Kumparan Logo

MilkLife Soccer Challenge x Pokemon Gelar Coaching Clinic dengan Legenda Jepang

kumparanBOLANITA

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aya Miyama dan Mana Iwabuchi memberi pelatihan dan arahan terkait teknik dasar bermain sepak bola pada para peserta coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di di Lapangan Bola Kingkong Arena, Kamis (17/9/2026). Foto: MilkLife Soccer Challenge
zoom-in-whitePerbesar
Aya Miyama dan Mana Iwabuchi memberi pelatihan dan arahan terkait teknik dasar bermain sepak bola pada para peserta coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di di Lapangan Bola Kingkong Arena, Kamis (17/9/2026). Foto: MilkLife Soccer Challenge

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan The Pokemon Company menggelar coaching clinic bertajuk “MilkLife Soccer Challenge with Pokemon” bersama dua legenda sepak bola wanita Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, di Lapangan KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/9).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 musim 2026–2027 dan diikuti 74 pesepak bola wanita berusia 10–13 tahun dari Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Mereka merupakan peserta MilkLife Soccer Extra Training yang dipersiapkan tampil di MilkLife Soccer Challenge All-Stars tahun depan.

Para peserta mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan teknis dan koordinasi fisik sekaligus berlatih dan bermain bersama Iwabuchi dan Miyama, yang merupakan bagian dari skuad timnas Jepang saat menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA 2011.

Dalam sambutannya, President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih untuk tamu-tamu dan adik-adik yang sudah hadir, khususnya dari Jepang yaitu Fukunaga-san, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama. Terima kasih datang ke Jakarta. Terima kasih juga untuk Pokemon Company dan Pikachu, terima kasih sudah mendukung program MilkLife Soccer Challenge. Semoga kita semua bisa tumbuh dan makin sukses bersama, dan MLSC ini akan makin populer bersama Pikachu,” katanya.

Aya Miyama dan Mana Iwabuchi memberi pelatihan dan arahan terkait teknik dasar bermain sepak bola pada para peserta coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di di Lapangan Bola Kingkong Arena, Kamis (17/9/2026). Foto: MilkLife Soccer Challenge

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan coaching clinic bersama Pokemon menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan program pengembangan pemain sepak bola wanita usia dini. Kehadiran Iwabuchi dan Miyama juga diharapkan memberikan pembelajaran langsung dari figur sepak bola wanita berpengalaman di level internasional.

“Kami menghadirkan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai role model. Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata bahwa dari kegiatan sepak bola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa. Aya dan Mana membuktikan bahwa sepak bola yang mereka tekuni sejak kecil, jika dijalani secara konsisten akan memetik hasil luar biasa seperti mendapatkan medali Olimpiade dan Juara Piala Dunia Wanita FIFA,” ujar Teddy.

Sementara itu, Corporate Officer The Pokemon Company, Susumu Fukunaga, mengatakan kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman baru sekaligus mendorong terciptanya ruang olahraga yang menyenangkan dan inklusif.

“Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk bisa bermain bersama dan belajar dengan Miyama dan juga Iwabuchi. Keduanya sudah mencapai puncak dunia sebagai pesepakbola dan punya skill yang luar biasa sebagai pemain. Lebih dari itu, sebagai manusia, mereka adalah sosok yang baik, yang sangat hangat dan ramah. Dan saya sangat berharap bisa melihat kalian semua (peserta extra training) tampil dan berprestasi di panggung dunia,” tuturnya.

Aya Miyama dan Mana Iwabuchi memberi pelatihan dan arahan terkait teknik dasar bermain sepak bola pada para peserta coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di di Lapangan Bola Kingkong Arena, Kamis (17/9/2026). Foto: MilkLife Soccer Challenge

Asah Teknik Dasar hingga Simulasi Pertandingan

Coaching clinic berlangsung selama 90 menit, dimulai dengan opening dan warm-up, kemudian dilanjutkan latihan kemampuan dasar serta koordinasi fisik. Para peserta mengikuti sejumlah drill seperti ball touch, juggling, gerakan mengecoh, step work, hingga teknik yang dapat diterapkan dalam pertandingan.

Setelah sesi teknik, peserta mengaplikasikan materi melalui simulasi pertandingan. Mereka dibagi menjadi delapan tim dan bermain di empat lapangan secara bersamaan. Iwabuchi dan Miyama turut bergabung dalam setiap rotasi untuk memberikan pengalaman bermain secara langsung.

Bagi Mana Iwabuchi, teknik dasar seperti kontrol bola dan akurasi tembakan perlu terus diasah sejak usia dini.

“Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepakbola di level mana pun. Saya melihat mereka sangat semangat, ada power, dan mereka sangat enjoy untuk bermain sepak bola dan saya kira itu sangat bagus. Saya sejak kecil setiap hari memegang bola. Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang. Maka saya kira peserta di sini pun jika main bola setiap hari, pegang bola setiap hari, mereka juga bisa akan menjadi seperti saya,” ujar penyerang yang mengawali karirnya di klub Nippon TV Beleza tersebut.

Aya Miyama, Mana Iwabuchi, Mr. Susumu Fukunaga, Victor Rachmat Hartono, Teddy Tjahjono, dan Pikachu Soccer dalam sesi Pennant Flag & Souvenir Exchange antara MLSC dan The Pokemon Company. Foto: MilkLife Soccer Challenge

Sementara itu, Aya Miyama menilai proses menjadi pesepak bola profesional membutuhkan latihan, keberanian belajar dari kesalahan, konsistensi, serta lingkungan yang mendukung perkembangan pemain muda.

“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya. Maka dari itu, menurut saya lingkungan juga penting untuk lingkungan untuk bisa mendukung mereka berkembang jadi pesepakbola putri di Indonesia. Dan dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya. Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” ucap midfielder yang tiga kali menyabet gelar AFC Women’s Player of the Year tersebut.

Peserta extra training, Zavinna Latisya Istiana, mengaku mendapat pengalaman baru dari sesi tersebut, termasuk mengenai teknik dasar dan kerja sama tim.

“Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami bisa mendapat pengalaman baru, bisa dapat ilmu baru dari mereka. Selain teknik dasar bermain sepak bola, kami juga diajarkan kerja sama tim, cara berkomunikasi di lapangan,” ucap dia.

Aya Miyama dan Mana Iwabuchi memberi pelatihan dan arahan terkait teknik dasar bermain sepak bola pada para peserta coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di di Lapangan Bola Kingkong Arena, Kamis (17/9/2026). Foto: MilkLife Soccer Challenge

Kembaran Zavinna, Zivanna Talitha Istiana, mengatakan motivasi dari Iwabuchi dan Miyama semakin mendorongnya untuk mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional dan membela Timnas Indonesia.

“Mereka (Mana Iwabuchi dan Aya Miyama) passing sama shoot-nya bagus, terus control master-nya bagus banget. Mereka juga meminta kami untuk jangan mudah menyerah dan terus bersemangat jika mau menjadi pemain sepak bola profesional. Pengalaman ini makin menambah semangat saya untuk terus disiplin berlatih agar cita-cita saya menjadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia bisa terwujud,” ungkapnya.

instagram embed