@parisfc_feminines

Pesaing Kuat Paris Saint-Germain (PSG) Wanita

Paris FC dan Paris Saint-Germain (PSG) memiliki persaingan yang sangat kuat di ranah sepak bola wanita Prancis. Dikenal sebagai Derby Paris, kedua tim di atas saling bersaing demi mendapatkan pengakuan sebagai tim papan atas ibu kota.
Sebelum kebangkitan PSG di era 2010-an, Paris FC adalah tim terbesar di Prancis. Catatan mereka di liga domestik sangat baik, selalu unggul dari rival sekotanya.
ADVERTISEMENT
Namun sayang, kekuatan Paris FC hanya bertahan sampai 2006 saja. Sejak 2007 hingga saat ini, dua posisi teratas sepak bola wanita Prancis dipegang oleh Paris Saint-Germain dan Lyon.
PSG berhasil mendominasi derbi berkat kesenjangan besar yang tercipta antara mereka dan Paris FC. Salah satu alasannya adalah karena investasi yang datang dari pemilik Qatar Sports Investments dan beIN Media Group, Nasser Al-Khelaifi.
Di sisi lain, Paris FC, yang saat ini bisa dibilang kalah telak dari PSG dan Lyon, sedang berusaha berbenah diri untuk menjadi tim terbaik di sepak bola wanita Prancis.