Pelatih Timnas Wanita Kanada Diskors akibat Insiden Mata-Mata Lawan di Olimpiade
·waktu baca 2 menit

Pelatih Timnas Wanita Kanada, Beverly Priestman, diskors oleh federasinya sendiri, Canada Soccer, setelah terlibat insiden mata-mata kepada tim lawan jelang Olimpiade Paris 2024. Akibatnya, ia jadi tak bisa mendampingi anak asuhnya sepanjang perhelatan akbar itu.
“Selama 24 jam terakhir, informasi tambahan telah kami peroleh mengenai pesawat nirawak (drone) sebelumnya terhadap lawan sebelum Olimpiade Paris 2024,” kata kepala eksekutif Canada Soccer, Kevin Blue, mengutip BBS Sports pada Jumat (26/7),
“Sehubungan dengan pengungkapan baru-baru ini, Canada Soccer telah membuat keputusan untuk menskors pelatih kepala Timnas Wanita Kanada, Bev Priestman, selama sisa Olimpiade Paris 2024 dan hingga selesainya tinjauan eksternal independen yang baru-baru ini kami umumkan,” sambungnya.
Drama antara Kanada dan Selandia Baru terjadi pada pekan lalu. Saat itu, dua staf Timnas Wanita Kanada, yakni Jasmine Mander (asisten Priestman) dan Joey Lombardi (tim analis), tertangkap basah mengintip sesi latihan Timnas Wanita Selandia Baru jelang Olimpiade menggunakan drone. Kejadian ini berlangsung dua kali, pada 19 dan 22 Juli.
Karenanya, dua orang itu langsung dilaporkan ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) oleh Komite Olimpiade Selandia Baru (NZOC) yang berakibat pada hukuman percobaan delapan bulan penjara terhadap Lombardi. Sedangkan, Mander dibebaskan dari tuduhan ini setelah diwawancarai pihak ofisial.
Sementara itu, Priestman mengaku tak terlibat dan tak tahu-menahu soal insiden mata-mata yang dilakukan dua stafnya. Ia hanya bilang akan bertanggung jawab terhadap kejadian ini dengan memilih mundur pada laga perdana Olimpiade 2024 melawan Selandia Baru, Kamis (25/7).
Namun, menurut informasi terbaru, ada kemungkinan besar bahwa Priestman berbohong soal pernyataannya itu. Ini diungkapkan langsung oleh Kepala Eksekutif Komite Olimpiade Kanada (COC), David Shoemaker, dalam sesi konferensi pers, Jumat (26/7) kemarin.
“Salah satu informasi utama adalah kesimpulan dari Canada Soccer bahwa (Priestman) perlu diskors berdasarkan akumulasi fakta mereka,” ucap Shoemaker.
“Saya telah melihat beberapa informasi yang mereka miliki, dan kami sendiri mengumpulkan beberapa informasi tambahan yang membuat saya menyimpulkan bahwa dia (Priestman) kemungkinan besar mengetahui insiden ini,” imbuhnya.
Karena diperkirakan terlibat dalam insiden ini, Canada Soccer langsung memulangkan Priestman dari Paris. Untuk sementara, The Canucks—julukan Timnas Wanita Kanada—akan didampingi oleh asisten Priestman, Andy Spence.
Kecewanya Pemain Kanada
Pemain Timnas Wanita Kanada, Vanesa Gilles, mengungkapkan kekecewaan yang mendalam atas kejadian yang dilakukan ofisial timnya. Ia menggambarkan insiden ini sebagai penghinaan bagi Kanada selaku peraih medali emas sepak bola wanita Olimpiade Tokyo 2020.
“Sebagai warga Kanada, ini bukan nilai-nilai kami. Kami bukan penipu,” ucap Gilles, dikutip dari DW pada Jumat (26/7).
