Kumparan Logo

Rudy Eka: Persaingan Sepak Bola Wanita Asia Tenggara Ketat, Fokus Mereka di Liga

kumparanBOLANITA

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Timnas Wanita Indonesia U-19 Rudy Eka Priyambada (kanan) memberikan instruksi kepada pemain saat sesi latihan di Lapangan Baseball, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/7/2023).  Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Timnas Wanita Indonesia U-19 Rudy Eka Priyambada (kanan) memberikan instruksi kepada pemain saat sesi latihan di Lapangan Baseball, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/7/2023). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Peta persaingan sepak bola wanita di Asia Tenggara cukup ketat dan hampir merata di setiap negara. Hal itu disampaikan oleh Pelatih Timnas Wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada.

Rudy Eka mengungkap bahwa beberapa negara di Asia Tenggara kini mulai menaruh perhatian lebih kepada sepak bola wanita. Bahkan, negara seperti Myanmar, Vietnam, dan Thailand mulai fokus menjalankan kompetisi wanita di negaranya masing-masing.

“Peta persaingan wanita di Asia Tenggara itu sangat ketat, hampir merata terutama negara yang benar-benar aware. Beberapa udah fokus sama liga (wanita) seperti Myanmar, Vietnam, dan Thailand keduanya udah masuk Piala Dunia,” tutur Rudy Eka kepada kumparanBOLANITA, Senin (3/7).

Jika menilik pernyataan Rudy Eka, Myanmar, Vietnam, dan Thailand memang merupakan tiga negara di Asia Tenggara yang cukup apik menjalankan kompetisi domestiknya untuk wanita. Myanmar misalnya, mereka membentuk Liga Wanita Myanmar sejak tahun 2016 dan masih berjalan sampai sekarang.

Hingga saat ini, Liga Wanita Myanmar telah berjalan 4 musim, kompetisi itu berhenti sementara pada tahun 2020 & 2021 karena COVID-19. Sejauh ini, hanya ada dua tim yang berhasil menjuarai liga tersebut, yakni Myawady FC dan ISPE FC, masing-masing mengoleksi dua gelar.

Bergeser ke Vietnam, negara itu bahkan telah menggelar kompetisi untuk wanitanya lebih lama, yakni sejak 1998 silam. Sampai sekarang, Vietnamese Women's Football Championship telah berjalan sebanyak 25 musim.

Mengutip laman resmi Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), kompetisi tersebut diikuti oleh 8 tim wanita. Ho Chi Minh City menjadi tim tersukses dalam kompetisi tersebut dengan raihan 11 gelar juara.

Timnas sepak bola wanita Thailand. Foto: Instagram/@fathailandofficial

Sementara itu, negara terakhir yang disebut oleh Rudy Eka, yakni Thailand juga tak kalah apiknya dalam mengelola kompetisi wanita mereka. Thai Women’s League telah bergulir sebanyak 8 musim sejak tahun 2009 silam.

Kompetisi sepak bola wanita tertinggi di Thailand itu diikuti oleh 10 tim. Selain memiliki divisi utama, Thailand juga punya kompetisi sepak bola wanita kasta kedua yang diberi nama Thai Women’s League 2.

Di Thai Women’s League, BG Pundit Asia jadi tim tersukses dengan raihan 5 gelar juara. Sedangkan di divisi kedua, Kasembundit University menjadi pemenang terakhir Thai Women’s League 2 pada musim 2020/21.

Jika dibandingkan dengan beberapa negara di atas, Indonesia bisa dibilang tertinggal cukup jauh soal menggelar kompetisi domestik bagi sepak bola wanitanya. Kompetisi sepak bola wanita Indonesia yang diberi nama Liga 1 Putri hanya digelar satu musim saja pada 2019 silam.

Kala itu, Liga 1 Putri diikuti oleh 10 dari 18 klub Liga 1 antara lain yakni Persija, PSM, Persib, TIRA-Persikabo, Bali United, Arema, PSIS, Persipura, PSS, Persebaya. Musim perdana kompetisi tersebut dimenangkan oleh Persib Putri.

Sejumlah pemain Timnas Wanita Indonesia U-19 mengikuti sesi latihan di Lapangan Baseball, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/7/2023). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Timnas Wanita U19 Siap Hadapi Piala AFF U19 Wanita

Rudy Eka menilai jika Myanmar, Vietnam, dan Thailand bakal menjadi lawan terberat bagi Indonesia di Piala AFF U19 Wanita. Namun, ia tak menyebut nama Filipina yang lolos ke PIala Dunia Wanita, lantaran tim juniornya tak sebagus tim senior wanitanya.

“Kalau dari segi negara, lawan terberat ya Vietnam, Thailand, dan Myanmar. Kalo Filipina seniornya oke, tapi juniornya masih kurang,” lanjut Rudy Eka.

Kendati bakal berhadapan dengan negara-negara yang memiliki kompetisi wanita lebih baik, Rudy Eka tak gentar. Juru taktik kelahiran Jakarta itu optimistis dengan pasukannya dan menargetkan bisa melangkah jauh di Piala AFF U19 Wanita.

"Target kali ini, ya, setidaknya masuk final aja dulu. Target awal pasti pengin juara. Tapi, ya, kita target masuk final dulu, baru setelah itu kita pengin juara," ujar Rudy Eka.

"Saya pengin lolos dari fase grup dulu, saya pengin ngalahin Timor Leste dulu aja. Optimis juara pasti sih optimis," sambungnya.

Piala AFF U19 Wanita akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan pada 5 hingga 15 Juli mendatang. Indonesia tergabung di grup A bersama Kamboja, Laos, dan Timor Leste.

"Garuda Muda Pertiwi" akan mengawali langkahnya di turnamen tersebut kontra Timor Leste pada Rabu (5/7). Lalu, Timnas Wanita Indonesia akan melawan Laos dua hari kemudian dan mengakhiri laga di fase grup dengan bersua Kamboja pada Minggu (9/7).

instagram embed