Noor Hadi Tak Percaya Sepak Bola Cuma buat Laki-Laki

30 Agustus 2023 16:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Noor Hadi dan Timo Scheunemann Foto: Instagram/@noorhadi_09
zoom-in-whitePerbesar
Noor Hadi dan Timo Scheunemann Foto: Instagram/@noorhadi_09
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Rara dan Rere. Dara kembar dari SDUT Bumi Kartini, Jepara ini jadi momok buat kiper lawan di MilkLife Soccer Challenge Batch 2. Dari dua pertandingan di fase grup, Rara Zennita Fatin telah mencetak 10 gol. Kembarannya, Rere Zennita Fazra, mencetak delapan gol. Mereka nangkring jadi yang teratas di peringkat top scorer sementara.
ADVERTISEMENT
Kemampuan mereka memang jauh di atas rata-rata pemain sebayanya. Tapi mungkin Anda tak akan heran apabila tahu latar belakang Rara-Rere. Sang ayah, Noor Hadi, rupanya mantan pemain profesional yang pernah bermain di Liga 1 dan ISL. Ia pernah bermain sebagai striker di Persijap Jepara dan Barito Putra.
“Saya nggak mikir (sepak bola) itu olahraga cowok, karena memang sepak bola wanita kan memang aslinya ada,” ujar mantan pemain yang pernah mencetak hattrick ke gawang Persitara Jakarta Utara saat ia membela Laskar Kalinyamat, julukan Persijap Jepara, itu.
Kini, sudah dua hari Noor Hadi mengantar kedua putrinya jauh-jauh ke Kudus, untuk mengikuti kompetisi sepak bola putri yang digagas MilkLife dan Djarum Foundation, MilkLife Soccer Challenge. Noor Hadi percaya, sepak bola bisa memberikan banyak buat kedua putrinya, sama dengan bagaimana sepak bola punya andil besar dalam kehidupan Noor Hadi.
ADVERTISEMENT
Berikut obrolan kumparanBOLANITA dengan Noor Hadi di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah:
Rara Rere bersama orang tua. Foto: Antika Fahira/kumparan
Rara dan Rere tampil bagus di MilkLife Soccer Challenge, apa memang dipengaruhi untuk menekuni sepak bola?
Awalnya memang karena saya sering ngelatih kakaknya. Kakaknya memang suka sepak bola. Saya sering ngelatih, dia kadang ikut, kadang saya ajak mau, dia main-main. Akhirnya seneng dan akhirnya pelan-pelan saya arahkan ke sana.
Banyak yang menganggap sepak bola adalah olahraga cowok. Mengapa izinkan anak putri main sepak bola?
Mungkin karena basic-nya saya sama istri saya mungkin suka olahraga. Makanya kayaknya tak lihat anaknya juga gak bisa pendiem terus kayaknya suka sama bola makanya saya arahkan ke sana.
Saya juga nggak mikir itu olahraga cowok, karena memang sepak bola wanita aslinya memang ada.
ADVERTISEMENT
Latihan sepak bola kan biasanya sore, apa tidak bentrok dengan kegiatan lain seperti sekolah atau mengaji?
Kebetulan sekolahnya memang full day, pulang setengah 4 dan di SSB saya itu latihan jam 3. Jadi tiap hari itu ya mamahnya yang mondar-mandir kayak ojek online ibaratkan lah. Habis sekolah, waktu latihan ya sudah disiapkan. Jadi jemput sekolah langsung ke lapangan. Untuk les, ngaji ya habis maghrib baru ada jadwal itu.
Orang tua full support ya.
Iya.
Kalau kelak Rara Rere pengin jadi pemain profesional, boleh tidak?
Saya malah memang arahkan ke sana, mudah-mudahan ya dia cita-citanya bisa tercapai ke sana. Setidaknya sampai ke timnaslah, mudah-mudahan.
Apa harapan setelah Rara-Rere ikut MilkLife Soccer Challenge?
ADVERTISEMENT
Semoga acara ini ada kelanjutannya terus ya. Setidaknya nanti dikumpulkan pemain-pemain yang terbaik, dibina, sampai menuju ke jenjang yang lebih baik lagi.
Sudah lama sepak bola wanita seperti mati suri. Tanggapan Anda?
Ya semoga dengan adanya acara MilkLife Soccer Challenge ini semoga sepak bola putri di Indonesia mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga kita.
Pesan untuk orang tua lain?
Semoga yang punya anak perempuan suka olahraga suka bola, bisa terus berkembang dan disupport oleh orang tuanya.