Kumparan Logo

Timnas Wanita Kanada di 2023: Kegagalan yang Berbuah Manis

kumparanBOLANITA

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Timnas Wanita Kanada. Foto: Instagram/@canadasoccer
zoom-in-whitePerbesar
Timnas Wanita Kanada. Foto: Instagram/@canadasoccer

2023 boleh dibilang menjadi tahun yang nano-nano buat tim sepak bola wanita Kanada. Pahit dan manis pernah mereka rasakan. Di awal tahun, tim berjuluk The Canucks itu terus mendapat hasil yang mengecewakan. Tapi, itu yang membuat mereka semakin kokoh. Hingga akhirnya di pengujung tahun, kegagalan itu berubah manis, menjadi sebuah kesuksesan.

Timnas Wanita Kanada mengawali 2023 dengan kekalahan. Kala itu, mereka harus takluk dari USWNT atau Timnas Wanita Amerika Serikat di laga perdana fase grup Piala SheBelieves.

Tim berjuluk The Canucks itu kalah 2-0 akibat brace yang dicetak oleh salah seorang pemain USWNT, Mallory Pugh, pada menit ke-7 dan 34’. Alhasil, Kanada gagal merebut tiga poin di laga pembuka Piala SheBelieves.

Beruntung, di matchday kedua, mereka berhasil menebus kesalahannya. Tim besutan Bev Priestman itu unggul 0-2 atas Brasil berkat gol-gol yang diciptakan oleh Vanessa Gilles (31’) dan Evelyn Viens (71’).

Namun sayangnya, keunggulan itu tak bisa mereka perlihatkan kala bersua tim raksasa Asia, Jepang. Di hadapan penonton yang memenuhi Stadion FC Dallas, Amerika Serikat, Kanada dibantai 0-3 oleh Nadeshiko—julukan Timnas Wanita Jepang.

Satu kemenangan dan dua kali kekalahan membuat The Canucks harus puas berada di juru kunci klasemen akhir dengan torehan tiga poin. Mereka gagal membawa pulang trofi di turnamen pertama 2023.

Pada April 2023, Kanada juga gagal memetik kemenangan kala bertandang ke markas Prancis di pertandingan persahabatan. Pertandingan yang berlangsung di MMArena, Le Mans, Prancis, itu dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor tipis 2-1.

Dua gol Prancis masing-masing diciptakan oleh Grace Geyoro (51’) dan Lea Le Garrec (64’), sementara gol semata wayang Kanada hadir dari kaki pemain bernomor punggung sembilan, Jordyn Huitema.

Penyerang Kanada Christine Sinclair (kanan) terlihat selama pertandingan sepak bola Grup B Piala Dunia Wanita 2023 Australia dan Selandia Baru antara Kanada dan Australia di Melbourne Rectangular Stadium, juga dikenal sebagai AAMI Park. Foto: William West/AFP

2023 adalah tahun di mana Timnas Wanita Kanada tampil di Piala Dunia Wanita untuk yang kedelapan kalinya. Saat itu, mereka tergabung ke dalam Grup B bersama Republik Irlandia, Nigeria, dan tuan rumah Australia.

Di laga perdana, The Canucks gagal mencuri tiga poin setelah ditahan imbang Nigeria 0-0. Beruntung, di pertandingan kedua, Kanada berhasil mengungguli Republik Irlandia berkat gol yang dilesakkan oleh Adriana Leon pada menit ke-53 dan gol bunuh diri pemain Irlandia, Megan Connolly, di injury time babak pertama (45+5’). Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Kanada.

Namun, kebahagiaan tak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian, Kanada dipermalukan oleh si empunya rumah, Australia.

Matildas, yang diunggulkan karena bermain di kandang sendiri, bermain dengan sangat baik. Kanada sampai kewalahan.

Padahal, dari segi ranking FIFA, Kanada lebih tinggi dibanding Australia. Kanada berada di peringkat ketujuh sedangkan Australia 10.

Namun, ranking seolah tak ada artinya di pertandingan tersebut. Australia, yang dipenuhi beberapa pemain bintang seperti Sam Kerr hingga Mary Fowler, berhasil mengacak-acak pertahanan tim tamu, Kanada.

Dan akhirnya, empat gol tercipta di laga penutup fase grup tersebut. Empat-empatnya diciptakan oleh pemain Australia: Hayley Raso (9’, 39’), Mary Fowler (58’), dan gol penalti dari Steph Catley di pengujung laga (90+4’).

Ini tentu mengejutkan. Kanada yang peringkatnya lebih tinggi tiga angka, dikandaskan oleh Australia. Kekalahan menyakitkan itu membuat The Canucks gagal lolos ke 16 besar. Di klasemen akhir, Kanada finis di posisi tiga dengan empat poin, dua angka lebih rendah dari si pemuncak klasemen, Australia.

Kekalahan demi kekalahan yang diraih Kanada membuat peringkat dunia mereka merosot.

Sebelum melakoni Piala SheBelieves dan friendly match, The Canucks berada di posisi enam dengan 2001,56 poin. Namun, setelah terus-menerus mengalami kekalahan, mereka tergusur ke peringkat tujuh dengan 1996,34.

Itu belum seberapa. Usai Piala Dunia Wanita 2023 selesai digelar, ranking Kanada merosot hingga tiga posisi! Tim asuhan Bev Priestman itu sampai terdampar ke peringkat ke-10 dengan 1882,88 poin.

Timnas Wanita Kanada. Foto: Instagram/@canadasoccer

Namun, sederet hasil pertandingan mengecewakan itu tak lantas membuat Kanada patah arang. September kemarin, mereka ikut serta dalam kualifikasi Piala Emas Wanita CONCACAF.

The Canucks berhasil membuka laga perdananya dengan kemenangan. Bermain di kandang lawan, Jamaika, Kanada unggul 0-2 berkat gol-gol yang dikucurkan oleh Nichelle Prince (18’) dan Adriana Leon (90+3’).

Di leg kedua, mereka berjumpa lagi dengan The Reggae Girlz. Pertandingan yang berlangsung di BMO Field, Toronto, Kanada, itu dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor 2-1.

Kemenangan itu membuat Kanada lolos ke putaran final Piala Emas Wanita CONCACAF yang akan digelar pada 20 Februari sampai 10 Maret 2024. BMO Field menjadi salah satu venue yang akan dipakai untuk kompetisi tersebut.

Di pengujung tahun, tepatnya pada Desember 2023, Kanada melakoni pertandingan persahabatan melawan Australia, tim yang mengalahkan mereka di laga pamungkas Piala Dunia Wanita 2023.

Misi balas dendam akhirnya berhasil. Ya, The Canucks sukses membuat Australia bertekuk lutut dalam dua leg sekaligus. Pada leg pertama yang digelar 2 Desember kemarin, Kanada melibas Matildas dengan skor telak 5-0. Di leg kedua yang berlangsung empat hari setelahnya, mereka kembali unggul, kali ini dengan skor 1-0. Kedua pertandingan tersebut sama-sama dimainkan di Kanada.

Kemenangan itu memang tak merubah peringkat dunia Kanada, tetap di posisi ke-10. Namun, mereka mengalami peningkatan cukup signifikan dari segi poin. Sebelumnya, The Canucks mengantongi 1882,88 poin. Sekarang? 1948,58!

Tahun depan, mereka akan manggung di Olimpiade 2024. Akankah Kanada berhasil mempertahankan gelar juara, seperti yang diraihnya pada 2020 silam?

instagram embed