Profil Claudia Scheunemann: Pemain 14 Tahun yang Cetak 3 Gol di AFF U19 Wanita
ยทwaktu baca 3 menit

Claudia Scheunemann tampil mengesankan pada macthday kedua Piala AFF U19 Wanita kontra Laos pada Jumat (7/7) kemarin. Pemain keturunan Jerman itu catatkan brace di papan skor dalam duel sengit tersebut.
Gol pertamanya ia ciptakan pada penghujung babak pertama usai menerima assist dari sepak pojok yang dilakukan Sheva Imut. Sementara, gol keduanya ia buat setelah menerima umpan terobosan dari sisi kiri.
Positioning Claudia patut diacungi jempol di laga tersebut, pasalnya sepasang gol yang diciptakannya merupakan buah dari penempatan posisinya yang apik di depan gawang. Selain itu, selama 90 menit berlaga juga Claudia bermain "licin" menyisir sisi kiri pertahanan Laos.
Atas kerja kerasnya di laga tersebut, wanita 14 tahun itu pun diganjar penghargaan Player of the Match. Dua golnya kontra Laos juga mengantar Claudia ke puncak top skor Piala AFF U19 Wanita bersanding dengan rekan setimnya, Ayunda Anggraini, yang sama-sama telah mengumpulkan 3 gol.
Lantas, bagaimana kisah Claudia mengawali langkahnya di dunia sepak bola? Berikut ini kumparanBOLANITA sajikan ulasannya.
Profil Claudia Scheunemann
Pemain yang memiliki nama lengkap Claudia Alexandra Scheunemann lahir di Tangerang, Banten pada 24 April 2009. Ia merupakan anak dari Ralph Scheunemann, saudara kandung dari eks-pelatih Timnas Putri, Timo Scheunemann.
Sejak belia, Claudia memang sudah menyukai dunia "Si Kulit Bundar". Kesukaaan Claudia Scheunemann terhadap sepak bola tidak terlepas dari lingkungan keluarganya.
Darah keluarga Scheunemann memang cukup kental dengan sepak bola. Selain Timo dan Claudia, ada pula Brandon Scheunemann yang merupakan pemain PSIS Semarang dan Timnas Indonesia U20.
Mengutip laman PSSI, keluarga Scheunemann berasal dari Jerman dan sudah menetap di Indonesia sejak 1957. Anak-cucu keluarga ini pun banyak yang lahir di Indonesia dan fasih berbahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
Claudia Scheunemann menimba ilmu sepak bolanya di Young Warrior Football Academy. SSB yang diprakarsai oleh Michael Jantzen dan Darius Sinathrya ini bermarkas di Deutsche Schule Jakarta dan mempunyai hampir 100 siswa baik laki-laki dan perempuan.
Kini, Claudia telah menjadi andalan bagi Timnas Putri Indonesia junior. Namun, di balik kesuksesannya, Claudia mengungkap jika dirinya harus mengorbankan banyak hal demi bisa berseragam "Merah Putih"
"Perjuangan untuk menjadi salah satu bagian dari Timnas Wanita, sudah pasti harus mengorbankan waktu bermain, bahkan di hari libur pun harus tetap latihan. Tidak mudah memang untuk mencapai di titik itu, tetapi dengan giat berlatih dan ada kemauan, pasti di situ ada jalan," ungkap Claudia dikutip dari laman PSSI.
Sebelum bersinar pada Piala AFF U19 Wanita tahun ini, nama Claudia sempat masuk pada Piala AFF U18 2022 di Palembang tahun lalu. Kala itu, ia menjadi pemain termuda dengan usia yang masih 13 tahun.
Debut Claudia Scheunemann di tim nasional putri U18 cukup menarik perhatian. Ia melesakkan gol ke gawang Singapura lewat sepakan keras kaki kanan yang mengarah ke pojok kanan atas gawang dan tidak mampu dijangkau kiper lawan.
Sayangnya, pada tahun lalu Claudia dkk gagal lolos dari babak knock-out setelah finis di peringkat 3 Grup A di bawah Vietnam dan Thailand.
Claudia dan rekan-rekannya pun bertekad untuk membayar tuntas kegagalan tahun lalu. Setelah menunjukkan tren positif dalam dua laga awal kontra Timor Leste dan Laos, pasukan Rudy Eka siap mengamankan partai penentuan juara Grup A menghadapi Kamboja pada Minggu (9/7).
Claudia kini tercatat sebagai top skor Piala AFF U19 Wanita bersama Ayunda dengan raihan 3 gol. Kendati demikian, ia enggan terlalu fokus pada raihan pribadi. Claudia lebih mementingkan tujuan bersama, yakni mengantar Timnas Wanita U19 menjadi juara.
"Masih bisa banyak yang harus diperbaiki, untuk bisa membawa tim ini menjadi juara. Ya, tentunya kami bisa menjadi juara AFF ini. Untuk masalah berapa jumlah gol yang saya cetak, itu tidak terlalu penting," pungkasnya.
