Suporter Wanita Dilecehkan di Laga vs Bali United, Persija Kutuk Keras
·waktu baca 2 menit

Keluhan seorang suporter wanita Persija mengalami pelecehan seksual di stadion viral di media sosial.
Korban yang identitasnya disamarkan tersebut mengaku mengalami kejadian tak menyenangkan saat Persija melawan Bali United di lanjutan Super League di Jakarta International Stadium, Minggu (14/9).
"Semalem keos di utara ni orang megang PD (payudara) gue dengan sengaja nyari kesempatan pas gol 1-1. Semalem keos di utara ni orang megang PD (payudara) gue dengan sengaja nyari kesempatan pas gol 1-1," tulis unggahan media sosial itu, beserta foto terduga pelaku.
Menanggapi hal ini, manajemen Persija menyatakan mengutuk keras tindakan sesama suporter Persija tersebut.
"Tentunya Persija mengutuk keras terhadap kejadian adanya pelecehan seksual di stadion sepak bola. Sudah seharusnya sepak bola menjadi hal yang aman dan nyaman bagi semua kalangan," ujar Mohamad Prapanca, Presiden Persija, kepada kumparanBOLANITA, Rabu (17/9).
Prapanca juga menyesalkan bahwa hal tersebut terjadi di sesama pendukung Persija.
"Baik korban dan pelaku memang pembeli tiket Jakmania," tambahnya. "Setau saya Jakmania termasuk salah satu kelompok suporter yang selalu mengkampanyekan tentang anti-kekerasan seksual atau anti-seksisme."
Korban dan Pelaku Akan Dipertemukan
Sementara itu, Jakmania juga menyatakan keprihatinan yang sama atas kejadian ini. Mereka mengutuk keras pelecehan seksual, apalagi yang terjadi di tribune.
"Kejadian ini tentunya menjadi fokus dari pengurus pusat Jakmania. Kami langsung memitigasi situasi tersebut dengan menghubungi korban dan mencari informasi mengenai orang yang ada di dalam foto tersebut," kata Diky Budi Ramadhan, Ketum Jakmania, Rabu (17/9).
Diky sendiri mengaku tahu kejadian ini pertama kali melalui media sosial. Baru, setelah itu, ia menghubungi korban dan mencari tahu soal terduga pelaku. Sementara itu, ia mengatakan bahwa kondisi korban terpukul dengan kejadian itu.
"Tentunya siapa pun pasti terpukul jika berada di situasi tersebut. Yang kami lakukan adalah mitigasi dan terus mengkampanyekan bahwa tidak ada ruang untuk pelecehan fisik, seksual dan lisan di tribune kami," tambah Diky.
Selanjutnya, Persija berniat mempertemukan kedua belah pihak.
"Dalam waktu dekat akan dipertemukan dengan didampingi korwil masing-masing. Apakah akan ada tindakan hukum? Saya harus konfirmasi ke Pengurus Jakmania," kata Prapanca.
Diky sendiri belum bisa memastikan apakah langkah hukum akan diambil korban. "Belum tahu, itu hak korban," kata Diky.
