SDN Jambean 02 Pati Juara MLSC Kudus Seri 2, Putus Dominasi SDUT Bumi Kartini
·waktu baca 3 menit

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 2025/26 melahirkan juara baru di U-12 dan U-10. Lahirnya juara baru menjadi bukti semakin kompetitifnya persaingan di MLSC.
Pada MLSC Kudus Seri 1 2025/26, SDUT Bumi Kartini Jepara meraih gelar juara sekaligus mempertahankan gelar U-12 untuk yang kelima kalinya secara beruntun.
Pada MLSC Seri 2 tahun ini, SDN Jambean 02 Pati U-12 menjadi juara baru usai mengalahkan SDUT Bumi Kartini Jepara melalui adu penalti dengan skor 1 (6)-(5) 1 di Stadion Supersoccer Arena (SSA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (24/5).
Pelatih SDN Jambean 02 Pati, Muhammad Hidayat, mengatakan bahwa anak asuhnya telah bermain maksimal di partai puncak. Ia pun mengapresiasi kinerja skuadnya.
"Perjuangan anak-anak bagus. Mereka sudah latihan rutin dan kerja keras selama latihan. Kami maksimalkan di semua pertandingan," katanya, Minggu (24/5).
Menghadapi juara bertahan, SDUT Bumi Kartini Jepara, ia menginstruksikan agar para pemainnya melakukan pressing kepada duo kembar andalan tim lawan, Rara Zenita Fatin dan Rere Zenita Farza.
"Tim lawan kan hanya mengandalkan Rara dan Rere. Kami memberikan arahan kepada anak-anak agar pressing terus. Alhamdulillah anak-anak juga tidak pernah meremehkan lawan," imbuhnya.
Penjaga gawang sekaligus kapten tim SDN Jambean 02 Pati, Faiha Talloi Carena, mengatakan, kunci kemenangan timnya hadir karena kerja keras semua tim. Selain itu, ia dan rekan-rekannya juga tidak meremehkan lawan.
"Sangat bersyukur dengan hasil ini. Pastinya harus tetap rendah hati dan tidak sombong," imbuhnya.
Sementara itu di U-10 MilkLife Soccer Challenge Seri 2 ini menjadi milik MI NU Baitul Mukminin. Mereka mengalahkan MI NU Pendidikan Islam dengan skor 4-1.
Pelatih MI NU Baitul Mukminin, Ahmad Rizza Aftoni mengatakan, raihan hasil juara anak asuhnya itu di luar prediksi. Sebab, pihaknya pada awalnya hanya mematok target mencapai babak semifinal.
"Hasil juara ini di luar prediksi. Target kami awalnya delapan besar. Tetapi alhamdulillah bisa meraih juara," katanya, Minggu (24/5).
Menurutnya, peserta yang ikut serta dalam MLSC tahun ini lebih kompetitif dan merata. Persaingan bahkan dirasa lebih ketat.
"Alhamdulillah kami berusaha memaksimalkan yang ada. Selama babak semifinal dan final, anak-anak juga bermain dengan enjoy," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kudus, Shony Wardana mengucapkan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation. Ia berharap dari ajang MLSC ini muncul bibit-bibit terbaik.
"Terima kasih untuk Bakti Olahraga Djarum Foundation. Mudah-mudahan anak-anak bisa terus berkembang lebih baik ke depannya," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung pembibitan sepak bola putri.
"Mudah-mudahan dari Kudus bisa terus muncul juara di sepak bola putri. Kami dari Disdikpora Kudus bersama Kemenag Kudus akan berkolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk mengembangkan sepak bola putri," ucapnya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengucapkan terima kasih kepada Disdikpora Kudus dan Kemenag Kudus atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, jumlah peserta di U-10 meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.
"Hal ini bagus untuk regenerasi pesepakbola putri. Lahirnya juara baru menjadi bukti MLSC ini tidak didominasi satu sekolah. Artinya, MLSC ini semakin kompetitif. Semoga dari MLSC ini menjadi bekal untuk ajang All Stars pada Juni nanti," pungkasnya.
