Kumparan Logo

5 Makanan dan Minuman Enak untuk Kesehatan Otak, Ada Tempe hingga Matcha!

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock

Memilih makanan yang enak namun juga sehat bagi tubuh memang gampang-gampang susah. Tidak semua makanan sehat itu tidak enak. Di era serba modern seperti sekarang ini banyak muncul pilihan makanan unik tetapi belum tentu baik untuk kesehatan.

Penggunaan pemanis buatan, lemak jenuh, hingga MSG pada makanan tidak jarang menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Tidak hanya kesehatan tubuh, tetapi juga kesehatan otak.

Mengutip Everyday Health, makanan kemasan dan minuman yang mengandung natrium, gula tambahan, dan lemak jenuh dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak.

“Diet yang buruk tidak hanya gagal dalam menyediakan nutrisi penting untuk melindungi otak, tetapi juga menambah kerusakan dengan zat-zat berbahaya,” kata Elizabeth Somer, RD, penulis Food & Mood.

Maka itu, penting untuk kamu dalam menjaga kesehatan otak. Hal itu guna menjaga kemampuan kognitif otak dan menghindari kamu dari penyakit seperti Alzheimer.

Terdapat beberapa makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki kandungan senyawa baik untuk menjaga kinerja otak. Lalu, apa saja, ya makanan sehat dan enak tersebut? Berikut rangkuman selengkapnya sebagai berikut:

1. Sarden

Ilustrasi ikan sarden. Foto: Getty Images

Meskipun harganya murah, ternyata ikan sarden memiliki segudang manfaat untuk kesehatan otak. Satu kaleng sarden memiliki beberapa sumber nutrisi baik; seperti omega-3, vitamin D, dan omega-6. Studi dari Nutrient Journal pada 2018 bahkan mengungkapkan kandungan omega-3 dari hewan laut dapat mengurangi gejala depresi.

“Pada dasarnya, kepala kita terdiri dari 60 persen lemak. Jadi dinding sel di otak kita membutuhkan lemak sehat, termasuk omega-3 agar berfungsi secara optimal.” kata Bonnie J Kaplan PhD , seorang psikolog penelitian

2. Stroberi

Ilustrasi stroberi. Foto: Shutter Stock

Tidak hanya enak diolah menjadi aneka makanan, stroberi juga mengandung senyawa baik untuk otak. Studi dari Journal of Alzheimer's Disease pada 2022 mengungkapkan makan buah stroberi memiliki senyawa yang disebut pelargonidin. Senyawa ini dapat mengurangi kerusakan tau neurofibrillary di otak yang merupakan salah satu ciri dari penyakit Alzheimer.

Sifat anti-inflamasi pelargonidin ini juga dapat menurunkan peradangan saraf secara keseluruhan. Buah kecil berwarna merah ini juga bermanfaat untuk menjaga hidrasi dalam tubuh yang berpengaruh pada memori otak dan fungsi eksekutif, menurut penelitian sebelumnya dalam jurnal Physiology and Behavior 2018.

3. Telur

Ilustrasi Telur Dadar Foto: Shutterstock

Studi dari American Journal of Clinical Nutrition pada 2019 menunjukkan bahwa asupan makanan tinggi fosfatidilkolin, suatu bentuk kolin, dapat membantu mengurangi risiko demensia dan meningkatkan kinerja kognitif otak. Makanan tersebut salah satunya adalah telur yang menjadi sumber kolin kedua setelah hati sapi.

4. Tempe

Tempe Foto: Shutter Stock

Tempe, makanan asal Indonesia ini ternyata menurut Elizabeth mengandung vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan fitonutren yang dapat membantu mengurangi kerusakan oksidatif dan memelihara kesehatan otak. Manfaat itulah yang dapat ditemukan pula pada tempe.

Tempe juga menjadi sumber zat besi yang baik. Menurut studi American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2007 mengungkapkan bahwa zat besi yang sehat dalam tubuh, dapat membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh termasuk ke otak. Hal itu diperlukan agar otak dapat bekerja dengan lebih baik.

5. Matcha

Matcha Foto: Shutter Stock

Tak hanya nikmat, studi Plant Foods for Human Nutrition Journal pada tahun 2020 mengungkapkan matcha terbuat dari daun bagian bawah pohon teh yang digiling hingga menjadi bubuk halus. Matcha mengandung nutrisi pelindung otak dan antioksidan termasuk flavonoid dan fenolat.

Selain itu, matcha juga mengandung asam amino yang disebut L-theanine. Zat ini dapat membantu meningkatkan kinerja kognitif pada otak, salah satunya dalam memori. Bonnie menyebutkan bahwa asam amino memiliki peran dalam mengurangi kecemasan. Pastikan kamu meminum matcha tanpa es atau gula cair. Hal itu karena gula cair sangat berbahaya bagi kesehatan.

Penulis: Monika Febriana