Kumparan Logo

We Want Skinner Out! Fan MU Tak Terima Ditegur soal Chants Desak Mundur Pelatih

kumparanBOLANITA

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Manchester United Woman, Marc Skinner. Foto: Ben Stansall/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Manchester United Woman, Marc Skinner. Foto: Ben Stansall/AFP

Manchester United melakukan duel uji coba dengan PSV Eindhoven di National Stadium yang terletak di Attard, Malta pada Sabtu (6/1) kemarin. Pertandingan tersebut dimenangkan The Red Devils dengan skor akhir 1-2.

MU memang berhasil memenangkan laga, tapi bukan itu yang menjadi sorotan. Yang ramai diperbincangkan justru momen saat sekumpulan suporter menuntut pelatih Manchester United, Marc Skinner, untuk mundur.

Menurut laporan The Athletic, kejadian itu hadir pada babak pertama. Sejumlah suporter MU Women meneriakkan yel-yel "We want Skinner out!" dari bangku penonton.

Yel-yel itu pun memantik sejumlah staf keamanan untuk turun tangan. Kabarnya, di jeda babak pertama, para suporter diminta berhenti menyanyikan yel-yel yang memojokkan Skinner. Teguran itu dilakukan untuk meredakan ketegangan antara suporter, pemain, dan staf.

Tapi, suporter tak terima dengan teguran tersebut. Mereka merasa tak ada yang salah dengan lagu yang mereka nyanyikan saat babak pertama. Itu murni keresahan suporter terhadap kondisi MU di bawah kepemimpinan Skinner.

Selepas pertandingan, usai ditegur pihak keamanan, sekelompok pendukung MU itu mengirim surat elektronik kepada pihak klub. Mereka bilang kalau keputusasaan dalam membela MU-lah yang mengawali yel-yel mereka di stadion.

Suasana pertandingan Manchester United vs West Ham. Foto: Instagram/@manutdwomen

"Selama setahun terakhir dan baru-baru ini kami menjadi putus asa atas permainan tim, hasil pertandingan, taktik, rumor ketidakbahagiaan pemain," tulis surel yang dikirim suporter kepada pihak United dikutip dari The Athletic.

"Tadi malam, beberapa (suporter) menyanyikan 'We want Skinner out' hanya agar perwakilan klub datang dan berbicara dengan Natalie di babak pertama dan mengatakan kepadanya bahwa kami tidak diperbolehkan menyanyikan yel-yel karena itu membuat para pemain kesal."

"Itu sungguh konyol. Kata-kata yang digunakan tidak menyinggung. Ini adalah pendapat kami tentang manajer. Perwakilan klub yang datang dan menjemputnya untuk memberitahunya bahwa kami tidak boleh menyanyikan nyanyian tertentu adalah tindakan yang tidak tepat," sambung isi email itu.

Sejumlah fan itu menyebut bahwa mereka rela berpergian jauh dan merogoh kocek dalam hanya demi mendukung MU. Dan ketika hasil yang dicapai klub tak sesuai harapan, maka mereka berhak protes terhadap manajemen.

Di lain sisi, pihak klub mengatakan bahwa mereka tak pernah menginstruksikan untuk menegur suporter yang menyanyikan yel-yel untuk Skinner. MU pun menyebut jika pihak keamanan bertindak atas dasar keselamatan pemain dan staf di lapangan untuk menghindari terjadinya konfrontasi.

Pelatih Manchester United Woman, Marc Skinner. Foto: Ben Stansall/AFP

"Saya tidak melihat satu pun pemain kesal dengan yel-yel itu. Selama pertandingan dan di akhir pertandingan, sepertinya tidak ada permusuhan dan mereka (pemain) bertepuk tangan dan tersenyum pada kami di akhir pertandingan. Mereka tampaknya tidak marah pada kami," tulis suporter membantah kekhawatiran petugas keamanan soal keselamatan pemain.

"Orang-orang di sana bukanlah orang-orang jahat, mereka juga tidak akan melakukan tindakan konfrontatif. Ada beberapa orang yang bernyanyi, tapi tidak marah. Kami percaya pada pesan tersebut, namun pesan tersebut tidak disampaikan dengan kemarahan," lanjut isi surel suporter.

Bisa jadi, kegeraman para suporter kepada Skinner dipicu dari performa buruk MU dalam beberapa pekan terakhir. Oktober 2023 lalu, United tersingkir dari babak kualifikasi Liga Champions Wanita 2023/24 usai kalah agregat dari PSG. Dan, yang terbaru, United kalah saat menjamu Liverpool di kandangnya sendiri dalam lanjutan Liga Inggris Wanita.

instagram embed