Usai Olimpiade, Herve Renard Tinggalkan Pos Pelatih Timnas Wanita Prancis
·waktu baca 4 menit

Kabar mengejutkan buat Timnas Wanita Prancis. Pelatih mereka, Herve Renard, kabarnya bakal hengkang dari kursi pelatih kepala usai gelaran Olimpiade Paris 2024 mendatang.
Informasi soal hengkangnya Renard terkuak dari Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Philippe Diallo. Diallo bilang kalau Renard tak akan memperpanjang kontraknya yang habis pada Agustus nanti.
Dalam laporan yang diterbitkan media Prancis, Le Figaro, Diallo tak menyebut alasan mengapa Renard enggan memperpanjang masa baktinya. FFF memaklumi keinginan sang pelatih dan tak memaksa Renard untuk bertahan.
"Herve memiliki kontrak yang berakhir setelah Olimpiade (Paris) pada akhir Agustus 2024 dan dia telah menyatakan bahwa dia tidak akan bertahan setelahnya," tutur Diallo kepada Le Figaro.
"Dia (Renard) akan berkomitmen untuk Olimpiade dan kemudian dia akan menatap masa depannya (yang lain)," imbuh Diallo.
Herve Renard sendiri sebenarnya baru menukangi Les Bleues sejak Maret 2023 lalu. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh juru taktik sebelumnya, Corinne Diacre.
Jika Renard hengkang dari Prancis pada Agustus 2024 nanti, artinya ia hanya menjabat sebagai juru racik Timnas Wanita Prancis selama 15 bulan saja. Sebuah waktu yang singkat bagi seorang pelatih tim nasional.
Keengganan Renard untuk meneken kontrak baru bersama Le Sommer cs pun menjadi tanda tanya bagi benak sebagian orang. Apa alasannya memutuskan hengkang?
Herve Renard Ingin Latih Tim Pria Lagi
Keputusan Renard untuk meninggalkan Timnas Wanita Prancis mungkin lahir karena satu alasan: ingin melatih tim pria lagi. Hal itu juga sempat disinggung dalam laporan yang dipublikasi oleh Le Figaro.
Bahkan, pada Januari kemarin Renard hampir saja mencapai kata sepakat untuk menangani Timnas Pantai Gading. Saat itu, Pantai Gading memecat pelatih kepala mereka usai gagal menampilkan performa yang baik di babak grup Piala Afrika 2023.
Herve Renard pun jadi nama yang santer dibicarakan untuk mengisi posisi itu. Mengutip Africa News, Renard rencananya akan menangani Pantai Gading dengan status pinjaman. Namun, kata sepakat tak tercapai dalam negosiasi antara Pantai Gading dan FFF, federasi Prancis tak merestui hal tersebut.
"Negosiasi tidak berakhir dengan baik. Saya ingin melakukannya (melatih Pantai Gading) tapi takdir memutuskan sebaliknya," kata pelatih 55 tahun itu kepada Canal Plus dikutip dari Africa News pada 26 Januari.
Sementara itu, Le Figaro menyebut Renard kemungkinan besar akan kembali mengarsiteki tim pria setelah menukangi Les Bleues. Negara-negara di Benua Afrika diyakini cocok bagi sang pelatih asal Prancis itu mengingat ia pernah menjuarai Piala Afrika dengan dua tim yang berbeda, yaitu Zambia pada 2021 dan Pantai Gading pada 2015.
Laporan itu juga menyebut kalau Renard mengincar gelaran Piala Dunia 2026 mendatang yang akan berlangsung di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Jika menilik track record-nya sebagai pelatih sejak 1999 silam, Renard memang dominan melatih tim pria. Tak hanya melatih timnas, ia juga beberapa kali tercatat mengarsiteki klub mulai dari Lille hingga Nam Dinh yang bermain di Vietnam.
Timnas Wanita Prancis adalah satu-satunya tim wanita yang ia tangani selama masa kepelatihannya. Kemungkinan itu akan jadi satu-satunya pengalamannya melatih tim wanita jika nanti Renard memutuskan untuk kembali menangani pria.
Rekam Jejak di Prancis Wanita
Apabila melihat rekam jejaknya bersama Timnas Wanita Prancis, Herve Renard sebenarnya punya capaian yang cukup apik. Dari 17 laga, ia hanya kalah tiga kali dan dua kali imbang. 12 laga lainnya berakhir dengan kemenangan.
Titik rendahnya mungkin hadir di Piala Dunia Wanita 2023 lalu. Langkah Prancis terhenti di perempat final oleh tuan rumah Australia melalui drama adu penalti. Namun, itu pun sebenarnya sudah lumayan mengingat Renard baru memegang Prancis selama tiga bulan, setelah ontran-ontraan pemain Timnas Wanita Prancis dengan pelatih mereka sebelumnya, Diacre.
Setelah Piala Dunia Wanita, laju Prancis mulus di UEFA Women's Nations League. Mereka bahkan mampu menembus partai puncaknya. Sayang, di final Prancis harus bertemu Spanyol yang sedang jago-jagonya. Laga berakhir dengan skor 2-0.
Sebelum kontraknya berakhir dan meninggalkan Prancis, Renard akan dihadapkan dengan dua turnamen penting: Kualifikasi Euro 2025 dan babak grup Olimpiade Paris 2024. Di Olimpiade, tentu mereka dibebani target tinggi—setidaknya meraih medali—karena Prancis bertindak sebagai tuan rumah dalam hajat olahraga terbesar sejagat tersebut.
