Kumparan Logo

Sibuk Timnas Nggak Bikin Gadhiza Asnanza Tinggalkan Tuntutan Akademis

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gadhiza Asnanza, kiper Timnas Wanita Indonesia (pojok kanan), dan teman-teman SMA Negeri 4 Bandung. Foto: Dok. Pribadi Gadhiza Asnanza
zoom-in-whitePerbesar
Gadhiza Asnanza, kiper Timnas Wanita Indonesia (pojok kanan), dan teman-teman SMA Negeri 4 Bandung. Foto: Dok. Pribadi Gadhiza Asnanza

Menjadi bagian dari Timnas Wanita Indonesia di usia muda tentu jadi kebanggaan besar buat Gadhiza Asnanza. Tapi, di balik kesibukannya berlatih dan membela Garuda Muda Pertiwi, kiper asal Bandung itu tetap punya tanggung jawab lain yang tak kalah penting: sekolah.

Di sela-sela jadwal tandingnya di HYDROPLUS Soccer League Bandung, Sabtu (25/10) lalu, Gadhiza bercerita kepada kumparanBOLANITA tentang bagaimana perjuangannya menyeimbangkan dunia sepak bola dan akademis.

Ia kini bersekolah di SMA Negeri 4 Bandung dan duduk di kelas 12 SMA. Bukan kelas reguler, melainkan program kelas khusus para atlet. Pilihannya itu, kata Gadhiza, ada tantangan tersendiri.

“Bagi waktunya tuh susah. Kan Gadis juga ambil sekolahnya bukan yang reguler. Jadi, di SMAN 4 Bandung itu Gadis ambil yang SMATER. Dia ada kelas khusus atlet, anak pondok, dll,” ucap pemain yang akrab dipanggil Gadis itu.

Gadhiza Asnanza, kiper Timnas Wanita Indonesia, bersama teman-temannya di SMA Negeri 4 Bandung. Foto: Dok. Pribadi Gadhiza Asnanza

SMATER (SMA Terbuka) adalah program pendidikan khusus bagi siswa yang tidak bisa mengikuti sekolah reguler secara penuh. Kelas tersebut dirancang untuk jadwal fleksibel dengan metode pembelajaran hybrid (gabungan online dan tatap muka) serta mandiri, sehingga siswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja sesuai kebutuhan mereka.

“Gadis di situ sekolahnya seminggu sekali. Jadi kalau emang nyempetin waktu buat sekolah, Gadis sekolah,” tutur Gadhiza.

“Kalau misalkan lagi ada TC (training camp) atau ada event, Gadis sekolah online. Ada Google Classroom gitu mereka,” sambungnya.

Saat ada waktu senggang di sela latihan, Gadhiza memanfaatkan momen tersebut untuk mengerjakan tugas atau menyusul pelajaran yang tertinggal. Ia pandai mengatur waktu antara sepak bola dan sekolah agar keduanya bisa berjalan seimbang.

instagram embed