Kumparan Logo

PSSI Datangkan Pelatih dari Jepang untuk Timnas Wanita, Bukan Kali Pertama!

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Timnas Putri Indonesia menggelar sesi latihan saat mengikuti Piala Asia Wanita 2022 di India, Minggu (23/1/2022).  Foto: PSSI
zoom-in-whitePerbesar
Timnas Putri Indonesia menggelar sesi latihan saat mengikuti Piala Asia Wanita 2022 di India, Minggu (23/1/2022). Foto: PSSI

Baru-baru ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajarannya berkunjung ke Jepang untuk melangsungkan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Presiden JFA, Tashima Kozo. Peresmian tersebut digelar di Prince Takamado Memorial JFA Field, Chiba, Jepang, pada 22 Mei 2023.

Salah satu poin penting yang disepakati antara PSSI dengan JFA adalah pengembangan sepak bola wanita. Adapun Erick meminta kerja sama kepada pelatih dari Jepang untuk mengembangkan sepak bola wanita Tanah Air.

“Kita belajar dari Jepang mengenai timnas perempuan. Karena mereka kan juara dunia, juara U20, U17 tim nasional perempuan, makanya kita mau ambil pelatih dari Jepang," kata Erick Thohir dalam konferensi pers usai Kongres Biasa PSSI 2023 di Hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta, Minggu (28/5).

Jika rencana tersebut terwujud, ini akan menjadi kedua kalinya Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia diasuh pelatih dari Jepang. Pada 2003 silam, timnas ternyata pernah dilatih oleh Ichiro Fujita, yang menjadi pelatih asing pertama di Timnas Wanita Indonesia.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau Stadion Manahan, Solo, Minggu (12/3/2023). Foto: Maulana Surya/ANTARA FOTO

Ichiro Fujita, Pelatih Asing Pertama yang Tangani Timnas Wanita Indonesia

Pada 2003, PSSI menunjuk pelatih asal Jepang, Ichiro Fujita, untuk menukangi Timnas Wanita Indonesia. Saat itu, Fujita memimpin Tim Garuda Pertiwi pada ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2003.

Indonesia tergabung ke dalam Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Vietnam, tuan rumah saat itu, melumat habis Tim Garuda Pertiwi dengan enam gol tanpa balas.

Anak asuh Fujita juga tak bisa menaklukkan dua tim lainnya, yakni Malaysia dan Vietnam. Timnas Wanita Indonesia hanya mampu menahan imbang keduanya dengan skor masing-masing 2-2 dan 1-1.

Secara keseluruhan, Indonesia, Malaysia dan Filipina hanya mampu mengumpulkan dua poin saja dari tiga laga yang dijalaninya. Karena kalah selisih gol, Indonesia harus rela berada di dasar klasemen akhir dengan total kebobolan sembilan gol.

Penampilan Timnas Wanita Indonesia pada SEA Games 2003 terbilang cukup buruk. Karena jika disandingkan dengan peserta lain, Tim Garuda Pertiwi berada di urutan keenam dari total tujuh peserta.