Pelatih Santos Wanita Mundur usai Dugaan Pelecehan Seksual ke Pemain

10 September 2023 16:09 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kleiton Lima. Foto: Patrik Stollarz/ AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kleiton Lima. Foto: Patrik Stollarz/ AFP
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pelatih Santos Wanita, Kleiton Lima, dikabarkan mundur dari jabatannya usai dituding melakukan pelecehan seksual. Berita mengejutkan itu dirilis oleh klub asal Brasil, Santos, pada Kamis (7/9) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Mengutip The Will News, Minggu (10/9), beberapa pemain Santos dilaporkan telah mengirimkan bukti pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Kleiton Lima selama sesi latihan. Laporan tersebut diadukan kepada presiden Santos, Andres Rueda.
Namun, Lima segera membantah klaim tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resmi klub Santos, pria berusia 49 tahun itu mengaku belum pernah menghadapi tudingan seperti ini sebelumnya.
Lima mengatakan dengan yakin bahwa para pemain Santos sedang berusaha untuk menodai reputasi yang telah dibangun selama 30 tahun karier kepelatihannya. “Tuduhan seperti ini sangat serius, dan saya akan mengambil tindakan hukum,” kata Lima yang dikutip dari situs Brasil, UOL.
Kasus pelecehan seksual yang menerpa Kleiton Lima muncul ketika dunia persepakbolaan wanita tengah dihadapi persoalan serius. Pada 20 Agustus kemarin, presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales, tertangkap kamera sedang mencium bibir salah seorang pemainnya, Jennifer Hermoso.
ADVERTISEMENT
Insiden cium paksa itu ramai diperbincangkan oleh seluruh masyarakat dunia. Yang juga menjadi salah satu mengapa beberapa pesepak bola wanita kini semakin meningkatkan kewaspadaannya akan hal-hal yang berbau pelecehan seksual. Termasuk kasus Kleiton Lima saat ini.
Lima merupakan juru taktik asal Brasil yang sudah menangani Santos sejak 2022. Pada 2011 silam, ia pernah menangani Timnas Brasil di Piala Dunia Wanita, yang saat itu terhenti di babak 16 besar usai kalah dalam duel penalti melawan Amerika Serikat.