Kumparan Logo

Timo Puji Mental Garuda Pertiwi, Potensial Naik Level ke Timnas Senior

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi pemain Timnas Garuda Pertiwi Indonesia U-16 usai mencetak gol ke gawang Timnas Putri Hong Kong  U-16 pada pertandingan Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026). Foto: Nirza/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pemain Timnas Garuda Pertiwi Indonesia U-16 usai mencetak gol ke gawang Timnas Putri Hong Kong U-16 pada pertandingan Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026). Foto: Nirza/ANTARA FOTO

Pelatih Timnas Wanita Indonesia U-16 Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, memuji mentalitas anak asuhnya saat tampil di Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026. Ia menilai sejumlah pemain memiliki potensi untuk menembus Timnas Wanita Indonesia Senior.

Sebelumnya, Garuda Pertiwi harus puas menjadi runner-up di ajang Srikandi Merdeka Cup 2026. Mereka kalah 0-1 dari Thailand U-16 pada partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8).

Meski gagal meraih trofi, Timo tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. Menurutnya, mentalitas Garuda Pertiwi menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang turnamen.

“Ya, mentalitasnya luar biasa karena, pertama, tiap pertandingan bisa spartan. Enggak ada kendornya,” kata Timo dalam konferensi pers usai pertandingan final vs Thailand, Minggu (23/8).

Pelatih Timnas Wanita Indonesia U-16 Timo Scheunemann menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum laga melawan Yordania pada ajang Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparanBOLANITA

Timo juga menyoroti bagaimana para pemain tetap tenang ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan. Salah satunya ketika Garuda Pertiwi mendapat banyak tekanan serta pelanggaran dari Thailand.

“Jadi mentalitasnya udah oke banget, karena memang dari kita, dari top to bottom nggak ada sok-sokan, nggak ada diva-divaan. Harus bersatu di luar lapangan dan di dalam lapangan,” ujar Timo.

“Mereka bisa memahami itu. Bahwa saya keras sama mereka itu bukan hanya masalah performa, tapi masalah sikap,” ujarnya.

Menurut Timo, pembentukan sikap tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda. Ia ingin para pemain asuhannya yang nantinya naik ke level senior memiliki kualitas yang lebih baik.

“Ke depannya, saya rasa ada banyak yang bisa tembus ke (timnas) senior asal mereka terus mengembangkan itu, performa dan sikap,” ucap Timo.

Di akhir, Timo mengingatkan bahwa proses tersebut tidak berhenti setelah Srikandi Merdeka Cup. Para pemain harus mampu menjaga performa dan intensitas latihan dari satu pemusatan latihan ke pemusatan latihan berikutnya.

instagram embed