Kumparan Logo

5 Tanda Kamu Terlalu Banyak Minum Susu, Malah Bisa Bikin Massa Tulang Menurun

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menolak minum susu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Menolak minum susu Foto: Shutterstock

Minum susu memang sehat, tapi kalau terlalu banyak juga akan membawa dampak pada tubuhmu, lho. Biasanya, minum susu dianjurkan untuk anak-anak dan orang tua karena manfaatnya yang membantu meningkatkan kepadatan tulang serta kaya protein. Namun, untuk mendapatkan manfaat tersebut kamu juga perlu membatasi asupannya.

Mengutip Eat This, susu dan produk turunannya merupakan sumber kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin D, kalium, seng, magnesium dan beberapa zat gizi lainnya yang baik untuk tubuh. The National Dairy Council mengungkapkan kalau orang dewasa, yang rata-rata mengonsumsi sekitar 2.000 kalori sehari, cukup minum 240 ml untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Sementara dalam pedoman gizi seimbang Kemenkes, juga menganjurkan masyarakat untuk minum susu setiap hari. Batasannya yakni 2-3 porsi sehari yang sudah termasuk dengan sumber protein lainnya.

Sayangnya bila dikonsumsi secara berlebihan susu bisa menimbulkan masalah jerawat, gangguan pencernaan, bahkan berbalik dari manfaat utamanya untuk tulang; yakni justru menurunkan massa tulang. Untuk mengetahui selengkapnya, simak rangkuman kumparan berikut ini:

1. Mengalami masalah pencernaan

Ilustrasi intoleransi laktosa setelah minum susu. Foto: Shutterstock

Kamu bisa intoleransi laktosa, tanpa harus mengalami intoleransi total terhadap produk tersebut. Namun, terlalu banyak laktosa dapat menyebabkan masalah pencernaan lainnya, seperti leaky gut.’

Kondisi ini menyebabkan bakteri dan racun dapat ‘bocor’ melalui dinding usus —dan akhirnya menyebabkan kelelahan, masalah jerawat, hingga penambahan berat badan. Berdasarkan studi tahun 2008, masalah ini dapat terjadi karena inhibitor protease dalam susu sapi menyebabkan ketidakseimbangan enzim pencernaan yang berdampak pada sel-sel usus.

2. Selalu merasa lelah

Ilustrasi lelah bekerja Foto: Shutter Stock

Peneliti dari Cornell mengaitkan kondisi leaky gut dengan sindrom kelelahan kronis, suatu kondisi di mana aktivitas normal menyebabkan kelelahan yang tidak dapat diatasi dengan istirahat.

Teorinya, protein A1 (yang ditemukan dalam banyak produk susu) memiliki efek inflamasi pada lapisan usus. Akibatnya, lebih banyak mikrobioma bakteri usus jahat daripada bakteri baiknya. Untuk menghindari hal ini, kamu dapat memilih susu A2— merek ini cenderung menghilangkan protein A1 sehingga menjadi pengganti yang baik bagi mereka yang memiliki intoleran produk susu.

3. Sering timbul jerawat

Ilustrasi bekas jerawat kemerahan Foto: Shutterstock

Ketika kamu terus-menerus memberi produk laktosa pada tubuh, padahal tidak dapat ditoleransi, itu akan menyebabkan peradangan —salah satunya terlihat di kulit.

Sebuah studi dari Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, menemukan bahwa produk susu berlemak penuh dikaitkan dengan kondisi jerawat sedang dan parah. Sebuah meta-analisis dari 14 penelitian lain juga menemukan bahwa susu murni, susu rendah lemak, dan jenis apa pun itu memiliki keterkaitan dengan dengan kondisi jerawat.

4. Massa tulang menurun

Ilustrasi tulang sehat Foto: Shutterstock

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak susu justru dapat membuat tulang menjadi lebih rapuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition pada tahun 2015 menemukan mengonsumsi makanan olahan susu dapat meningkatkan peradangan tingkat rendah pada orang dewasa di Jerman.

Studi BMJ tahun 2014 juga mengungkapkan minum susu secara berlebihan ternyata malah meningkatkan risiko perempuan mengalami patah tulang; dibandingkan dengan perempuan yang minum sedikit susu. Risiko patah tulang meningkat 16 persen pada perempuan yang minum tiga gelas atau lebih setiap hari, dan risiko patah tulang pinggul meningkat 60 persen.

5. Memiliki gejala penyakit kardiovaskular

com-Ilustrasi seseorang terkena serangan jantung. Foto: Shutterstock

Jika mengalami nyeri dada, menderita stroke, atau serangan jantung, lebih baik tanyakan kepada dokter soal kebiasaanmu mengonsumsi minuman ini.

Studi di The BMJ tahun 2014 menemukan adanya keterkaitan antara terlalu banyak asupan susu dengan peningkatan risiko kematian, serta penyakit kardiovaskular dan kanker pada perempuan. Perempuan yang minum tiga gelas susu atau lebih setiap hari memiliki risiko kematian dan penyakit kardiovaskular hampir dua kali lipat, dan risiko kanker meningkat 44 persen dibandingkan dengan yang minum kurang dari satu gelas per hari.

Reporter: Natashia Loi

kumparan post embed