Kumparan Logo

5 Kebiasan Makan yang Bisa Menurunkan Kesehatan Mental dan Memperparah Stres

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi wanita stres Foto: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita stres Foto: Flickr

Kesehatan tak melulu soal tubuh yang bugar. Ada jiwa atau mental yang juga harus dijaga kesehatannya. Stres, bad mood, sedih, cemas, hingga depresi merupakan tanda dari menurunnya kesehatan mental.

Biasanya ini dipicu oleh banyak faktor; mulai dari masalah pribadi, hubungan rumah tangga, sampai kerjaan. Namun, beberapa penelitian justru mengungkapkan bahwa menurunnya kesehatan mental juga akibat dari kebiasaan makan yang buruk.

Salah satunya, dalam penelitian yang diterbitkan jurnal Archives of General Psychiatry menemukan, dari 15.000 peserta orang dewasa yang memiliki kebiasaan makan kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, dan ikan, memiliki kasus depresi 30 persen lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi permen atau makanan olahan.

Maka itu, penting untuk kita membiasakan pola makan yang baik guna menjaga kesehatan mental. Nah, kebiasaan makan seperti apa, sih yang bisa menurunkan kesehatan mental? Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir Eat This.

1. Suka menunda waktu makan

Ilustrasi waktu makan. Foto: Shutterstock

Banyak studi yang menyatakan menunda makan berarti kamu kehilangan sejumlah nutrisi harian yang dibutuhkan tubuh. Sebab, beberapa nutrisi membantu kinerja otak yang erat kaitannya dengan stres dan depresi. Enggak heran kalau kamu tiba-tiba marah atau bad mood karena belum makan. Maka itu, jangan sampai telat makan, ya!

2. Kurang makan buah dan sayuran yang kaya antioksidan

com-Sayur, buah, dan biji-bijian organik mengandung lebih banyak antioksidan dan karenanya memiliki rasa yang lebih lezat. Foto: Shutterstock

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine menemukan bahwa seseorang dengan kadar karotenoid yang lebih tinggi (sejenis antioksidan) cenderung lebih optimis tentang masa depan. Dengan kata lain, orang tersebut lebih berpikir positif yang menandakan bahwa kesehatan mental mereka juga lebih baik.

Untuk meningkatkan sumber antioksidan, kamu bisa mulai mengonsumi wortel, tomat, ubi, citrus, dan sayuran hijau.

3. Kekurangan asupan vitamin C

Ilustrasi vitamin C tambahan Foto: dok.shutterstock

Di tengah pandemi seperti ini kamu jangan sampai kekurangan asupan vitamin C, ya. Bukan hanya mampu menjaga daya tahan tubuh, vitamin C juga meningkatkan kesehatan mental.

Ini sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian dalam jurnal Psychopharmacology, yang menemukan suplemen vitamin C membantu meningkatkan kekuatan mental, kinerja kognitif, dan kesehatan jiwa secara keseluruhan.

4. Hobi konsumsi makanan cepat saji

Ilustrasi makanan cepat saji Foto: dok.shutterstock

Makanan cepat saji biasanya menggunakan bungkus dengan kandungan BPA dan phthalate. Dalam sebuah penelitian Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism mengungkapkan, paparan BPA dan phthalate dapat mengurangi kadar vitamin D dalam darah yang menyebabkan penurunan kesehatan mental.

5. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

Ilustrasi laki-laki minum alkohol Foto: dok.shutterstock

Beberapa teguk wine mungkin akan membuatmu merasa rileks, namun mengonsumsinya berlebihan justru akan memperparah stres. Alkohol akan memproduksi jenis hormon yang sama seperti yang dikeluarkan tubuh ketika sedang stres.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Chicago juga menemukan, bahwa alkohol sebenarnya dapat memperpanjang perasaan tegang yang disebabkan oleh stres. Jadi, kurang-kurangin, ya.

embed from external kumparan