Timnas Afrika Selatan Sukses Dapat Kucuran Dana usai Berselisih dengan Federasi
·waktu baca 3 menit

Timnas Wanita Afrika Selatan akhirnya mendapat kucuran dana usai berkonflik dengan federasi sepak bolanya. Dana tersebut didapat dari sebuah yayasan dan miliarder bernama Patrice Motsepe pada Rabu (5/7) kemarin.
Diwartakan Sports News Africa, para pemain Timnas Wanita Afrika Selatan dilaporkan berkonflik dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA), Danny Jordaan. Perseteruan itu disinyalir bermula dari ketidak jelasan soal bonus yang harusnya diterima pemain saat Piala Dunia Wanita 2023.
Selain soal bonus, para penggawa “Banyana Banyana” juga mengeluhkan ihwal fasilitas yang mereka terima. Salah satunya yakni perihal kondisi lapangan di Stadion Tsakane di Ekurhuleni yang menjadi tempat mereka berlatih.
Meski telah mendapat kecaman dari para pemain timnasnya, pihak federasi terkesan diam dan tak menggubris hal tersebut. Imbasnya, para pemain pun memboikot pertandingan persahabatan kontra Botswana pada Minggu (2/7) kemarin.
Presiden SAFA, Danny Jordaan, marah dengan aksi boikot tersebut. Akhirnya dia pun memanggil banyak pemain baru untuk laga kontra Botswana. Akibatnya, Afrika Selatan kalah 0-5 dari Botswana.
Kini, ditengah konflik tersebut Timnas Afrika Selatan bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, mereka telah mendapat kucuran dana yang cukup besar dari Yayasan Motsepe.
Diwartakan ESPN, yayasan yang bergerak di bidang pemuda, wanita dan kaum rentan di Afrika itu memberikan dana sebesar USD320 ribu atau sekitar Rp4,82 miliar. Nantinya, besaran dana tersebut akan dibagi ke 23 pemain yang bakal berangkat ke Australia & Selandia Baru.
CEO Yayasan Motsepe, Precious Moloi-Motsepe, mengungkap jika bantuan dana itu diberikan sebagai rasa kepedulian mereka terhadap wanita dan sepak bola wanita di Afrika Selatan.
Laporan yang sama menyebut bahwa Menteri Olahraga Afrika Selatan, Zizi Kodwa, ditunjuk menjadi pendamai dalam konflik pemain dan SAFA. Kodwa pun kini tengah berupaya mendinginkan kembali suasana antara pemain dan federasi sepak bola yang sempat memanas.
Kodwa juga mengapresiasi langkah Yayasan Motsepe yang memberikan bantuan dana terhadap Timnas Wanita Afrika Selatan. Berkat dana tersebut, kini timnas wanita mendapat biaya akomodasi tambahan untuk mengarungi Piala Dunia Wanita 2023.
“Saya menyerukan pada SAFA dan SAFPU (asosiasi pemain) untuk bersama-sama menangani keprihatinan yang diderita oleh Banyana Banyana, yang sangat menginspiriasi negara kita. Yayasan Motsepe juga punya andil, dan saya senang dengan kontribusi yang mereka buat,” tutur Kodwa, dikutip dari ESPN.
“Banyana Banyana kini dapat sepenuhnya fokus di Piala Dunia Wanita FIFA, kekhawatiran mereka (soal dana) kini telah ditangani,” sambung Kodwa.
Adapun Timnas Wanita Afrika Selatan tergabung dengan grup G bersama Argentina, Italia, dan Swedia. Banyana Banyana akan mengawali langkahnya di turnamen wanita antarbangsa itu dengan melawan Swedia pada 23 Juli mendatang di Sky Stadium, Selandia Baru.
