Untuk Sepak Bola Wanita, Terima Kasih Dunia pada Nettie Honeyball

10 Juni 2023 18:09 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Nettie Honeyball. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Nettie Honeyball. Foto: Wikimedia Commons
ADVERTISEMENT
Dalam catatan sejarah, sepak bola wanita lahir pertama kali di negeri China pada masa Dinasti Donghan, sekitar 25-200 masehi. Namun, ia perlahan redup seiring kekuasaan Dinasti Qing sejak 1614.
ADVERTISEMENT
Waktu bergulir jauh, jauh, setelah itu, sampai banyak perempuan kembali menendang-menyundul bola. Sepak bola wanita baru kembali menggeliat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Kala itu, Inggris menjadi tempat kelahiran kedua bagi sepak bola wanita.
Pelopornya adalah seorang wanita bernama Nettie J. Honeyball, atau kerap dikenal dengan nama Nettie Honeyball. Berdasar laporan Spartacus Educational, Honeyball merintis sepak bola wanita di Inggris dengan mendirikan British Ladies Football Club (BLFC). Kala itu, ia memasang iklan di media dan membujuk sekitar 30 wanita muda untuk bergabung dengan klub sepak bola wanita pertama di dunia tersebut.
Dalam perjalanannya mendirikan British Ladies Football Club, Honeyball tak berjalan sendirian. Ia mengajak seorang anak bangsawan, Lady Florence Dixie, menjadikannya patron, dan menunjuknya sebagai presiden BLFC.
ADVERTISEMENT
Kemudian, Honeyball pun membujuk seorang pemain Tottenham Hotspur bernama JW Julian untuk melatih para pemain di klub yang ia dirikan. Sesi latihan BLFC berlangsung dua kali seminggu di sebuah taman di sebelah arena balap Alexandra Park di Hornsey.
Setelah mempunyai presiden dan pelatih klub, Honeyball pun memprakarsai pertandingan resmi sepak bola wanita pertama di Inggris. Laga bertajuk "The First Ladies Footbal Match" digelar pada 23 Maret 1895 di Crouch End, London.
Sejumlah pemain BLFC itu kemudian dibagi menjadi tim yang mewakili bagian Utara dan Selatan. Pada pertandingan bersejarah itu, tim Utara keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 7-1.
Laga sepak bola wanita pertama itu berlangsung meriah. Tak kurang 10.000 orang menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Jumlah penonton tersebut terhitung banyak pada masanya. Menurut Unlocking The Hidden History, tingginya animo penonton dalam laga itu karena banyak orang penasaran dan ingin tahu serta mengamati pertandingan sepak bola wanita.
Nettie Honeyball. Foto: Twitter/@FootballMuseum

Sepak Bola Wanita untuk Lawan Diskriminasi

Tak begitu banyak catatan yang menggambarkan profil Nettie Honeyball secara lengkap. Bahkan, nama Nettie Honeyball juga dikabarkan merupakan nama samaran dan nama aslinya tidak diketahui. Namun, BBC melaporkan bahwa nama aslinya adalah Mary Hutson.
ADVERTISEMENT
Namanya boleh jadi samaran, tapi aksinya menghidupkan sepak bola wanita di Inggris begitu nyata.
Ketika Honeyball membentuk BLFC, ia dikabarkan tinggal di 27 Weston Park, Crouch End. Alamat itu sesuai dengan selebaran iklan yang disebar di Kota London. Tapi, Don Mouth menyebut bahwa alamat tersebut bukanlah tempat tinggal Honeyball, melainkan hunian seorang tukang kayu bernama Arthur Tilbury Smith.
Terlepas dari minimnya data mengenai Honeyball, wanita asal Inggris itu sudah sepantasnya mendapat apresiasi lebih atas kesungguhannya dalam mendirikan klub sepak bola pertama wanita di dunia.
Berdasar laporan yang dihimpun oleh Michelle Salter, setidaknya ada dua tujuan utama mengapa Honeyball mendirikan BLFC. Pertama, ia ingin mengumpulkan talenta-talenta pesepak bola wanita di Britania Raya. Kedua, ia bermaksud menjadikan sepak bola sebagai bentuk perlawanan diskriminasi terhadap kaum wanita pada masa tersebut.
ADVERTISEMENT
"Saya mendirikan asosiasi (klub sepak bola) akhir tahun lalu, dengan tekad tetap untuk membuktikan kepada dunia bahwa wanita bukanlah makhluk-makhluk 'hiasan dan tak berguna' yang telah digambarkan oleh pria. Saya harus mengakui keyakinan saya tentang semua hal, semuanya berada di sisi emansipasi, dan saya menantikan saat ketika wanita dapat duduk di parlemen dan memiliki suara," tutur Honeyball, dikutip dari Michelle Salter.
British Ladies Football Club. Foto: Twitter/@natlibscot
Presiden BLFC, Florence Dixie, juga memiliki pandangan yang tak jauh berbeda. Dirinya memandang sepak bola wanita sebagai cara untuk menentang aturan cara berpakaian Victoria yang ketat pada masa tersebut.
"Tidak ada alasan mengapa sepak bola tidak boleh dimainkan oleh wanita, dan dimainkan dengan baik juga, asalkan mereka berpakaian secara rasional," ungkap Dixie.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, awal kemunculan BLFC sebagai tim sepak bola wanita pertama di Inggris tak mendapat respons yang baik dari publik. Kendati demikian, Honeyball yang juga menjabat sebagai kapten klub tak patah arang.
Bahkan, pada 6 April 1896, BLFC menggelar pertandingan keduanya di Preston Park, Brighton. Gelaran tersebut diselenggarakan untuk mengumpulkan dana bagi kebutuhan medis setempat. Dalam laga tersebut, tim Utara menang lagi dengan skor 8-3 atas tim Selatan.
Pertandingan berikutnya dimainkan di Bury, Manchester. Berdasar catatan Spartacus Educational, sebanyak 5.000 penonton hadir dalam laga tersebut, dan terkumpul dana sebesar 100 pounds yang digunakan untuk amal.