Kumparan Logo

Zahra Muzdalifah Tak Sabar Main di IWL usai Cedera Panjang

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Zahra Muzdalifah, pemain Dewa United Women, saat jalani latihan rutin untuk persiapan Indonesia Women's League, di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Jumat (9/10). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Zahra Muzdalifah, pemain Dewa United Women, saat jalani latihan rutin untuk persiapan Indonesia Women's League, di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Jumat (9/10). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Bintang Timnas Wanita Indonesia, Zahra Muzdalifah, tak sabar kembali merumput setelah menjalani pemulihan cedera selama tujuh bulan. Pesepak bola wanita Indonesia itu kini mulai berlatih bersama Dewa United dan siap tampil di Indonesia Women's League (IWL).

Zahra mengaku sangat antusias bisa kembali menyentuh bola setelah cukup lama menepi. Baginya, momen tersebut mengingatkan pada perasaan saat pertama kali bermain sepak bola ketika berusia 12 tahun.

“Jujur, excited-nya itu lebih. Kayak berasa balik umur 12 tahun lagi waktu nyentuh bola ya,” kata Zahra.

Selama tujuh bulan pemulihan, Zahra melewatkan banyak hal. Salah satu momen yang mungkin paling disayangkan adalah ketika ia tak bisa ikut serta kala Garuda Pertiwi juara AFF Women's Cup 2026 di Malaysia.

Kini, kondisi Zahra perlahan membaik. Ia sudah mulai menyentuh bola, bisa kembali mengenakan sepatu sepak bola, dan berlatih lari secara bertahap.

Zahra memperkirakan kondisi fisiknya saat ini sudah mencapai 60–70 persen. Meski belum pulih sepenuhnya, ia mengungkapkan bahwa dokter telah memberikan izin untuk bermain pada Oktober, dengan batasan waktu bermain.

“I can say I'm about like 60 to 70%. Jadi kalau masih wait until 90 until 100. Kalau misalkan udah sentuh 90 dari dokter udah dibolehkan main. Cuma untuk Oktober ini dokter udah kasih ACC sih, dibolehkan main, cuma ada limit time-nya gitu,” ujarnya.

Para pemain Dewa United Women terhibur saat, Zahra Nafisa (kanan kedua), berpantun sebelum memulai sesi latihan di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Jumat (9/10). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Sempat Kehilangan Kepercayaan Diri

Di balik antusiasmenya untuk kembali ke lapangan, Zahra mengakui bahwa proses pemulihan bukanlah hal mudah. Cedera berkepanjangan yang mengharuskannya menjalani operasi menjadi pengalaman pertamanya menghadapi situasi tersebut.

Ia sempat kehilangan kepercayaan diri karena belum memahami proses pemulihan yang harus dijalani. Selain itu, waktu yang terbuang tanpa bisa bermain sepak bola menjadi salah satu hal terberat baginya sebagai seorang atlet.

“Waktu itu berharga banget untuk atlet khususnya. Aku ngerasa kayak kehilangan part of my life karena enggak bisa olahraga lagi dan enggak bisa main bola lagi, jujur. Karena itu udah benar-benar it's part of my life. Kehilangan itu tuh benar-benar ngerasa hampa banget,” tutur Zahra.

Meski demikian, dukungan dari teman-temannya menjadi salah satu sumber motivasi untuk bangkit. Semangat yang terus diberikan membuat Zahra kembali yakin untuk menjalani pemulihan dan mengejar kesempatan kembali bermain.

“Tapi dari perjuangan teman-teman, semangat teman-teman juga yang support aku terus, itu jadi bikin semangat aku bangkit lagi. Akhirnya semangat terus untuk bisa kembali lagi, come back stronger ke lapangan,” katanya.

Semoga bisa kembali ke kondisi terbaik, Zahra!

instagram embed