Persaingan Kiper Timnas Wanita Makin Ketat, Bagaimana Menurut Gadhiza Asnanza?

10 November 2025 11:27 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Persaingan Kiper Timnas Wanita Makin Ketat, Bagaimana Menurut Gadhiza Asnanza?
Gadhiza merasa, kehadiran pemain seperti Iris de Rouw bisa dimanfaatkan oleh kiper muda seperti dirinya untuk terus berkembang. #bolanita #bola #bolasports #text
kumparanBOLANITA
Gadhiza Asnanza, kiper dari Persib Bandung, sedang latihan bersama Timnas Wanita Indonesia U-17 di Ngurah Rai Training Fields.  Foto: Dok PSSI
zoom-in-whitePerbesar
Gadhiza Asnanza, kiper dari Persib Bandung, sedang latihan bersama Timnas Wanita Indonesia U-17 di Ngurah Rai Training Fields. Foto: Dok PSSI
ADVERTISEMENT
Persaingan di bawah mistar Timnas Wanita Indonesia kini makin sengit. Sejumlah nama baru bermunculan—termasuk diaspora yang berkompetisi di luar negeri—sementara kiper berpengalaman pun masih menunjukkan kualitasnya.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini membuat kompetisi untuk satu tempat di skuad Garuda Pertiwi semakin ketat. Hal tersebut dihadapi langsung oleh kiper muda, Gadhiza Asnanza.
Dalam obrolannya bersama kumparanBOLANITA, Gadhiza mengungkapkan pandangannya mengenai persaingan tersebut. Ia juga bercerita soal dampak kehadiran pemain diaspora bagi penjaga gawang sepertinya.
Persaingan Sehat
Gadhiza menyadari bahwa kini ada banyak kiper berkualitas yang siap berebut posisi utama di tim nasional. Ia bilang, kompetisi itu nyata, namun tak pernah berkembang ke arah yang tidak produktif.
“Ya persaingan juga pasti tetap ada, tapi kita bakal tetap kerja keras bareng. Yang sehatlah, jangan mencelakai atau gimana ke temen satu tim. Jadi saling support dan bantu juga,” jelas Gadhiza.
Di sisi lain, Gadhiza juga memberi reaksi positif terhadap kehadiran kiper diaspora, yakni Iris de Rouw. Iris yang baru dinaturalisasi tengah tahun 2025, langsung mendapat tempat utama. Iris langsung menjadi kiper utama saat Indonesia menjalani kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 Juni kemarin.
ADVERTISEMENT
Menurut Gadhiza, kehadiran Iris menghadirkan banyak hal positif, baik dalam latihan maupun suasana ruang ganti.
“Kak Iris itu dia, sisi positifnya ya, dia orangnya itu lucu sih, suka ngelawak saat kita lagi sesi latihan. Terus saat latihan juga kita serius, kadang kita ngikutin, ngelihatin dia, wah bagus banget dia," kata Gadhiza.
Timnas Wanita Indonesia membawa spanduk usai menghadapi Timnas Wanita Taiwan dalam laga Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Selain itu, Gadhiza menyebut Iris sebagai role model dalam aspek teknis yang saat ini sangat dibutuhkan kiper modern.
“Yang paling menonjol untuk dia tuh di build up, di kaki dan mungkin bola-bola atasnya juga. Build up sih yang aku paling suka, dia suka langsung ke depan, langsung ngasih ke striker, ke winger. Jadi itu yang bakal Gadhiz bakal perbaiki juga di situ dari dia.”
ADVERTISEMENT
Tak cuma itu, kehadiran Iris juga menjadi lecutan tersendiri bagi kiper muda seperti Gadhiza. "Jadi kita termotivasi buat biar sama kayak dia gitu, ngikutin cara dia latihan," ujar pemain berusia 18 tahun itu.