Kumparan Logo

Survei: 78 Persen Wanita yang Bekerja di Dunia Sepak Bola Pernah Didiskriminasi

kumparanBOLANITA

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sepak bola wanita. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sepak bola wanita. Foto: Shutterstock

Partisipasi wanita dalam industri sepak bola mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Di Inggris, misalnya, The Independent melaporkan peningkatan jumlah pelatih wanita sebesar 88 persen dalam periode 2020 hingga 2024.

Sayangnya, bertambah banyaknya wanita dalam industri sepak bola tak diiringi dengan lingkungan yang inklusif. Terbaru, Women in Football (WIF), sebuah organisasi yang mendorong partisipasi wanita di sepak bola melaporkan bahwa 78 persen wanita yang bekerja di sepak bola pernah mengalami diskriminasi.

Itu merupakan hasil survei yang dilakukan oleh WIF pada 867 responden yang melibatkan 759 wanita, 100 pria, dan beberapa kelompok etnis minoritas.

Temuan yang dipublikasikan pada Kamis (25/9) kemarin itu juga menunjukkan bahwa 56 persen wanita yang mengalami diskriminasi tak melaporkan di tempat kerja mereka. Sebagian dari mereka merasa karena tindakan diskriminasi itu tak akan ditangani secara memadai oleh tempat kerjanya, lalu ada juga yang enggan melaporkan karena khawatir bakal memengaruhi karier mereka.

Kendati demikian, hampir empat dari lima wanita tetap optimistis terhadap prospek wanita di industri sepak bola dari survei yang dilakukan WIF tersebut.

"Data tersebut bukan sekadar angka: ini adalah pengalaman hidup orang-orang yang bekerja di industri ini (sepak bola), dan mereka layak mendapatkan yang lebih baik," tutur Kepala Eksekutif WIF, Yvonne Harrison, dikutip dari NY Times.

Sonia Bompastor, Pelatih Chelsea Women. Foto: Marco Bertorello/AFP

Sonia Bompastor, pelatih Chelsea Wanita, juga ikut memberi tanggapannya soal riset yang dilakukan WIF. Ia mengaku tak terlalu terkejut karena realitanya memang tak jauh berbeda dengan hasil survei yang dilakukan.

Bompastor pun lantas membagikan cerita tak mengenakan yang dialaminya tatkala melakukan interview dengan beberapa klub untuk mengisi pos pelatih kepala di klub sepak bola.

"Coba tebak, apa pertanyaan pertama yang hampir ditanyakan orang-orang kepadaku ketika aku ingin menjadi pelatih atau manajer?" kata Bompastor kepada BBC Sport.

"Aku kasih tahu: 'Menurut Anda, apakah mungkin menjadi ibu dari empat anak dan menjadi manajer untuk klub besar?'" saat Bompastor menirukan orang yang dimaksudnya.

"Aku pikir jika Anda menempatkan seorang pria di depan orang yang sama (untuk jadi pelatih), mereka tidak akan pernah menanyakan itu," lanjut Bompastor. Untungnya, Bompastor bilang kalau pertanyaan semacam itu tak terjadi di Chelsea.

instagram embed